KONSEP POLITIK hizbut tahrir

Makna Politik

Politik adalah mengatur urusan dalam negeri dan luar negeri suatu negara, hal tersebut dilakukan secara langsung oleh negara, sedangkan rakyatnya mempunyai hak untuk menegur, mengkritik dan membetulkan tindakan negara yang melakukan aktivitas politik tersebut. Kebijakan dalam negeri yang dilaksanakan oleh negara kepada masyarakat adalah dipengaruhi oleh ideologi tertentu yang dianutnya. Sedangkan asas hubungan luar negeri adalah hubungan dengan negara lain, yang merupakan tanggungjawab negara sendiri.

                Adalah penting untuk memahami kebijakan luar negeri dalam rangka melindungi negara dan rakyat, kerana hal tersebut merupakan persyaratan untuk mengembangkan Islam ke seluruh dunia. Pemahaman terhadap kebijakan luar negeri juga merupakan suatu persyaratan yang penting untuk melangsungkan hubungan yang baik dengan negara lain di dunia.

Dengan adanya kewajiban untuk mengembangkan Islam ke seluruh dunia, maka kaum muslimin juga mempunyai kewajiban untuk memahami keadaan dunia ini; dengan sentiasa mengamati keadaan dunia dan masalahnya, mengetahui setiap tujuan negara lain serta mengikuti setiap peristiwa politik yang berlangsung di dunia. Kaum muslimin juga sangat mustahak (?) untuk mengawasi rancangan politik negara lain dan memahami bagaimana hal tersebut dilaksanakan. Penting juga memperhatikan hubungan di antara negara-negara tersebut, serta strategi politik yang mereka lakukan. Dalam rangka mendirikan negara Khilafah yang akan mengembangkan Islam, kaum muslimin juga perlu memahami realitas dunia Islam, serta dunia secara luas. Dengan demikian, maka kaum muslimin juga perlu memahami keadaan dunia dengan mengetahui secara terperinci dan mengetahui keadaan setiap negara yang mempunyai pengaruh terhadap keadaan seluruh dunia ini (yakni negara yang mengembangkan ideologi seperti Amerika dan Soviet).

                Tetapi, keadaan dunia ini tidak akan abadi, jika keadaan dunia ini mengalami perubahan. Ini adalah benar untuk keadaan setiap negara individu yang akan mengalami perubahan kekuatan dan kelemahan, pengaruh dan tidak berpengaruh, hubungan baik dan buruk dengan negara yang lain. Jadi tidak mudah untuk memberikan suatu pandangan yang baku, atau tetap terhadap keadaan dunia, atau memberikan pandangan yang baku atau tetap terhadap keadaan setiap negara di dunia ini. Meskipun pandangan terhadap keadaan dunia ini bisa berubah-ubah sesuai dengan perkembangan waktu, tetapi tetap wajib difahami, bahwa keadaan ini boleh berubah sepanjang waktu, pada waktu yang akan datang. Juga bisa diberikan suatu pandangan terhadap keadaan suatu negara tetapi boleh terdapat perubahan. Jadi dengan memahami keadaan politik dunia ini dan menghubungkan mereka dengan maklumat politik yang telah ada merupakan suatu syarat bagi seorang ahli politik untuk memahami politik dan memahami (samada)? keadaan dunia atau sesuatu negara telah berubah.

                Keadaan dunia ini berubah hasil dari perubahan keadaan setengah negara yang kadangkala lemah dan kuat atau terdapat perubahan dalam hubungan luar negara. Perubahan ini adalah akibat dari perubahan negara-negara besar yang sentiasa menggugat keseimbangan dunia. Boleh dikatakan bahwa dengan memahami keadaan negara yang mempunyai pengaruh terhadap keadaan dunia ini, maka hal tersebut adalah sebagai syarat untuk memahami keadaan dunia itu sendiri. Jadi perhatian harus difokuskan dan informasi tentang negara berpengaruh tersebut harus dikumpulkan karena informasi tersebut adalah asas bagi memahami keadaan politik dunia ini. Jadi perhatian haruslah difokuskan kepada mengumpulkan informasi tentang setiap negara di dunia karena hal tersebut adalah sarana untuk memahami politik. Pemahaman terhadap keadaan politik setiap negara adalah tidak berkaitan dengan keadaan dunia ini, tetapi hanya memahami kebijakan dalam negeri atau luar negeri negara tersebut. Dengan demikian penting bagi kita untuk mengetahui pemikiran tersebut, karena kebijakan yang dilaksanakan oleh negara berasal darinya dan metodologi yang mereka ambil. Ilmu seperti ini adalah kebutuhan dasar bagi umat untuk memahami bagaimana berurusan dengan negara-negara lain di dunia. Perhatian juga haruslah dicurahkan untuk mengetahui konsep politik yang diemban oleh negara dan cara mereka melaksanakan rencana mereka itu. Pengetahuan ini haruslah dilakukan bersama dengan pengawasan terhadap konsep dan cara bertindak mereka supaya apa apa tujuan atau sebab yang membawa perubahan bisa dipahami, dengan pengetahuan yang mempengaruhi negara tersebut dan sebab yang menyebabkan mereka menukarkan konsep mereka dan cara bertindak mereka.

 

PEMIKIRAN POLITIK DAN METODE

Mengenai pemikiran dasar politik, hal tersebut adalah dasar tentang pengaturan hubungan dengan negara lain. Negara yang tidak memiliki ideologi akan mempunyai pemikiran yang berlainan dan bertentangan, dan akan tunduk kepada perubahan zaman. Negara-negara yang tidak memiliki ideologi akan dibincangkan dalam kategori konsep politik dan cara (uslub) politik, tetapi tidak kepada pemikiran politik. Berlawanan dengan negara tersebut adalah negara yang memiliki ideologi yang mempunyai kebijakan yang didasarkan kepada pemikiran yang tetap, dan menyebarkan pemikiran ini ke seluruh dunia dengan satu metode (tariqah) tidak memperhatikan cara (uslub-wasilah) yang digunakan. Penyelidikan negara ini adalah bertumpu kepada pemikiran politik.

                Jadi setiap negara harus diperhatikan (samada)? ianya mempunyai idea dan meteode yang tertentu, sama ada mereka mengatur konsep, cara yang didasarkan kepada pemikiran dan metode ini. Tetapi dunia saat kini memilih kebebasan, mereka memilih cara apa saja selagi ini bisa menghasilkan objektif mereka, berpegang kepada prinsip menghalalkan segala cara (end justify the means). Setiap negara memiliki pola dalam mengatur pelan politik yang sesuai dengan keperluan yang berubah dan mengambil cara atau gaya yang senantiasa berubah yang bergantung kepada sekitaran.

Negara Ideologi

Ada sebagian negara yang memiliki aktivitas politik dan memelihara kepentingan negara masing-masing serta melakukan hubungan luar negerinya berdasarkan kepada kepentingan ini. Tetapi terdapat perbedaan yang jauh antara negara yang memiliki ideologi yang menjadikan ideologinya sebagai dasar utama dalam hubungan luar negerinya dan menjadikan kepentingan yang muncul dari ideologinya hanya sebagai peran tambahan jika dibandingkan dengan negara yang tidak memiliki ideologi yang menjadikan kepentingan sebagai dasar utama perhubungan luar negeri mereka. Jadi sangat penting mengetahui negara ber-ideologi dan negara yang tidak ber-ideologi agar dapat memahami kebijakan luar negeri masing-masing. Karena ideologi mempengaruhi masyarakat, hubungan luar negeri dan keadaan dunia ini, maka harus dikenali ideologi yang ada di dunia saat ini, pengaruh mereka kepada keadaan politik dunia saat ini dan kekuatan pengaruh yang dapat mereka berikan di waktu mendatang. Hubungan luar negeri dapat diketahui dengan menyelidiki ideologi ini dan pengaruhnya terhadap dunia saat ini dan masa depan.

                Saat ini ada tiga ideologi di dunia yaitu Islam, Kapitalis dan Komunis. Setiap ideologi dianut oleh ratusan juta manusia. Tetapi sekarang Islam tidak tercermin dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat, dengan demikian tidak dapat diketahui hubungan luar negerinya dan politik dunia serta tidak dapat tergambarkan pengaruh Islam terhadap politik dunia saat ini. Tetapi dua ideologi yang lain dilaksanakan oleh banyak negara dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap politik dunia dan keadaan dunia serta hubungan antar negara. Pengaruh dua ideologi ini menyebabkan dunia terbagi menjadi dua blok, yaitu Blok Timur dan Blok Barat. Timur didominasi oleh ideologi Komunis dan Barat didominasi oleh ideologi Kapitalis yang memiliki banyak negara pengikutnya yang dipimpin oleh Soviet dan Amerika.

Idea Politik dan Metode dalam Komunisme

Pemikiran Blok Komunis mendasarkan politik mereka (yaitu hubungan dengan negara lain dan masyarakat) adalah dalam rangka mengembangkan ideologi itu sendiri. Jadi, asas politik Blok Timur adalah pengembangan ideologinya kepada dunia. Konsep dasar ini tidak berubah meski orang yang memimpin negara itu bergantian.

            Metode politik yang dilaksanakan oleh negara blok Komunis adalah menciptakan pertentangan (kontradiksi) di seluruh kawasan di dunia ini yaitu revolusi, perang, kerusuhan, kekacauan dan pertelagahan (?) di antara manusia. Dengan kata lain, mereka menciptakan pertentangan kelas di antara manusia. Mereka membagi manusia dalam beberapa klas dan ini menyebabkan manusia bertelingkah (?) di antara satu kelas dengan yang lain dan melalui cara inilah Komunisme diciptakan atau menyebarkan pemikiran Komunisme. Inilah cara Komunisme diciptakan dan disebarkan dan metode ini tidak akan berubah, siapa pun orang yang menjadi pemimpinnya.

                Kebijakan luar negeri Blok Komunis adalah tetap dalam kerangka berpikir dan pola operasionlanya, dan tidak berubah meski pemimpin mereka bergantian,  sejak Lenin, Stalin, Malinkov, Bulganin, Khrushchev atau Kosygin. Kebijakan luar negeri tidak berubah maka kesepakatan perdagangan, persetujuan damai atau hubungan diplomatik tidak akan mempengaruhi kebijakan mereka dalam bentuk kerangka berpikir dan pola operasional mereka. Tetapi kebijakan mereka langgeng, sehingga semua negara menjadi Komunis seperti mereka.

Isu Nasionalisme dalam Komunisme

Tetapi kegagalan Komunisme menyelesaikan isu nasionalisme telah melemahkan blok mereka sendiri dan menyebabkan keretakan blok sehingga sebagian negara Komunis memisahkan diri mereka dari Blok Komunis.

Mengenai masalah nasionalisme, dalam suatu persidangan yang dinamakan Kongres Umum Bolshovic  (Bolshovic General Congress) atau dikenali sebagai “Kongres April (April Congress)” pada 24 April 1917 untuk menyelesaikan isu nasionalisme yang meruncing. Lenin dan Stalin telah membuat usul partai Bolshovic masing-masing tentang dukungan terhadap gerakan nasionalisme yang menuntut kemerdekaan dari cengkeraman pihak penjajah. Mereka juga mendukung hak negara untuk menentukan arah tujuan mereka, kebebasan berpolitik dan kemerdekaan dari cengkeraman penjajah. Lenin adalah orang yang mengusulkan ide tersebut, dan Stalin lah  pendukungnya. Prinsip Komunisme tentang nasionalisme terbit dari pendapat Lenin ini. Dalam suatu majalah, kongres menyatakan “Kebebasan untuk mementukan visi (masa depan) termasuk untuk bercerai dan membentuk negara bebas mestilah diberikan kepada semua bangsa yang tergabung dalam anggota parlemen Soviet. Menafikan hak ini bermakna mendukung kebijakan penjajah dan penaklukan (ala Kapitalis). Sejatinya, pengiktirafan (?) terhadap hak negara untuk kebebasan inilah yang menjamin perpaduan dan kesatuan Proletariat semua negara di dunia dan menolong semua negara untuk berdekat dengan cara yang “demokratik”.

