Archive for the ‘Tulisan Tokoh’ Category

PROSES REVOLUSI ISLAM

Oleh:

Sayyid Ala’al-Mududi

(Syarahan ini disampaikan oleh beliau di Universiti Islam Aligarh, India,pada 12hb. September, 1940M.)

Saudara-saudara!

Dalam ceramah ini saya akan terangkan proses kemunculan Negara Islam sebagai satu natijah tabii(nature). Sekarang ini rangkai kata “Negara Islam” sudah tidak asing lagi dan banyak disebutsebut dan terlalu ingin dicapai, tetapi mereka tidak mengetahui cara untuk mewujudkannya hinggakan banyak kaedah-kaedah pelik disarankan di mana kesemuanya mustahil untuk tercapai sama seperti kegagalan kita untuk ke Amerika dengan motokar. Pemikiran yang berkecamuk itu disebabkan oleh politik dan sejarah yang menimbulkan satu ideal (keunggulan) yang boleh dinamakan sebagai “Negara Islam”. Tetapi belum ada lagi daya-usaha untuk mendefinisikan secara saintifik keadaan negara ini atau mempelajari proses evolusinya. Dalam keadaan ini, sangat mustahak diselidiki masalah ini secara saintifik. Baca lebih lanjut

Iklan

ANTARA SEMALAM DAN HARI INI.

oleh:

Hassan Al-Banna

  1. RISALAH NABI YANG AMANAH

Sejak 1370 tahun yang lalu, Muhammad bin Abdullah, Nabi yang ummi telah menyeru di atas kemuncak bukit Sofa, Mekah, maksudnya:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya saya adalah pesuruh Allah kepada kamu sekelian, Tuhan yang memiliki seluruh langit dan bumi, tidak ada tuhan melainkan Dia, yang menghidupkan dan mematikan. Berimanlah kamu dengan Allah dan RasulNya, Nabi yang ummi yang telah beriman dengan Allah dan kalimahNya. Turutlah kamu sekalian kepadaNya moga-moga kamu mendapat petunjuk”. (Al-A’raf :158) 

Dakwah yang merangkum itu menjadi garis pemisah bagi seluruh alam. Pemisah antara zaman yang gelap gelita dengan zaman yang akan datang yang bersinar dengan cahaya dan bahagia abadi. Dakwah ini  juga menjadi satu pengisytiharan yang terang dan nyata terhadap satu sistem yang baru yang disyariatkan Allah yang amat mengetahui dan amat bijaksana. Ia disampaikan oleh pesuruhNya Muhammad saw, pembawa khabar gembira dan pengingat manusia bersama kitabNya al Quran yang terang dan bersinar, juga bala tenteranya yang dahulu yang terdiri daripada orang- orang muhajirin dan ansar dan pengikut-pengikut jejak langkah mereka dengan penuh ihsan. Dakwah ini bukan satu ciptaan manusia, ia adalah ciptaan Allah yang tidak ada ciptaan yang lebih baik selain dari-Nya.  Baca lebih lanjut

CARA HIDUP ISLAM

Oleh:

Sayyid Abul A’la Maududi

PERTAMA: KONSEP HIDUP ISLAM

Ciri utama dari Din Al-Islam ialah ia tidak membenarkan sesuatu pertentangan,juga pemisahan yang ketara antara kehidupan kerohanian dan kehidupan dunia.Islam tidak sekadar membataskan dirinya untuk membina ketinggian kerohaniandan akhlaq semata-mata. Ruang lingkup peraturan yang dikemukakannya mencakupi segenap bidang kehidupan insan. la hendak melahirkan bukan sahaja ketertiban hidup diri perseorangan malah ketertiban hidup masyarakat manusia seluruhnya ke dalam pola-pola yang sihat dan bersih sehingga Kerajaan Allah dibangunkan dalam bentuk kenyataan di atas muka ini. Dengan demikian keamanan, kebahagiaan dan kemakmuran akan memenuhi segenap pelusuk muka bumi dan saujana samudera. Baca lebih lanjut

HIDUPKAN DA’WAH BANGUN NEGERI

T A U S H I Y A H

Dr. Mohamad Natsir

“PEMIMPIN PULANG” …..,

14 JUNI 1968, udara pagi yang cerah di Lapangan Udara Tabing Padang, pintu gerbang ranah Minang, kembali hidup. Setelah hampir satu dasawarsa berada dalam cengkeraman “Orde Lama” merasa terbebas dari rasa tertekan yang menyebabkan hilangnya harga diri.

Hari itu, baru 2 tahun setelah “Orde Baru” dicanangkan dibawah kepemimpinan Soeharto. Orde baru yang pada awalnya didukung oleh massa rakyat yang lahir dari TRITURA sangat mendambakan suasana baru, nafas baru. Supaya bangsa ini terbebas dari segala macam tekanan yang selama ini terasa berat menghimpit di bawah system komunis PKI. Rakyat di Ranah Bundo ingin kembali membangun kampong halaman. Baca lebih lanjut

Islam & Sosialisme

Oleh: H.O.S. Tjokroaminoto

“Bagi kita, orang Islam, tak ada sosialisme atau rupa-rupa “isme” lain-lainnya, yang lebih baik, lebih elok dan lebih mulia, melainkan sosialisme yang berdasar Islam itulah saja” (HOS Tjokroaminoto)

Tahun 1924 di Mataram, HOS Tjokroaminoto seorang pendiri dan sekaligus ketua Sarekat Islam (SI) menulis buku “Islam dan Sosialisme”. Buku tersebut ditulis oleh Tjokro, di samping karena pada waktu itu tengah terjadi pemilihan-pemilihan ideologi bangsa, juga lantaran pada waktu itu paham ideologi yang digagas para tokoh dunia sedang digandrungi oleh kalangan pelajar Indonesia, di antaranya sosialisme, Islamisme, kapitalisme dan liberalisme. Baca lebih lanjut