                Ini adalah apa yang telah disepakati dalam sidang tersebut. Ia boleh menyelesaikan masalah mereka jika mereka berpegang kepada prinsip dasar yaitu kebebasan untuk memisahkan diri  atas dasar nasionalisme. Tetapi pada kenyataannya mereka tidak berpegang sepenuhnya kepada prinsip tersebut namun kebebasan itu haruslah disetujui dan diluluskan oleh Partai Komunis. Mereka menyatakan: “Kebebasan setiap negara untuk berpisah janganlah dianggap sebagai perpisahan mutlak. Perpisahan yang kedua tersebut harus diputuskan oleh Partai Proletariat demi untuk perkembangan sosial dan perjuangan kelas Proletariat untuk Sosialis”. Dua kenyataan ini tidak menyelesaikan isu nasionalisme dan menyebabkan isu tersebut menjadi duri dalam daging bagi Komunisme. Pada ;langkah berikutnya, ini menyebabkan Partai Komunis Yugoslavia dipimpin oleh Tito bercerai dari Blok Komunis pusat. Perpisahan ini telah menyebabkan ketegangan dan pertelagahan (?) diantara Tito dan Stalin sehingga Khruschev berkuasa di mana dia telah menyelesaikan ketegangan di antara dua parti berselisih itu, namun begitu dia tidak berjaya untuk mengembalikan Parti Komunis Yugoslavia balik kepada Blok Komunis pusat. China telah dipengaruhi oleh isu nasionalism dengan kuat sehingga ia berusaha untuk menjadikan dirinya sebagai ketua Blok Komunis menggantikan Rusia dan mengembalikan tanah yang telah dirampas oleh Rusia pada masa pemerintahan Czar. Ini telah mengakibatkan ketegangan di antara dua negara tersebut dan ketegangan ini semakin memburuk lagi dengan adanya tafsiran yang baru dari Khrushchev dan Brezhnev mengenai perdamaian. Jadi China menuduh Rusia dari berpaling dari Komunisme dan China mencoba dan berhasil menarik negara seperti Albania, Korea Utara, Vietnam Utara dan Romania kepadanya. Jadi secara dunia keseluruhannya dan ideologinya, Blok Komunis sendiri menjadi dua blok. Perpisahan ini menyebabkan kebijakan luar negeri kedua dua Blok Komunis tersebut berlainan. (baru sampai di sini)

KONSEP PERTENTANGAN DALAM KOMUNISME

Dengan adanya perpecahan akibat isu nasionalisme, terdapat peristiwa yang sama berlaku dalam Partai Komunis Rusia berkaitan dengan isu pertentangan. Ini telah mengakibatkan perpecahan yang lebih buruk lagi dalam negara-negara Komunis yaitu mengalihkan kebijakan Soviet dari kebijakan Komunis yang kuat kepada kebijakan Czar Rusia. Konsep Pertentangan adalah ide yang mendasar dalam ideologinya dan politiknya. Jadi penyelewengan dari ide dasarnya mengubahkan kebijakan hubungan di antara negara Komunis dan negara Kapitalis atau menyebabkan perubahan radikal dalam kebijakan Komunis. Komunisme menyatakan bahwa untuk menghindar dari politik yang salah, maka manusia mestilah menjadi ahli revolusi dan bukan liberal.

                Kalau benar bahwa evolusi berlaku dengan adanya pertentangan (konflik) internal, dan dengan adanya konflik di antara kedua dua belah pihak yang bertikai, dan tujuan konflik adalah untuk menghapuskan konflik dan mengatasinya, maka perjuangan kelas Proletariat adalah tidak boleh dielakkan sama sekali. Maka pertentangan dalam sistem Kapitalis mestilah dibongkarkan dan disebarkan. Dan perjuangan kelas mestilah diteruskan. Jadi untuk menjadikan manusia tidak terjerumus ke dalam politik yang salah maka seseorang itu mestilah mengikuti arus politik kelas Proletariat, dan bukannya politik liberal yang mengaturkan kepentingan Proletar dan Bojuis, atau bukan politik yang menjalinkan kesefahaman diantara Komunisme dan Kapitalisme. Pertentangan ini terjadi dalam masyarakat biasa atau masyarakat antar bangsa. Jadi perjuangan konflik ini adalah tidak boleh ditolak sama sekali walau di dalam masyarakat biasa atau antarabangsa. Jadi pertembungan diantara negara Kapitalis dan Komunis adalah suatu yang tidak dapat dielakkan, mereka tidak dapat hidup aman antara satu sama lain, salah satu mestilah menguasai yang satu lagi dan adalah mustahil untuk mengelakkan pertelagahan di antara mereka berdua.

Pandangan Komunisme dalam Persefahaman

Ini adalah konsep Komunism tentang persefahaman yang menbawakan keamanan. Tetapi Parti Komunis Rusia telah menafsirkan politik ini dan menerangkan cara untuk mewujudkan persefahaman dan perdamaian di antara Rusia dan Amerika iaitu di antara negara Komunis dan Kapitalis. Parti Komunis Rusia menggangap bahawa idea percanggahan dan pertembungan di antara negara Komunis dan negara Kapitalis adalah merbahaya bagi negara Komunis dan dunia. Jadi selepas penciptaan senjata nuklear, penjelajahan angkasa lepas dan peluru berpandu antara benua, pertembungan ini tidak boleh dibiarkan melainkan dengan musnahnya kedua dua Komunism dan Kapitalism, dan ini berlawanan dengan penyebaran Komunism, jadi mereka mengusulkan perdamaian dan kerjasama di antara negara Komunis dan Kapitalis. China tidak bersetuju dengan cadangan Rusia dan pertelagahan terjadi di antara China dan Rusia. Pemimpin Komunis Rusia telah mengusulkan polisi yang mengaturkan dan persefahaman di antara Rusia dan Amerika. Sedangkan pemimpin China mengutuk idea ini dan berusaha untuk menentangnya. China mengkritik pemimpin Rusia yang mengatakan bahawa Kapitalis Barat dengan senjata nuklearnya adalah seperti seekor harimau yang tidak boleh dikalahkan, tetapi China mengatakan negara Kapitalis adalah seperti seekor harimau di atas kertas sahaja. Jadi mereka melihat keperluan untuk mendedahkan percanggahan di antara kepentingan Komunism dan Kapitalism untuk menghasilkan percanggahan dalam dunia keseluruhannya. Kelainan ini telah mengakibatkan pertelingkahan di antara Rusia dan China dan Blok Komunis telah berpecah kepada dua blok. Tetapi pertelingkahan dalaman Komunis mengenai isu nasionalism dan kelainan dalam melaksanakan percanggahan dalam pentas antarabangsa, tidak menjejaskan idea politik atau method perlaksanakannya. Tetapi idea Komunism dalam politik adalah sama iaitu penyebaran Komunism ke seluruh dunia. Method Komunism dalam politik masih sama iaitu menghasilkan pertembungan, kekacauan dan pertelingkahan. Tetapi Rusia tidak menggunakan method ini kepada setengah negara Kapitalis seperti Amerika, tetapi menggunakan method ini kepada setengah negara Kapitalis yang lain seperti Britain. China menggunakan method ini kepada semua negara Kapitalis. Jadi method mereka tidak dimansuhkan keseluruhannya dan tidak digugurkan dari buku Komunis, tetapi perlaksanaan baru telah dibangunkan oleh pemimpin Komunis Soviet untuk kepentingan Rusia.

IDEA Politik Dan Method Dalam Kapitalisme

Idea dasar tentang politik negara-negara Blok Kapitalis adalah pengembangan Kapitalism yang menjadikan agama terpisah dari masyarakat. Walau pun selalu boleh Dunia Kedua dan selepas Perang Dunia Kedua telah menjadikannya negara terkuat dan mempengaruhi politik dunia. Amerika mengekalkan kedudukannya sampai sekarang dan tidak membenarkan apa-apa keadaan politik yang boleh menjejaskan kedudukannya berlaku dalam pentas antarabangsa.

Kedua Rusia dan Britain telah berusaha untuk menepikan Amerika dari kedudukan negara terkuat; dan Rusia, Britain dan Perancis telah berusaha untuk mempengaruhi politik dunia. Amerika tidak menghalang mereka dari berusaha mendapatkan pengaruh dunia kerana Rusia adalah sekutu Amerika semasa Perang Dunia Kedua, ketua Blok Timur dan pengasas PBB. Jadi pengaruh Rusia tidak dapat diatasi. Amerika menghendaki Rusia mempunyai pengaruhnya dalam politik dunia untuk mengelakkan Perang Dunia sekali lagi dan menyelesaikan keadaan secara aman. Britain dan Perancis merupakan sekutu Amerika sebelum dan selepas Perang Dunia Kedua. Mereka juga adalah dua ahli penting dalam Blok Barat. Jadi Amerika yang mengetuai Blok Barat tidak ada pilihan melainkan membenarkan Britain dan Perancis mengambil bahagian dalam pentas politik dunia dan menjadikan kedua dua Britain dan Perancis sebagai perisai membentengi diri Amerika dari Rusia dan Blok Timur. Jadi negara negara Amerika, Britain, Perancis dan Rusia adalah negara negara yang terkuat yang mengarah politik dunia, mengadakan persidangan untuk menyelesaikan masalah dan berdebat tentang masalah politik dunia. Mereka mengadakan beberapa persidangan seperti persidangan Berlin, Geneva, Paris dan lain lain. Keadaan ini terjadi sehingga Perdana Menteri Rusia iaitu Khrushchev dan Perdana Menteri Amerika iaitu Kennedy telah mengadakan persidangan pada Jun 1961 untuk membahagikan dunia di antara dua negara tersebut. Selepas itu Britain dan Perancis telah kehilangan pengaruh dalam politik dunia, dan Amerika dan Rusia mengarah politik dunia mengikut kehendak masing masing. Usaha Britain untuk kembali ke kedudukan negara terkuat terjejas dan Perancis dalam era de Gaul telah mengalami nasib yang sama sehingga sekarang. Peranan negara utama ini seperti Britain dan Perancis dalam mengatasi krisis Asia Barat sebenarnya adalah rancangan Amerika dan Rusia untuk mengatasi Britain dalam masalah ini. Mereka mengalu alukan Britain dan Perancis ke krisis Asia Barat, tetapi tidak membenarkan kedua negara tersebut untuk mempengaruhi politik dunia. Britain merupakan lawan utama mereka dalam masalah ini, dan Perancis dimasukkan sebagai lawan kepada Britain. Apabila masalah berakhir, Britain dan Perancis akan merosot dalam pentas politik dunia. Jadi Britain dan Perancis tidak mempunyai apa apa peranan dalam politik dunia dan hanya kuasa yang boleh mempengaruhi politik dunia adalah Rusia dan Amerika.

Usaha Britain terhadap Amerika

Telah dikatakan dahulu bahawa Britain dan Rusia telah berusaha menepikan Amerika dari kedudukannya dalam politik dunia. Tetapi keadaan Britain berbeza dengan Rusia kerana dari segi kekuatan dan pengaruh mereka. Oleh kerana ini, Rusia berdiri sama dengan Amerika sebagai rakan dan sekutu, sedangkan Britain tidak berjaya berbuat demikian dan merosot menjadi buruk sepertimana sekarang ini. Untuk menerangkan perkara ini, Britain sejak pulih dari Perang Dunia Kedua tadi telah melakukan berbagai usaha untuk menepikan Amerika sebagai negara terkuat dan berpengaruh. Sebagai contoh ia tidak menolong Amerika dalam Perang Korea, peranannya hanyalah simbolik. Britain telah membongkarkan rahsia Amerika kepada China yang mana merupakan musuh utama Amerika dalam Perang Korea ini. Britain melalui taktik yang licik berjaya menggugat kedudukan Amerika sebagai negara terkuat dalam peperangan ini. Dalam Persidangan  Geneva untuk membincangkan masalah Indochina, Britain telah menyebelahi Blok Timur dan telah melemahkan kedudukan Amerika dalam persidangan ini. Dasar Britain ini telah menguntungkan Blok Timur dalam persidangan ini. Britain juga telah menyampaikan maklumat tentang perisikan dan aktiviti ketenteraan Amerika termasuk aktiviti perisikan kapal terbang U2. Ini membolehkan Rusia menembak jatuh kapalterbang ini. Dalam Persidangan Paris, Perdana Menteri Britain iaitu MacMillian telah berpihak kepada Khrushchev menentang Eisenhower dan telah berusaha menghinakannya sebagai Presiden Amerika. Dasar Britain ini telah menggagalkan persidangan tersebut dan melemahkan kedudukan Amerika. Jadi dalam beberapa hal, Britain telah menentang kedudukan Amerika sebagai negara terkuat di dunia. Tetapi Amerika meneliti keadaan ini, dan perjumpaan di antara Kennedy dan Khrushchev di Vienna telah berlangsung. Sejak itu Rusia dan Amerika telah menepikan kedudukan dan pengaruh Britain, dan seterusnya posisi Britain telah bertukar dari menentang Amerika kepada mepertahankan dirinya sendiri.

                Mengenai Rusia pula, ia telah melaksanakan perang dingin terhadap Blok Barat dan Amerika secara terperinci. Rusia telah berusaha untuk menepikan Amerika dari negara terkuat dan memiliki kedudukan  tersebut, dan telah berjaya dalam beberapa kali. Contohnya Rusia telah berjaya mengalihkan Amerika dari gelanggang kuatnya iaitu PBB kepada kawasan lain dalam mengadakan persidangan. Rusia juga telah memujuk Britain untuk menentang Amerika dan melemahkan posisi Amerika. Rusia juga telah berupaya menjadikan perhubungan Perancis dan Amerika tegang dan parah dan ini telah melambatkan beberapa akta antarabangsa. Rusia telah memperolehi kemajuan penjelajahan angkasa lepas dan mendahului Amerika dalam bidang ini, dan juga telah memajukan senjata nuklear dan peluru berpandu ballistik antara benua. Rusia telah membina pangkalan ketenteraan di Cuba dan menggugut kedudukan Amerika. Rusia juga telah membongkarkan beberapa rancangan Amerika di Congo, Mesir dan kawasan lain.

                Walaupun beberapa tindakan ini menjejaskan kedudukan Amerika, Rusia tidak berjaya untuk menepikan Amerika dari kedudukannya. Rusia hanya telah berjaya menemui kejayaan separa sahaja sehingga pertemuan di antara Kennedy dan Khrushchev pada tahun 1961. Sejak itu Rusia memberhentikan Perang Dingin dan berhenti daripada menggugat kedudukan Amerika. Rusia telah bersetuju menerima Amerika sebagai sekutu dalam politik dunia.

                Dalam politik dunia, Amerika masih merupakan negara terkuat di dunia ini. Amerika masih merupakan negara yang paling berpengaruh yang dapat mengarah dan membentuk politik dunia supaya mengikut kehendaknya. Apa yang mengekalkan kedudukan Amerika sebagai negara terkuat adalah pertubuhan United Nations yang telah menjadi faktor terpenting dalam menjaga kedudukannya.

Amerika Menggunakan United Nation (U.N.)

Selepas Perang Dunia Kedua, keadaan dunia dikawal oleh sekumpulan negara yang termasuk dalam Liga Negara (League of Nations, ) yang mana telah digantikan kepada United Nations selepas Perang Dunia Kedua. Liga  Negara dan PBB telah berusaha untuk menyelesaikan masalah dunia dan negara dan menguasai keadaan dunia kepada pendapat mereka sahaja. Negara yang tidak mahu menjadi ahli PBB ini atau tidak berupaya menjadi ahli telah diketepikan dari pentas politik antarabangsa dan tidak mempunyai pengaruh terhadapnya, tidak kira kekuatannya dan kedudukannya. Rusia selepas Perang Dunia Pertama dan Sepanyol selepas Perang Dunia Kedua adalah dua contoh di mana dua negara yang kuat yang sudah tidak berupaya untuk mempengaruhi politik dunia. Jadi adalah tidak senang untuk mengubahkan keadaan dunia yang bertentangan dengan kemahuan negara yang terkuat dan berpengaruh. PBB telah menjadi alat bagi negara yang terkuat dan berpengaruh untuk menjalankan kezalimannya secara senyap dalam selimut keadilan. PBB telah menjadi perisai melindungi negara terkuat dan berpengaruh dari pendapat majoriti dunia dan menjaga kedudukannya dari segala ketidak stabilan. PBB juga campurtangan dalam segala keadaan dunia, dan boleh memberikan pengaruh kepada politik dunia tanpa peperangan, dan seterusnya boleh mengubahkan kedudukan negara terkuat dan berpengaruh, dan sentiasa mempengaruhi keadaan dunia ini sama ada ianya betul atau salah.

                Oleh sebab itu, Amerika sentiasa berusaha untuk memperkuatkan PBB. Amerika telah membuka pintu kepada mana mana negara yang mahu menjadi ahli dan telah meluaskan Majlis Keselamatan (Security Council, ). Amerika juga menambahkan bilangan instituisi yang dimiliki oleh PBB dan menguasai institusi tersebut. Ini membolehkan Amerika memiliki kedudukan yang istimewa dan melaksanakan undang undang mereka sendiri. Kawalan ke atas PBB telah membuatkan Amerika mempunyai pengaruh ke atas negara lain di dunia terutamanya yang berusaha menepikannya dari kedudukannya seperti Britain. Amerika mengaku bahawa kedudukannya yang terkuat dan berpengaruh, dan kebolehanya untuk mengekalkan kedudukannya adalah bersesuaian dengan mengekalkan kekuasaan PBB di bawah kawalannya, iaitu menjadikan PBB terkuat dan berpengaruh supaya melindungi Amerika dari segala ketidak stabilan. Sejarah menyaksikan selepas terurainya Liga Negara, keadaan antarabangsa menjadi tidak menentu dan kedudukan negara terkuat dan berpengaruh berpindah dari Britain kepada Jerman. Amerika berusaha untuk menepikan apa apa krisis politik dan menepikan bahaya Perang Dunia lagi, yang boleh memusnahkan PBB seterusnya mengubahkan keadaan dunia dan menepikan kedudukannya sebagai negara terkuat dan berpengaruh. Jadi adalah menjadi kepentingan Amerika untuk mengikat PBB dengan kekuasaannya memelihara keadaan politik dunia supaya Amerika boleh terus menjadi negara yang paling terkuat dan berpengaruh.

Pertukaran Negara yang Kuat dan Paling Berpengaruh

Keadaan negara terkuat ini adalah tidak baru dan sentiasa berlangsung di dunia ini. Mesir zaman dahulu adalah kuasa besar dan Assyria adalah merupakan lawannya. Kerajaan Rom adalah kuasa besar suatu masa dahulu dan Persia adalah lawannya. Khilafah Islam dari zaman Khulafa Ar-Rasyidiin sehingga zaman Perang Salib adalah kuasa besar dan Eropah merupakan lawannya. Kerajaan Khilafah Islam Uthman di Turki adalah kuasa besar selama 3 kurun lamanya dan tidak mempunyai lawan atau saingan sehingga ke kurun ke 18. Sebelum Perang Dunia Pertama, Jerman adalah negara terkuat, dan Britain dan Perancis adalah saingannya. Selepas Perang Dunia Pertama, Britain menjadi negara terkuat dan Perancis sebagai saingannya. Jadi sepanjang masa ada suatu negara yang menjadi negara terkuat dan negara lain menjadi lawannya atau saingannya. Saingan ini tidak termasuk aktiviti politik tetapi dalam bentuk peperangan, pencerobohan dan penaklukkan wilayah negara saingan tersebut. Keadaan ini berkekalan sehinggalah pertengahan kurun ke 18 di mana undang undang antarabangsa diterima oleh dunia. Sejak itu aktiviti politik menjadi penting dalam perhubungan antarabangsa dan penyelesaian terhadap masalah antarabangsa. Negara mula mengalihkan aktiviti ketenteraan kepada aktiviti politik dalam usaha untuk menepikan kekuasaan negara lain dan menyelesaikan masalah. Oleh itu penyelesaian masalah dengan merujuk kepada undang undang antarabangsa telah menjadi perkara yang biasa dalam perhubungan antarabangsa. Aktiviti politik sendirinya, serta peperangan dan penaklukkan telah bertambah dengan banyaknya sebagai penyelesaian kepada masalah dunia ini. Perkara ini terjadi pada tahun 1919 apabila Liga Negara telah ditubuhkan dan penyelesaian masalah dengan merujuk kepada undang undang dan tradisi antarabangsa telah menjadi semakin banyak. Jadi aktiviti politik yang dilakukan oleh negara secara amnya, atau oleh negara yang bersaing dengan negara terkuat, atau negara terkuat sendiri, bergantung kepada undang undang dan tradisi antarabangsa. Jadi undang undang dan tradisi antarabangsa ini mestilah diketahui untuk disaksikan dari kacamata antarabangsa tentang realiti aktiviti politik tersebut dan bagaimana mereka dilaksanakan.

Tradisi Antarabangsa

Mengenai tradisi antarabangsa, ianya adalah seangkatan dengan kewujudan negara dan kerajaan itu sendiri. Ianya adalah suatu kanun undang undang yang berkembang akibat dari perhubungan di antara berbagai kumpulan manusia dalam masa peperangan dan keamanan. Undang undang ini telah menjadi tradisi antarabangsa kerana manusia telah mengiktirafnya dalam masa yang lama. Kerajaan mengiktirafnya dan menganggapnya sebagai suatu yang wajib diikuti oleh mereka. Kewajiban ini adalah lebih moral dari  fizikal, dan dilakukan secara sukarela berpunca dari ketakutan terhadap pendapat majoriti. Sesiapa yang melanggar tradisi ini adalah didedahkan kepada kemarahan umum. Persetujuan orang Arab, sebelum kedatangan Islam adalah mengelakkan peperangan dalam bulan bulan yang suci adalah salah satu contoh tradisi ini. Oleh kerana tradisi ini puak Quraysh telah mengkritik Rasulullah saw. secara hebat apabila perkumpulan Abdullah bin Jaysh telah membunuh Umar bin Al-Hadramy, menangkap dua orang Quraysh dan mengambil harta mereka. Kaum Quraysh telah menghebohkan dan menyebarkan perkara ini dan mengatakan bahawa Rasulullah saw. telah menyalahi bulan suci dengan menumpahkan darah, merampas harta benda dan menangkap manusia. Kaum Quraysh telah membangkitkan suara majoriti membangkang Rasulullah saw. kerana telah melakukan perkara yang menyalahi undang undang atau tradisi antarabangsa. Jadi dalam semua dan berbagai kumpulan manusia, terdapat undang undang yang di mana sama bagi mereka semua, yang mana dipatuhi dalam masa keamanan dan peperangan, perutusan, harta rampasan dan lain lain. Jadi setengah undang undang ini adalah sama bagi semua orang tetapi setengahnya adalah terhad kepada setengah golongan. Walaubagaimana pun, tradisi antarabangsa adalah berkembang sesuai dengan keperluan negara dan kerajaan, dan sesuai dengan keperluan bagi perhubungan kumpulan manusia dengan manusia yang lain.

                Manusia merujuk kepada tradisi dan undang undang ini dan berpaling kepada pendapat majoriti untuk menghukum orang yang menyalahi tradisi atau undang undang ini. Tidak ada kekuasaan fizikal dalam menegakkan undang undang ini, dan manusia berpegang kepadanya secara sukarela dan secara moralnya. Berdasarkan kepada undang undang atau tradisi ini, perkumpulan manusia yang berlainan akan menjalankan aktiviti politik yang berlainan.

Pengembangan Islam ke Eropah

Mengenai undang undang antarabangsa, ianya diaturkan kahs untuk menyekat Khilafah Islam Uthman. Ini kerana Khilafah Islam telah menakluki Eropah, melancarkan jihad ke atas orang Kristian Eropah dan menakluki satu negara selepas satu negara. Mereka telah menakluki Greek, Romania, Albania, Yugoslavia, Hungary dan Austria sehingga sampai ke pintu gerbang kota Vienna. Khilafah Islam telah mengakibatkan orang Kristian berasa takut dan menggangap bahawa tentera muslim tidak boleh dikalahkan, dan tentera muslimin tidak takut untuk mati kerana iman mereka, yakni kematian begitu akan membawa kepada balasan syurga dan juga kerana iman mereka kepada Al-Qadha dan ajal. Orang Kristian Eropah menyaksikan dengan mata mereka sendiri bagaimana keberanian dan kesungguhan tentera muslimin dan kekalahan mereka di tangan tentera muslimin. Ini menyebabkan orang Kristian Eropah lari dari medan peperangan sebelum mereka bertempur menentang tentera Islam, dan tentera Islam mempunyai tugas yang mudah untuk menakluki Eropah dan membawanya ke atas kekuasaan Islam. Pada masa ini Kristian Eropah terbahagi kepada wilayah feudal. Setiap negara terbahagi kepada wilayah yang diperintah oleh pemimpin feudal yang berkongsi kuasa dengan Raja yang memerintah. Ini menyebabkan Raja tersebut tidak berupaya untuk memerintahkan wilayah untuk berperang dan menepikan ketua feudal ini yang sering campurtangan dalam masalah luaran. Ini menyebabkan tentera Islam mempunyai tugas yang lebih mudah untuk menawan Eropah.

Kedudukan negara Eropah tinggal begitu sehinggalah akhir kurun ke 16 dimana negara Eropah mula menubuhkan suatu kumpulan untuk mempertahankan diri mereka dari Khilafah Islam. Negara negara ini adalah dikuasai oleh gereja dan agama Kristian adalah penghubung di antara mereka. Jadi negara negara ini mula menubuhkan suatu masyarakat Kristian dan mengatur hubungan di antara mereka. Mereka mula mengatur undang undang tentang perhubungan mereka dan inilah titik permulaan undang undang antarabangsa. Jadi akar umbi undang undang antarabangsa adalah kesatuan yang negara negara Eropah mewujudkan berasaskan kepada hubungan kerohanian agama untuk menyekat pengembangan Islam oleh Khilafah Uthman. Kesatuan ini membuatkan negara negara Kristian ini menjadi bersatu mengenai beberapa perkara. Di antara perkara ini adalah persetujuan di mana kesemua ahli mempunyai hak sama rata, mempunyai idea dan etika, dan mesti menjadikan Pope Katolik sebagai ketua kerohanian bagi semua negara ahli tanpa mengira mahzab mereka. Ini menjadi nukleus bagi undang undang antarabangsa. Tetapi kesatuan ini tidak berkesan untuk menyatukan mereka. Sistem feudal ini merupakan halangan utama kepada negara dalam usaha mereka menguatkan diri mereka dan polisi luaran mereka. Kekuasaan gereja ke atas negara negara telah menepikan kekuasaan dan kebebasan negara negara tersebut. Keadaan ini menjadikan pertelagahan di antara gereja dan negara, dan menyebabkan sistem feudal dimusnahkan. Pada masa ini ada pergolakan di antara gereja dan negara di mana gereja telah kehilangan kuasa mereka ke atas polisi luaran dan dalaman negara. Negara masih mengekalkan agama Kristian mereka, apa yang berubah adalah perhubungan dan kekuasaan yang ada pada negara dan gereja, untuk membolehkan negara bebas dari kekuasaan gereja. Oleh sebab itu negara Eropah telah menjadi kuat walaupun tidak kuat untuk mengalahkan Khilafah Islam. Keadaan ini berlangsung sehinggalah ke pertengahan kurun ke 17 iaitu 1648 AD., apabila negara Eropah melangsungkan persidangan di West Valia. Dalam persidangan ini, negara negara Kristian Eropah mengusulkan undang undang mereka yang berkaitan dengan perhubungan antara satu sama lain dan mengatur satu sama lain untuk menyekat pengaruh dan kekuatan Khilafah Islam. Persidangan tersebut mengusulkan asas utama undang undang antarabangsa, yang bukan sebenarnya undang undang antarabangsa yang biasa tetapi undang undang yang berkenaan dengan negara negara Kristian Eropah. Undang-undang ini menyekat pengembangan Khilafah Islam dan menyekatnya ke dalam kumpulan ini. Sejak dari ini, masyarakat antarabangsa ini wujud dan  terdiri dari kumpulan negara negara Kristian Eropah tak kira bentuk kerajaan samada monarki, republik, Katholik atau Protestent. Pada permulaan masyarakat ini terdiri dari negara Kristian Eropah Barat, kemudian mengambil masuk negara Kristian Eropah dan kemudian mengambil juga negara negara yang bukan Kristian. Khilafah Islam tidak dibenarkan masuk ke dalam kesatuan ini sehinggalah ke pertengahan kurun ke 19 apabila ianya lemah sehingga digelar orang sakit Eropah. Khilafah Islam telah membuat permohonan untuk keahlian dalam kesatuan ini tetapi permohonannya tidak diterima. Permohonan diterima oleh kesatuan negara Eropah dengan syarat Khilafah Islam mestilah meninggalkan undang undang Islam dalam polisi luaran dan mengambil undang undang Eropah. Apabila Khilafah bersetuju untuk menerima syarat ini, barulah permohonan untuk menjadi ahli masyarakat ini diterima iaitu pada tahun 1856 AD. Selepas ini negara bukan Kristian seperti Jepun telah menjadi ahli. Jadi persidangan di West Valia pada tahun 1648 AD. adalah persidangan pertama di mana asas perhubungan antarabangsa di antara berbagai negara dilaksanakan. Melalui asas inilah, aktiviti politik berlangsung mengikut acuan tersebut yang mewujudkan aturan yang seragam dan aktiviti secara kumpulan mula berlaku.

Keseimbangan Dunia dan Persidangan Antarabangsa

Berdasarkan kepada asas ini, terdapat dua idea yang jelas dan merbahaya. Satunya adalah keseimbangan dunia dan kpersidangan antarabangsa. Keseimbangan dunia adalah menjadikan apabila sesuatu negara bangun dan cuba meluaskan wilayahnya dengan menaklukkan negara lain, maka semua negara lain mestilah menyekat perluasan negara penakluk tersebut dan oleh itu menjanjikan keseimbangan dunia dan menyekat dari berlaku peperangan. Idea kedua adalah negara Eropah selalunya membuat persidangan  untuk membincangkan masalah dunia yang mempunyai kepentingan mereka sahaja. Kedua dua idea inilah yang menyebabkan negara negara lain yang ditakluki oleh negara penjajah mempunyai kesukaran untuk menyekat kekuasaan negara penjajah dari menguasai mereka.

                Kedua dua idea digunakan dalam pada masa Napoleon iaitu permulaan kurun ke 19. Bila mana Revolusi Perancis berlaku, idea idea berkenaan kebebasan, kesamaan hak bagi negara dan individu merebak, dan peta seluruh Eropah berubah akibat dari revolusi ini dan ideanya. Perubahan ini berlaku sehingga menyebabkan terciptanya negara baru dan musnahnya negara yang lama. Dalam keadaan ini, negara negara Eropah telah bersatu menentang Perancis dengan alasan untuk mengekalkan keseimbangan dunia. Apabila Napoleon ditewaskan, negara negara ini telah berjumpa dalam persidangan Vienna pada 1815 dan berusaha untuk mengembalikan keseimbangan dunia dan mengatur semula perhubungan negara negara Kristian antarabangsa. Pemerintahan monarki telah dikembalikan semula di tempat tempat seperti Prussia dan Austria, persekutuan telah dibentuk di antara Sweden dan Norway. Belgium dan Holland telah disatukan untuk menyekat perluasan Perancis. Switzerland telah diletakkan sebagai negara yang berkecuali. Untuk melaksanakan keputusan persidangan ini, negara negara yang mengganggoti persidangan menubuhkan pula suatu pakatan yang terdiri dari Raja Raja dari Prussia, Rusia, Austria dan dipersetujui oleh Raja England. Kemudia Perancis telah mengangotai pakatan ini untuk bersama sama menakluki negara lain. Kemudian pada tahun 1818 Rusia, England, Prussia, Austria dan Perancis telah menandatangani  perjanjian X-Lashapel iaitu negara negara ini bersetuju untuk campurtangan secara ketenteraan terhadap segala macam gerakan revolusi yang mungkin menggugat persetujuan dalam persidangan Vienna.

                Begitulah caranya lima buah negara menjadikan diri mereka sebagai pengawal keselamatan, untuk mengekalkan keamanan dan aturan dalam masyarakat antarabangsa iaitu masyarakat Kristian antarabangsa, yang kemudiannya diluaskan untuk memasukkan setengah setengah negara muslim ke dalam pakatan tersebut apabila Khilafah Islam menjadi lemah. Negara ini campurtangan dengan helah untuk mengekalkan keamanan, telah campurtangan dalam beberapa kali iaitu di Naples pada 1821, Sepanyol pada 1827, Portugal pada 1826 dan Mesir pada 1840 AD.

                Negara negara ini cuba untuk campurtangan di Amerika untuk menolong Sepanyol mendapatkan balik tanah jajahannya tetapi Amerika telah menjadi negara yang kuat, telah menyekat usaha usaha tersebut. Presiden Amerika iaitu James Monroe telah mengeluarkan Doktrin Monroe pada tahun 1823 yang mana beliau berkata “Amerika tidak akan membenarkan mana mana negara Eropah camprtangan dalam hal ehwal atau menakluk benua Amerika”. Akibatnya negara negara pakatan Eropah tersebut berhenti dari campurtangan.

Pertubuhan Liga Negara-negara

Inilah asas bagi undang undang antarabangsa yang mana telah memberikan helah kepada negara negara Eropah yang kuat untuk campurtangan dan memerintah negara negara lain. Ini juga adalah asas di mana negara negara Eropah tersebut membuat rancangan politik mereka untuk mencapai objektif mereka dan meraih kepentingan di samping untuk berlumba lumba mengatasi antara satu sama lain. Tetapi terdapat perubahan dalam undang undang antarabangsa ini. Perubahan ini telah memberikan faedah kepada negara kuat dan adalah semata mata untuk kepentingan mereka iaitu membahagikan harta kekayaan dunia di antara mereka dengan cara yang tidak meletuskan peperangan. Abad ke 19 adalah abad di mana penjajahan  berlaku di mana negara kuat berlumba lumba di antara satu sama lain untuk menjajah negara lemah. Oleh kerana dari dasar penjajahan itu sendiri, pertelingkahan di antara negara negara kuat Eropah ini tidak dapat dielakkan walaupun ianya tidak meletuskan peperangan yang besar besaran di antara negara kuat tersebut. Tetapi apabila Britain, Perancis dan Rusia memikirkan bahawa Jerman menjadi negara yang kuat dan boleh menggugat kedudukan dan kepentingan mereka, dan boleh membolot kekayaan minyak di Iraq, Iran dan semenanjung Arab yang menjadi impian Britain, maka ketiga tiga negara tersebut telah melancarkan peperangan terhadap Jerman. Khilafah Uthman telah berpihak kepada Jerman menentang Pihak Bersekutu yang terdiri dari tiga negara itu dan telah kalah dalam peperangan tersebut. Apabila peperangan itu tamat, Rusia telah menarik diri dari pakatan itu dan Amerika telah pulang memencilkan diri. Oleh itu tinggallah kedua Britain dan Perancis. Untuk mengaturkan rancangan penjajahan mereka dan menepikan pertelagahan di antara mereka, maka kedua dua negara tersebut menubuhkan semula Liga Negara Negara, dengan tujuan untuk mengaturkan urusan dunia dan mengelakkan peperangan. Walau bagaimana pun, Liga ini ditubuhkan dalam keadaan yang penuh dengan percanggahan dan tidak dapat menjalankan peranannya, dan tersekat kerana negara utama tidak mahu menukarkan polisi mereka. Dalam persidangan damai selepas peperangan, tugas utama negara yang terlibat adalah mengatur keseimbangan kuasa di antara berbagai negara, menjaga kepentingan dan membahagikan kekayaan Jerman dan Khilafah Islam kepada negara yang menang dalam peperangan. Negara penjajah melakukan pencerobohan terhadap kedaulatan mereka, tetapi mahu menegakkan kekuasaan mereka terhadap jajahan takluk mereka di mana mereka memberikan takrifan baru iaitu “negara di bawah mandat”. Sebab kesemua ini adalah kegagalan Liga Negara Negara untuk menjalinkan perhubungan dan persefahaman antarabangsa dan memberikan keamanan dunia. Negara penjajah cuba menandatangani persetujuan antarabangsa untuk keamanan dunia dan menyekat dari berlakunya pertelagahan dalam tanah jajahan mereka. Mereka menubuhkan Persetujuan Geneva pada tahun 1924 di bawah Liga Negara Negara yang bertujuan untuk menyelesaikan pertelagahan dengan keamanan dan mewajibkan rujukan kepada Liga tersebut. Pada tahun 1925, persetujuan Zyrcans telah ditandatangani untuk mewajibkan kerjasama di antara negara negara. Pada tahun 1928, akta Berlin Kilage telah dirangka untuk mengelakkan peperangan untuk menyelesaikan permasalahan. Kemudian pada tahun 1928, sekali lagi persetujuan di Geneva dirangka untuk mewajibkan rujukan kepada Liga untuk penyelesaian kepada sebarang permasalahan. Walau bagaimana pun, kesemua persetujuan ini gagal untuk menyelesaikan berbagai masalah yang timbul seperti peperangan China-Jepun pada 1933, peperangan Italy-Ethiopia pada 1936, penaklukan Jerman terhadap Austria dan Czechoslovakia pada 1938 dan Poland pada tahun 1939 yang menyebabkan Perang Dunia Kedua pada 1939. Jadi perwujudan organisasi antarabangsa ini adalah perubahan yang besar yang terjadi dalam perhubungan antarabangsa, tetapi perubahan ini yang terjadi sebenarnya tidak membawakan banyak perubahan kerana negara negara masih bertelagah mengenai harta kekayaan dan rampasan dari jajahan takluk sehinggalah terjadinya Perang Dunia Kedua. Hanya selepas itu negara negara berpendapat bahawa cara yang terbaik untuk menjalinkan perhubungan adalah mewujudkan suatu masyarakat antarabangsa. Pertubuhan ini terdiri dari negara negara kuat dan selepas itu melingkungi negara negara lain. Perhubungan dunia adalah diaturkan oleh pertubuhan ini. Jadi beberapa perkara digariskan oleh pertubuhan tersebut:

1.    Persidangan di mana kuasa kuasa besar atau negara kuat di dunia membuat pakatan untuk menguasai dunia, berpakat untuk membahagikan kekayaan dunia di antara mereka dan mengelakkan wujudnya kuasa lain selain dari mereka.

2.    Organisasi antarabangsa yang mengaturkan perhubungan antara kuasa besar ini dan mengawasi kekuasaan mereka ke atas dunia, dan

3.    Organisasi antarabangsa yang bertindak seperti negara antarabangsa yang mengaturkan polisi dunia dan menegakkan kekuasaan ke atasnya.

Pertubuhan Liga Negara-negara

Untuk lebih lanjut lagi, keadaan antarabangsa diwakili oleh Prussia, Rusia, Austria dan England. Bila mana Perancis cuba untuk menyekat kekuasaan mereka dan menepikan keseimbangan tersebut sehingga telah mengubahkan peta Eropah, keempat negara tersebut telah memerangi Perancis dan memusnahkan cita citanya untuk menguasai Eropah. Tetapi setelah itu Perancis dimasukan ke dalam kumpulan negara tersebut untuk menguasai dunia. Jadi setelah itu keadaan antarabangsa bergantung kepada lima negara kuat itu. Selepas itu Britain berjaya mendahului negara negara lain. Apabila Jerman mengoncangkan kekuasaan Britain dan merampas kekayaan minyak dari dunia Islam, maka Perancis, Britain dan Rusia telah memerangi Jerman dan memusnahkan harapannya. Selepas itu ketiga negara itu telah berjaya untuk menguasai sebahagian besar dunia ini. Britain telah mempunyai habuan yang paling besar dan Perancis berjaya untuk menakluki bahagian kecil tanah jajahan di dunia ini. Keadaan dunia ini hanya berlegar di antara Britain, Perancis dan sedikit dengan Italy, tetapi Britain mengekalkan posisi mereka sebagai negara utama dunia, menepikan pencabar lain dan mengelakkan kewujudan negara yang boleh menggugatkan kedudukannya. Liga Negara Negara ini ditubuhkan dengan helah untuk mengekalkan keamanan dunia. Apabila Jerman sekali lagi mahu menepikan Britain dan menjadi negara utama yang baru, maka Britain dan Perancis bersatu menentangnya yang mana disertai oleh Amerika dan Rusia yang telah kemudiannya menghancurkan Jerman dalam Perang Dunia Kedua. Tetapi kali ini keadaan tidak memihak kepada Britain yang telah mengalami kehausan akibat peperangan, dan Amerika kekal menjadi kuat dan kemudiannya menjadi negara utama dunia. Kemudian keadaan antarabangsa bergantung kepada Amerika dan Rusia, Perancis dan Britain pula menjadi negara aturan kedua.

Negara  Ideologis selepas Perang Dunia II

Tetapi selepas Perang Dunia Kedua, perubahan baru terjadi pada dunia menyebabkan dunia ini berpisah kepada dua blok. Ini menyebabkan pertelagahan antarabangsa menjadi lebih rumit dan kompleks dari sebelumnya. Sebelum Perang Dunia Pertama, terdapat kumpulan negara negara tetapi negara tersebut bukanlah blok. Sebelum Perang Dunia Kedua, keadaan dunia terbahagi kepada demokratik, Nazi dan Facist, tetapi negara negara ini bukanlah blok ideologi kerana Nazi dan Fasict bukanlah ideologi. Jadi sebelum Perang Dunia Kedua, tidak ada blok ideologi.

                Tetapi selepas Perang Dunia Kedua, dunia menjadi terbahagi kepada blok blok ideologi iaitu blok Barat yang diketuai oleh Amerika, dan Timur yang diketuai oleh Rusia. Walaupun kedua dua blok ini menentang antara satu sama lain atas dasar ideologi dan mempunyai kepentingan yang bertentangan, penubuhan mereka adalah didasarkan kepada kepentingan material, kerana ideologi bukanlah satu satunya faktor yang membahagikan dunia ini kepada dua blok. Kepentingan material dunia ini adalah faktor yang membahagikan dunia ini. Blok Barat mengembangkan ideologi mengikut kehendak negara yang didasarkan kepada Kapitalism yang menjadikan kepentingan kebendaan sebagai tolok ukur perbuatan. Tetapi bagi Blok Timur, kepentingan global ini adalah mengikuti ideologi Komunism dan polisi pengembangannya. Jadi Blok Barat ini mengandungi negara negara yang tidak menganuti ideologi Kapitalism tetapi mempunyai kepentingan dalam Blok tersebut. Tetapi dalam Blok Timur, keadaan tersebut tidak wujud dan semua negara dalam Blok Timur adalah Komunis, kerana Komunism terletak dalam pertengahan blok ini. Oleh kerana terdapatnya retakan dalam Blok Barat, maka setengah negara negara dari Blok Barat telah menjadi ahli dalam Bok Timur. Juga kemungkinan adanya blok baru yang boleh terbit dari Blok Barat yang mendiri sebagai blok yang bebas dan mempunyai pengaruh dalam keadaan aman dan peperangan di dunia ini.

Pertelagahan Dalam Blok Barat

Dalam Blok Barat, ianya berpecah secara dalaman. Ini disebabkan oleh Amerika yang menepikan Britain sebagai negara kuat dan utama di Barat. Pertelagahan atau pembahagian ini dalam Blok Barat adalah jelas dan ini adalah sebab yang mengelakkan satu lagi Perang Dunia dari meletus. Dalam politik dunia, negara utama tidak bertindak seperti ketua yang memberikan arahan kepada semua negara lain, tidak seperti Britain yang tidak mengendahkan negara negara sekutunya tetapi bertindak seperti laksmana yang memberikan arahan kepada perajuritnya. Inilah sebabnya mengapa negara negara yang hampir kepada negara utama (contohnya Britain) dari segi kekuatannya, adalah lebih jahat dan melawan jika dibandingkan dengan negara negara yang lemah. Sebab ini boleh dilihat dalam polisi Amerika sendiri. Amerika selepas Perang Dunia Kedua meninggalkan peperangan tersebut sebagai negara yang menang tanpa mengalami banyak kemusnahan jika dibandingkan dengan Britan, Perancis dan Rusia, dan mahu menepikan kedaulatan negara negara lain dan mahu meluaskan kekuasaannya ke atas dunia seluruhnya. Oleh kerana kekuatannnya dan kekayaan alamnya, maka Amerika menjadi sombong dan berpendapat bahawa ia mesti memerintah seluruh dunia. Negara lain mula meminta pertolongan dan restunya. Keadaan ini menjadikan Amerika berusaha untuk menawan Eropah terutamanya Britain yang mempunyai paling banyak tanah jajahan. Amerika mendapat cita citanya melalui rancangan Marshall dan polisi bantuan ekonomi dan pinjaman.

                Apabila ia mahu menjadi pemimpin kepada negara negara Eropah, Amerika mula melakukan serangan kepada wilayah jajahan Eropah supaya wilayah jajahan tersebut menjadi milik mereka secara perlahan perlahan dan ini berbeza daripada cara mereka menyerang negara Eropah.

                Oleh itu perbalahan di antara negara negara dalam Blok Barat menjadi runcing. Ia bukan masalah baru tetapi masalah yang lama, dan telah bermula sebelum Perang Dunia Kedua dari segi ekonomi di antara dua negara dan berlanjutan kepada pertelagahan politik dalam seluruh blok mereka. Pertelagahan ini berkaitan dengan ekonomi secara khasnya kepada minyak mentah. Hal ini terjadi kerana perjanjian di antara Britain dan Amerika berkenaan dengan minyak. Dan juga Britain memerlukan pertolongan Amerika yang menjadi punca perbalahan di antara dua negara ini dan seterusnya kepada negara negara lain dalam Blok Barat. Apabila Perang Dunia Pertama berakhir, keadaan berubah memihak kepada Britain, walaupun Perancis menyaingi Britain dan saingan di antara dua negara ini adalah jelas. Jadi Britain berusaha untuk melemahkan Perancis sementara menguatkan Jerman, dan menyokong gerakan gerakan patriotik dan nasionalistik di wilayah jajahan Perancis. Jadi Britain membuat kekacauan bagi Perancis dan menjadikan Perancis sibuk untuk melindungi diri mereka dari Jerman. Inilah masanya Italy menjadi kuasa dunia, dan Jerman menjadi kuasa saingan bagi kedua dua Britain dan Perancis dan kemudiannya terjadi pakatan Rome-Berlin. Britain terpaksa mengeluarkan Amerika daripada pemencilan kepada pentas dunia ini dengan minyak di dalam kawasan Timur Tengah. Jadi perjanjian minyak ditandatangani di antara Amerika dengan Britain. Tetapi apabila Amerika mula menjelajahi minyak yang terdapat dalam kawasan itu, syarikat mereka telah mula mengetahui tentang kepentingan minyak dari segi ekonomi dan juga untuk kewujudan Amerika sendiri. Amerika telah mula mengambil alih peranan Britain dalam penjelajahan minyak di kawasan itu. Amerika mula memperolehi habuan yang banyak dan terjadilah saingan di antara Britain dan Amerika. Melalui penjelajahan minyak dalam kawasan Timur Tengah, Amerika beransur ansur keluar daripada pemencilan selama ini. Selepas Perang Dunia Kedua, Amerika telah mngambil alih kedudukan sebagai negara penjajah  utama, tetapi Britain, Perancis dan Holland telah ketinggalan. Holland oleh kerana kelemahannya telah menjadi kurang penting.

                Mengenai Britain keseluruhannya, ianya kehilangan pengaruhnya di Timur, Mediterranean dan negara negara lain di dunia. Ini menjadikan keadaan Britain sama seperti negara negara biasa di dunia atau seperti negara lain yang kecil di dunia. Amerika masih dalam usahanya menepikan pengaruh Britain di dunia ini. Mengenai Perancis pula, ianya menjadi lemah apabila kehilangan wilayah jajahannya di Timur Jauh dan di Afrika. Walaupun De Gaul telah dalam usahanya menjadikan Perancis sekali lagi negara utama, tetapi usahanya tidak berjaya dan terletak di bawah dari Britain, dengan tidak ada pengaruh di dunia ini. Walaupun ianya masih negara utama, ini tidak menjadikannya mempunyai lebih pengaruh dari negara lain di dunia.

                Jadi ini menunjukkan bahawa pertelagahan Blok Barat itu sendirinya telah menjadikan negara negara dalam blok tersebut menjadi lemah, kecuali Amerika yang melemahkan negara negara tersebut dengan cara merampas wilayah jajahan negara Blok Barat, dan telah menguatkan keadaan mereka sendiri dan menjadi kuasa utama dunia. Tetapi Britain melalui rancangan politiknya sentiasa berusaha untuk merampaskan kedudukan Amerika.

                Jadi dalam menyaksikan Blok Barat sebagai satu unit, terdapatnya pertelagahan dan saingan dalam ahli ahlinya di mana mereka sentiasa mahu merebut kedudukan negara utama dengan menipu satu sama lain dan aktiviti politik lain.

Pertelagahan dalam blok Timur

Mengenai Blok Timur, dasarnya adalah ideologi dan adalah diketuai oleh Rusia secara ideologi dan ketenteraan. Rusia memainkan peranan sebagai guru dan pelindung bagi Blok Timur. Tidak ada negara lain dalam Blok Timur yang menyaingi Rusia dalam kepimpinan intelek dan politik. Sejak Stalin, polisi dalaman Blok Timur adalah menguatkan sistem negara dan industri, dan untuk membesarkan dan menguatkan ketenteraan supaya boleh menyerang dan mempertahankan diri dalam masa yang sama. Mengenai polisi luaran pula, tidak ada persefahaman dan keamanan yang boleh wujud di antara Sosialism dan Kapitalism. Kapitalism sentiasa dilihat sebagai musuh bagi Sosialism kerana perbezaan dasar dari segi ideologinya. Apabila Perang Dunia Kedua berlaku, Rusia, Amerika, Britain dan Perancis boleh hidup bersefahaman di antara satu sama lain. Tetapi ini tidak berlaku dalam masa yang panjang, dan kerjasama yang berlaku dalam masa perang di antara negara negara ini adalah menakjubkan tetapi berakhir apabila perang ditamatkan. Perang Dingin di antara Blok Timur dan Barat disambungkan, walaupun persetujuan secara diplomatik diteruskan. Walaupun perhubungan ini terjadi dalam PBB, dalam persidangan  antarabangsa, persetujuan diplomatik, tidak mengubahkan dasar Parti Komunis. Kesemua ini adalah cara berpolitik yang berlainan yang telah difikirkan oleh Rusia.

                Polisi Komunis terhadap Blok Barat adalah didasarkan kepada polisi Rusia sendiri. Terdapat idea dalam Sosialism mengatakan bahawa adalah mustahil untuk kedua dua Sosialiam dan Kapitalism untuk hidup bersama dan satu darinya akan mengalahkan satu yang lain. Kesemua buku buku Komunism mengatakan bahawa terdapat pertelagahan yang besar di antara kedua dua ideologi ini yang dipegang oleh Lenin, Stalin dan yang lain. Tidak ada ahli politik Komunis, sama ada pemimpin atau tidak, dibenarkan untuk mengeluarkan idea tentang persefahaman dan kerjasama dalam kehidupan. Jika ada yang mengembangkan idea yang demikian, mereka akan dicapkan sebagai pengkianat yang sesat dari polisi Komunis. Adalah benar bahawa apabila Malnikov menggantikan Stalin, dia telah menambahkan perhubungan diplomatik dan telah menjadi aktif dalam hubungan diplomatik luar Soviet Union. Tetapi ini tidak dipandang sebagai perubahan dalam polisi Rusia tetapi sebagai suatu pengembangan dalam cara yang digunakan dalam polisi Rusia. Tidak benar jika difikirkan bahawa Malnikov telah berusaha untuk mengadakan hubungan diplomatik untuk mencari jalan bagaimana Komunism dan Kapitalism akan hidup bersefahaman di antara satu sama lain. Walaupun beberapa kali ia telah mengeluarkan pendapat ini, sebenarnya dia hendak menambahkan hubungan diplomatik hanya mahukan untuk mengelakkan terletusnya satu lagi Perang Dunia, supaya mendapat lebih masa untuk mengembangkan Komunism dan mengumpulkan sebanyak yang mungkin untuk mementang Blok Barat. Perletakan jawatannya adalah tidak mengena dengan penyelewengannya dari idea Komunism yang sebenar, kalau tidak selama ini dia menentang idea Komunism yang sebenar. Tetapi apa yang berlaku ialah cara yang digunakan olehnya mendatangkan rasa tidak senang bagi ahli ahli Parti Komunis yang lain. Jadi polisi Komunism mengatakan kerjasama dan persefahaman dalam kehidupan di antara Kapitalism dan Komunism adalah mustahil dan pertelagahan di antara kedua mereka adalah sentiasa tidak boleh dielakkan.

                Inilah keadaan kedua dua blok ini dari dasar ideologi, politik dan polisi antarabangsa. Tetapi sejak 1961, terdapat perubahan besar dalam dunia blok tersebut yang mengakibatkan perubahan dalam keadaan  antarabangsa. Sejak 1956, gerakan dan aktiviti berlaku dalam kedua dua blok yang berkembang dan bertambah menjadikan kedua dua blok tadi merosot.

Asas Sosialisme Di Russia

Dalam Blok Komunis, negaranya bukan nasionalis, iaitu satu negara bagi seluruh dunia. Ini adalah keadaannya walaupun sejak tafsiran Komunis oleh Stalin. Dalam persidangan Petrograd pada 26 July 1917, Parti Komunis mengambil keputusan untuk mengadakan revolusi untuk mngambil kuasa. Dalam persidangan tersebut, satu ahli dari kumpulan Trotsky mencadangkan bahawa negara ini tidak boleh menjadi negara Sosialis melainkan revolusi dicetuskan dahulu di Barat. Stalin menentang cadangan ini dan berkata “Tidak ada apa apa yang menghalang Rusia dari menjadi negara pertama untuk mengembangkan Sosialism. Kita mesti menentang idea yang mengatakan bahawa Barat boleh memberikan haluan yang benar bagi kami. Terdapat dua jenis Marxism iaitu yang pertama adalah jumud dan dogmatik dan kedua adalah yang dinamik, dan saya berdiri teguh atas yang kedua”. Ini adalah bagaimana ideologi Komunism bertukar dari revolusi sosial yang universal dan tercetus di mana terdapatnya buruh dan industri iaitu di Eropah, kepada revolusi Rusia yang bermula di Rusia dan berkembang ke seluruh dunia. Jadi negara di Rusia adalah negara dasar bagi semua negara Komunis di seluruh dunia. Dalam suatu lapuran yang diberikan kepada ahli jawatan kuasa pada 14 Mei 1918 mengenai polisi luaran Lenin berkata “Kita tidak mempertahankan persetujuan rahsia, kita sebenarnya menunjukkannya bahawa ianya salah dan membongkarkannya ke seluruh dunia. Kita mempertahankan negara ini dari penjajahan dan kita akan menang. Kita tidak berjuang atas dasar kepentingan kuasa, dalam Rusia tidak ada yang kekal kecuali Rusia  Besar. Kita tidak mempertahankan kepentingan nasional; kita hanya pentingkan Sosialism. Kepentingan Sosialism di dunia ini terletak mendahului kepentingan nasional dan kepentingan negara. Kita adalah barisan pertahanan negara Sosialism”. Ini adalah asas negara Komunis yang terjadi di Rusia.

                Ini menjadikan kerajaan Soviet menjadi selalu waspada dan selalu berusaha untuk menyediakan kekuatan ekonomi dan ketenteraan untuk mengembangkan Sosialism. Ini memerlukan negara tersebut supaya sentiasa terletak di bawah kekuasaan politik dan ekonomi yang kuat. Negara Komunis sebenarnya memberikan suatu kepayahan hidup bagi rakyat Rusia yang terpaksa hidup dalam keadaan yang menepikan kemewahan dan juga keadaan kemiskinan hanya kerana mahu mengembangkan Sosialism. Rusia juga terpaksa melayan negara negara Barat sebagai musuh ketat kerana negara negara tersebut adalah negara penjajah. Negara tersebut terpaksa melancarkan Perang Dingin terhadap negara Barat dan membuat persiapan ketenteraan sepanjang masa sekiranya perang meletus. Keadaan ini menjadikan dunia berpecah kepada dua blok dan sentiasa memungkinkan peperangan boleh meletus bila bila masa sahaja. Keadaan ini berlanjutan dalam zaman Stalin dan berlanjutan seketika selepas kematiannya. Dengan bermulanya pemerintahan Bulganin, dan Khrushchev, terdapat aliran pemikiran yang baru muncul di Rusia yang mengibarkan panji panji nasionalism dan bukan Sosialism. Jadi dengan ini, rakyat Rusia menjadi beransur ansur lega secara politik dan ekonomi. Beban ke atas rakyat dikurangkan dan barang barang perniagaan dibenarkan untuk beredar semula di pasaran. Secara polisi luaran, Rusia bergerak lebih dekat kepada Amerika dan mengadakan perhubungan yang lebih baik dengan Amerika. Perjanjian rahsia yang terjadi di antara kedua negara ini ialah untuk mengelakkan peperangan di antara kedua negara ini dan perjanjian perjanjian ini terjadi dalam perkara perkara yang mana terdapat pertelagahan di antara kedua mereka. Sesudah perjanjian dimeterai, maka terjadilah perjumpaan penting di antara Kennedy dan Khrushchev pada 1961. Dalam perjumpaan ini, kedua negara bersetuju dalam semua masalah antarabangsa, dan Rusia dalam hal ini menggugurkan idea mereka tentang permusuhan berpanjangan di antara Sosialism dan Kapitalism, dan melaksanakan idea tentang kewujudan bersama dan persefahaman di antara satu sama lain.

                Bagi Blok Kapitalis pula, Amerika menganggap bahawa Britain melakukan tipu mslihat terhadapnya dan mahu menyaingi Amerika dalam merebut kekayaan dunia. Amerika berpendapat bahawa Perang Dingin telah melemahkan dan menghauskan kekuasaannya. Perang Dingin bukanlah perang sebenar di mana suatu negara bergerak ke arah menguatkan ketenteraannya dan bukan menguatkan ekonominya. Dan juga ianya bukanlah suatu keadaan keamanan di mana suatu negara tersebut menguatkan ekonominya untuk menambahkan pembangunan dan bukan menyediakan ketenteraan yang kuat. Perang Dingin adalah keadaan di antara keamanan dan peperangan dan ini mengakibatkan negara tersebut mengorbankan banyak kekayaan sendiri demi untuk menyediakan diri terhadap peperangan yang tidak mungkin terjadi. Amerika melihat Britain sebagai pencetus utama Perangan Dingin supaya Amerika menjadi haus dan lemah supaya keseimbangan dunia terjejas. Dengan keadaan yang demikian, Amerika mula merapatkan jurang perbezaan di antara mereka dengan Rusia. Sejak dengan kepimpinan Eisenhower, perhubungan diplomatik dengan Rusia semakin ditingkatkan. Dengan kepimpinan beliau, dia terus melaksanakan polisi Amerika tersebut sehingga hanya selepas setahun setengah sahaja kepimpinannya, perjumpaan yang penting di antara Khrushchev dan Kennedy dapat berlangsung. Dalam perjumpaan tersebut, kedua negara bersetuju dalam semua keadaan antarabangsa dan Amerika menggugurkan idea untuk menghancurkan Sosialism dari dunia ini.

Perjanjian 1961 Antara Soviet dan Amerika

Isu yang dibincangkan di antara kedua belah negara dibiarkan rahsia sehingga hari ini. Walau bagaimana pun, kenyataan dibuat oleh kedua belah pihak dan polisi yang mereka laksanakan selepas perjumpaan itu menunjukkan beberapa isu dalam agenda perjumpaan tersebut. Dapat dikatakan bahawa China adalah sebahagian dari agenda itu, iaitu sebagai jiran kepada Rusia dan mempunyai jumlah penduduk seramai tiga kali ganda melebihi Rusia berhasrat untuk memimpin Blok Komunis, dan menjadi masalah besar kepada Rusia. Amerika juga menjadi takut kepada China jika China mendapat senjata nuklear dan menjadi kuasa penerokaan angkasa lepas yang boleh mencabar kekuatan Amerika.

Pakatan Soviet-Amerika Dengan China

Jadi Amerika dan Soviet bergabung tenaga atas dasar yang sama iaitu ketakutan terhadap China dan bersetuju untuk menepikan ugutan China terhadap keamanan dunia. Mereka berusaha untuk memujuk China untuk mengamalkan dasar kewujudan bersama yang telah dipersetujui oleh Rusia. Mereka juga berusaha untuk mengurangkan aktiviti China dalam Lautan Pasifik dan mengelakkannya dari Lautan Hindi, Afrika dan Timur Tengah. Mereka juga mahukan China supaya menandatangani perjanjian menghadkan senjata nuklear dan meletakkan China dalam kelab nuklear yang dianggotai oleh Amerika, Soviet, Britain dan Perancis. Jika China berkeras tidak mahu patuh kepada ajakan dua negara itu, maka semakin banyak tekanan yang akan dikenakan kepada China secara dalaman dan luaran sehingga ianya bersetuju. Jika China masih tidak bersetuju, maka Amerika akan melancarkan peperangan terhad yang menjadikan Parti Komunis lama digantikan dengan Parti Komunis yang baru yang patuh kepada Rusia dan bersetuju untuk melaksanakan kewujudan dan persefahaman bersama. China tidak bersetuju kepada rancangan Amerika-Soviet dan kedua dua negara mula melaksanakan tekanan terhadap China. Rusia mula berkerjasama dengan agennya di China yang mengembangkan idea tentang kewujudan dan persefahaman bersama dan memisahkan Parti Komunis melalui idea ini. Dalam masa yang sama, Rusia telah memujuk Vietnam Utara dan Korea Utara untuk memisahkan diri mereka dari China dan memulaukan China dari dunia dan Blok Komunis secara amnya.

                Dalam masa yang sama, Amerika sedang berusaha untuk melancarkan peperangan singkat terhadap jika tekanan politik tidak dapat memaksa China bersetuju dengan rancangan Amerika-Soviet. Amerika mula membina ketenteraan yang besar di Timur Jauh dan memulakan peperangan palsu di antara Vietnam Utara dan Selatan. Ia telah menghantarkan tentera yang ramai ke Timur Jauh dalam Perang Vietnam ini, untuk menguji kekuataan ketenteraannya dan melatih anggota tenteranya. Ia memulakan peperangan ini untuk menipu dunia dan merahsiakan tujuan sebenar. Sebenarnya Amerika dalam proses itu telah membina suatu pangkalan ketenteraan yang besar di Timur Jauh seperti di merata Thailand di bawah kekuasaannya. Sehingga akhir 1968, 1 juta tentera Amerika sudah sedia untuk memasuki peperangan. Rancangan yang digariskan oleh kedua Amerika-Soviet terhadap China masih berlanjutan.

Amerika dan Soviet juga bersatu menentang Britain. Mereka bersetuju untuk menghapuskan kesemua pangkalan ketenteraan Britain di dunia. Mereka juga berhasrat untuk menamatkan penjajahan Britain ke atas kesemua wilayah jajahan Britain dengan menjadikan wilayah jajahan tersebut merdeka. Mereka bersetuju untuk menamatkan kekuasaan Britain di Timur Tengah, Asia Timur dan Afrika. Mereka mengamalkan beberapa rancangan secara praktiknya dan telah berjaya untuk memaksa Britain untuk meninggalkan Singapura, Aden dan tenteranya meninggalkan Terusan Suez. Oleh itu beberapa wilayah jajahan Britain telah merdeka. Amerika dan Soviet masih berusaha untuk melemahkan Britain rancangan Amerika-Soviet untuk menamatkan kekuasaan Britain di dunia ini.

                Amerika dan Rusia juga mempunyai hasrat yang sama terhadap Jerman. Mereka bersetuju untuk memusnahkan bahaya ketenteraan Jerman. Mereka bersetuju untuk tidak memulangkan wilayah yang dirampas dari Jerman pada Perang Dunia Kedua dan menjadikan Jerman berpisah menjadi  Jerman Barat dan Jerman Timur. Untuk memastikan perpisahan ini sentiasa terjadi, maka mereka cuba untuk mewujudkan sedikit perpaduan diantara kedua Jerman tersebut. Mereka cuba untuk mengelakkan Jerman daripada mencipta senjata nuklear dan menghadkan industri senjata Jerman. Mereka bersetuju untuk meletakkan Eropah dalam keadaan yang tidak membahayakan ketenteraan Rusia.

                Terdapat beberapa isu penting. Selain dari persetujuan kerjasama ketenteraan dan ekonomi, dan menentang negara lain walaupun Kapitalis atau Komunis, mereka berdua telah memupuk persefahaman antara satu sama lain dan tidak menggunakan kuasa ketenteraan dalam mana-mana pertelagahan di antara mereka. Mereka bersetuju untuk membahagikan dunia di antara mereka berasaskan kepada pengaruh mereka dan setakat mana kerjasama diperlukan di antara mereka berdua. Dalam lain perkataan Amerika dan Rusia telah menjadi rakan yang menjadi suatu kuasa universal. Dari keputusan kesemua persetujuan ini, keadaan dunia berubah dan keadaan antarabangsa berubah juga.

                Mengenai keadaan dunia, dunia tidak terbahagi kepada dua blok yang bertelagah tentang ekonomi dan politik. Masalah yang memberikan ketegangan kepada kedua negara sebelum tahun 1961 tidak terdapat lagi. Komunisma masih diwakili oleh negara Komunis dan Kapitalism masih diwakili oleh negara Kapitalis, dan oleh itu dunia terbahagi kepada dua blok ideologi. Tetapi keadaan antarabangsa menjadikan dua blok itu sebagai satu kuasa yang universal yang dianggotai oleh Rusia dan Amerika. Dua kuasa besar ini mengaturkan dunia dan tidak ada apa-apa yang terjadi yang bertentangan dengan kehendak mereka. Amerika masih menjadi kuasa utama dan mendahului Rusia.

                Ada pendapat yang mengatakan bahawa NATO masih merupakan pertubuhan yang merupakan penghalang kepada pemgembangan Komunisma di Eropah, ia selalu melakukan perjumpaan dan mempunyai ketenteraan yang boleh menyekat Blok Timur. Pakatan Warsaw juga merupakan blok yang menentang Barat. Pakatan Warsaw menawan Czechoslovakia untuk melindungi Komunisma dari Kapitalis Barat dan masih sebagai suatu penghalang kepada Barat. Kalau begitu halnya, bagaimana pula boleh dikatakan bahawa dua blok telah berakhir dan keadaan antarabangsa telah berubah?

                Jawaban ini adalah Amerika dan Rusia secara rahsia bersetuju untuk membahagikan dunia kepada mereka sendiri. Mereka bersetuju untuk menjadikan dua blok ini berdiri secara rasmi dan menjadikan blok itu sebagai cara untuk mendamaikan pertelagahan mereka. Tujuannya adalah supaya keduanya dapat memelihara kekuatan mereka masing-masing dan untuk melaksanakan polisi yang mereka persetujui tanpa mengurangkan kekuatan mereka itu. Sekiranya dikatakan kepada seluruh dunia tujuan mereka untuk mengenepikan Britain sebagai kuasa penjajah dunia akan menyebabkan negara-negara Barat untuk memencilkan Amerika dan berpihak kepada Britain, dan kemungkinan akan menjadi kuasa besar yang akan akhirnya menggugat Amerika. Juga, jika mereka mengatakan kepada dunia yakni mereka mahu melucutkan kekuasaan China, ini akan menyebabkan Rusia kehilangan kepimpinannya terhadap negara-negara Komunis Blok Timur dan menjadikan Rusia mundur semula. Oleh itu kedua negara berpendapat bahawa mereka dapat mengekalkan kepimpinan mereka terhadap dua blok tersebut dengan menjadikan kewujudan dua blok tersebut secara formal sahaja. Boleh dikatakan bahawa dua blok tersebut tidak ada lagi wujud dan keadaan antarabangsa telah berubah dengan secara radikal, kembali semula kepada Perang Dunia Pertama.

                Ini bermakna bahawa sekarang terdapat beberapa negara yang sedang bersaing secara individu untuk meraih sebanyak mungkin kekayaan yang boleh dan dalam masa yang sama cuba untuk melemahkan kuasa yang lain. Pertelagahan tidak lagi di antara blok tetapi adalah di antara negara dengan negara. Keadaan antarabangsa sekarang adalah berlainan dengan sebelum Perang Dunia Pertama. Sekarang ini terdapat dua kuasa besar yang mengatur keadaan dunia. Negara lain cuba untuk melindungi diri mereka dari dua negara ini dan memastikan kekayaan mereka tidak dirampas oleh dua negara ini. Negara-negara lain ini juga cuba untuk menubuhkan suatu kumpulan yang cukup kuat untuk menandingi kedua kuasa besar ini. Sebelum Perang Dunia Pertama, kesemua negara yang berperang adalah hampir sama dari segi kekuatan mereka walaupun negara utama mempunyai sedikit kelebihan. Kehampiran kekuatan ini akhirnya memusnahkan keseimbangan dunia dan pertelagahan terhadap kekayaan telah mencetuskan Perang Dunia Pertama. Sekarang kehampiran kekuatan ini di antara dua kuasa besar dengan negara lain di dunia ini tidak terjadi dan tidak ada bahaya yang mana satu lagi peperangan akan meletus. Juga kesemua negara lain itu bergabung tenaga menentang kuasa besar, adalah tidak mungkin bahawa peperangan akan meletus lagi. Sebelum Perang Dunia Kedua terjadi, terdapat kumpulan negara yang secara realitinya terpisah. Pada permulaan, negara-negara ini mempunyai kekuatan yang sama. Tetapi apabila Jerman, Jepun dan Itali menguatkan diri mereka, dan Britain dan Perancis tidak melakukan hal yang sama, Amerika pula memencilkan diri mereka, maka keseimbangan dunia telah terkacau. Kekacauan dari segi keseimbangan kekuatan ini telah menjadikan Jerman, Jepun dan Itali mula menakluk negara lain dengan peperangan. Kejadian ini berlaku secara berulang-ulang dan pertentangan mempertahankan diri negara yang ditawan terusnya meletuskan Perang Dunia Kedua. Sekarang  keadaan dunia adalah diwakili oleh dua negara kuasa besar. Selama keadaan ini terjadi, kemungkinan bahawa pertelagahan di antara negara lain , atau di antara kuasa besar dengan negara lain akan menyebabkan peperangan setempat, tetapi kekuatan negara kuasa besar akan menghentikan peperangan itu pada bila-bila masa yang mereka kehendaki.

Mengubahkan Kuasa Dunia

Mengenai keadaan dunia dalam masa dahulu, terdapat Khilafah Islam Uthman, Prussia, Rusia, Austria, Britain dan Perancis. Ini adalah negara yang dahulunya mengatur dunia ini, menggugat keamanan dan meletuskan peperangan. Dan kemudian Amerika telah muncul dan ini menjadikan negara tersebut kehilangan kekuasaan mereka dan kembali kepada zaman lampau, dan memulaukan diri mereka dari Amerika. Kemudian kekuasaan Austria merosot, jadi negara utama dunia menjadi 5 iaitu Rusia, Perancis, Jerman, Britain dan Khilafah Uthman. Selepas Khilafah Uthman gugur, kuasa utama terdiri dari Britain, Perancis, Jerman dan Rusia. Selepas Perang Dunia Pertama, Rusia memencilkan diri dengan terdirinya Sosialism dengan Parti Komunis mengambil kuasa. Selepas Jerman dikalahkan dalam Perang Dunia1, maka tertinggal Britain dan Perancis. Britain menguasai dunia selain daripada itu Amerika dan Perancis mengekorinya. Permulaan dekad ketiga, parti Nazi mula menguasai Jerman pada tahun 1933 dan menjadikan Jerman menjadi kuasa yang kuat. Tidak lama selepas itu Mussolini mengambil alih kuasa di Itali dan menjadikan Itali sebagai negara yang kuat. Kemudian Jepun terbit menjadi negara industri yang maju dan menjadi negara yang kuat. Jadi kuasa utama menjadi 6 iaitu Soviet Union, Jerman, Britain, Perancis, Itali dan Jepun. Amerika pada masa itu memencilkan diri. Selepas Perang Dunia Kedua, kekuatan Jerman, Jepun, Itali merosot selepas dikalahkan dalam peperangan itu. Amerika selepas Perang Dunia Kedua mula campurtangan dalam politik antarabangsa, dan Britain dan Perancis masih menjadi kuasa utama. Jadi selepas Perang Dunia Kedua, kuasa utama terdiri dari Soviet Union, Perancis, Amerika dan Britain. Selepas persetujuan pada tahun 1961 di antara Amerika dan Soviet Union, Britain dan Perancis gugur dari menjadi negara utama. Negara utama adalah dua iaitu Amerika dan Soviet Union, dan melalui persetujuan kedua mereka menjadi satu kuasa yang utama, dan dunia manjadi satu kuasa kuat yang terdiri dari dua negara utama dan tidak ada negara lain yang menguasai keadaan.

                Ini adalah keadaan bagi negara-negara di dunia, dan ini adalah keadaan semasa.

                Mestilah difahami bahawa keadaan dunia adalah dikawal oleh kuasa besar terutamanya kuasa besar ulung. Negara ini boleh digantikan dan seterusnya mengubahkan keadaan dunia. Keadaan dunia yang berubah ini akan mengubahkan kedudukan antarabangsa iaitu mengubahkan corak perhubungan di antara kuasa besar dunia, dan memberikan perubahan kepada kekuatan dan kelemahan di antara kuasa utama dunia dengan kuasa lain yang bersaing dengan kuasa utama tersebut. Jadi kedudukan negara utama menjadi lemah bagi Britain apabila bersaing dengan Jerman, atau menjadi kuat apabila bersaing dengan Amerika, tetapi Amerika menyekat Britain dan Perancis dengan berpakat dengan Rusia. Adalah penting memahami hal ini dengan tepat dan mengembangkan pemahaman supaya dapat memahami keadaan politik antarabangsa dengan baik.

Tujuan di sebalik Perjuangan Global

Sejak permulaan sejarah kejadian manusia di dunia ini dan sehingga ke Hari Kiamat, tujuan sebenar negara untuk perjuangan global adalah untuk kemegahan, kedaulatan atau mengejar kekayaan. Kedaulatan adalah untuk negara seperti Nazi Jerman atau untuk ideologi sepertimana Khilafah Islam atau negara Komunis.

                Kemahuan untuk mengenepikan negara lain yang sedang berkembang menjadi kuat telah terjadi terhadap Napoleon, Khilafah Islam atau Nazi Jerman adalah suatu yang tercetus dari kedaulatan, sebab inilah yang  menjadi halangan kepada negara yang mahu menjadi berdaulat. Dengan termusnahnya Khilafah Islam dan termusnahnya idea dielektik materialism dalam Komunis, tujuan untuk menguasai dunia adalah bercorak material. Melainkan apabila Khilafah Islam terdiri semula sebagai kuasa yang berpengaruh, tidak ada perubahan dalam keadaan semasa dunia ini.

                Penjajahan dalam segala bentuk adalah tujuan yang merbahaya dalam perjuangan global. Ini adalah sebabnya berlaku peperangan setempat dan kedua-dua Perang Dunia. Ini adalah sebab yang utama mengapa terdapat kekacauan yang berpanjangan di dunia. Perang Dunia Pertama terjadi dengan Britain, Perancis dan Rusia melawan Jerman dan Austria untuk mengelakkan Jerman dari mengambil alih minyak Iraq. Britain meletuskan Perang Dunia Kedua dan menyeret Perancis ke dalam kancah perang tersebut untuk mengelakkan Jerman dari berkembang masuk ke dalam Rusia dan Eropah. Pertelagahan di antara Britain dan Amerika secara jelas atau sembunyi adalah kerana penjajahan dan wilayah jajahan. Jadi perjuangan global hari ini adalah mempunyai tujuan penjajahan untuk kekayaan.

Konsep Keamanan Dunia

Mengejar kekayaan dunia oleh kuasa penjajah telah mengakibatkan pertelingkahan politik di antara negara penjajah terutamanya kuasa-kuasa utama. Pertelingkahan politik telah membawa kepada peperangan setempat dan peperangan global. Untuk mengelakkan peperangan, idea tentang keamanan dunia telah ditengahkan bertujuan melindungi keselamatan dan keamanan. Tujuan ini bukanlah baru. Persetujuan X-Lashapel telah ditandatangani pada tahun 1818 oleh 5 kuasa utama pada masa itu bertujuan untuk mengekalkan keamanan dan keselamatan serantau. Dengan menandatangani persetujuan ini, 5 kuasa utama itu bersetuju untuk menjadi penjaga keamanan dan keselamatan dalam masyarakat antarabangsa. Negara-negara ini campurtangan dalam hal ehwal negara lain bila mana terdapat peluang dengan menggunakan keamanan dan keselamatan terjejas sebagai helah mereka. Helah ini digunakan oleh negara utama itu untuk melancarkan peperangan dan penaklukan dan menjadi slogan global untuk membenarkan penaklukan dan pengaruh negara penjajah. Negara utama membuat helah iaitu untuk mengekalkan keamanan mereka perlu menubuhkan suatu pakatan dan mengadakan persidangan. Selepas Perang Dunia Pertama, tugas ini telah diambil alih oleh suatu pertubuhan antarabangsa. Persetujuan damai pada 1919 mengandungi penubuhan suatu pertubuhan antarabangsa yang akan mengawasi keamanan dan menjadikan Liga Bangsa-Bangsa ditubuhkan. Pertubuhan tersebut sepatutnya bertanggungjawab untuk memelihara keamanan antarabangsa tetapi negara-negara yang menubuhkannya tidak berpegang kepada janji janji dan persetujuan mereka, dan telah berkelakuan bertentangan dengan tujuan sebenar pertubuhan itu diwujudkan. Negara-negara ini sepatutnya memberikan kedaulatan dan membenarkan pertubuhan untuk menjaga keamanan dan mengelakkan peperangan. Tetapi negara-negara utama tidak memberikan kedaulatan kepada wilayah jajahan mereka, dan berminat untuk mengekalkan kepentingan mereka yang terdapat dalam wilayah jajahan  mereka itu dan mewujudkan keseimbangan kuasa di antara mereka. Selain daripada itu, mereka telah membahagikan wilayah dan kekayaan Jerman dan Khilafah Islam Uthman di antara mereka sendiri, dengan Britain mendapat bahagian yang terbesar. Ini menyebabkan perlanggaran terhadap keamanan di mana pertubuhan itu diasaskan. Beberapa peperangan telah berlaku dan disusuli oleh Perang Dunia Kedua.

                Selepas Perang Dunia Kedua, mereka telah berusaha untuk menubuhkan masyarakat antarabangsa untuk mengekalkan keamanan keselamatan dunia, iaitu kuasa utama yang terlibat adalah Britain dan Amerika pertama kalinya, kemudian diikuti oleh Britain. Amerika, Soviet Union dan Perancis bersetuju untuk membaiki dunia selepas peperangan yang menjanjikan keamanan dan mengelakkan peperangan. Mereka menambah objektif kerjasama ekonomi dan penjagaan hak asasi manusia. Sejak itu, PBB telah menjadi badan yang mempertahankan keselamatan, dan perkataan “keselamatan” dan “keamanan dunia” telah menjadi slogan antarabangsa yang diterima oleh berbagai kumpulan,dan digunakan oleh kuasa utama untuk mengekalkan keamanan, dan mengelakkan negara-negara lain dari mencapai kedaulatan dari penjajahan. Jadi idea mengekalkan keamanan telah berkembang dan kekal sehinggga sekarang.

                Soal mengekalkan keamanan oleh suatu badan dunia telah mewujudkan suatu perlucutan senjata, seperti keadaan di mana Britain menggunakan kesempatan tersebut untuk melemahkan Perancis dan itu juga menjadikan Jerman menguatkan ketenteraannya untuk mewujudkan keseimbangan di Eropah di antara Jerman dan Perancis. Jadi konsep perlucutan senjata telah gagal dan meletuskan Perang Dunia Kedua. Apabila PBB telah ditubuhkan, ianya mengusulkan perlucutan senjata dan sehingga ke hari ini diteruskan. Dengan lain perkataan, perlucutan senjata ini telah mengasyikkan negara yang lain. Tetapi sehingga ke hari ini, tidak ada negara utama yang boleh menipu negara lain seperti mana Britain menipu Perancis dalam Liga Negara-negara. PBB tidak boleh menciptakan apa-apa kesan, jadi orang tidak mengendahkan langsung mengenainya, dan masih menjadi nama sahaja tanpa realiti.

Persidangan Antarabangsa

Pertelagahan di antara kuasa-kuasa dunia telah mengakibatkan persidangan antarabangsa yang telah menjadikan beberapa pakatan di antara negara berlainan. Persidangan yang pertama yang telah diadakan adalah persidangan Vienna pada 1815. Sebelum Perang Dunia Pertama, beberapa persidangan telah diadakan, antara lainnya adalah persidangan Berlin yang mana diadakan untuk memusnahkan Khilafah Islam Uthman dan membahagikan kekayaan dan wilayahnya. Selepas Perang Dunia Kedua, beberapa persidangan diadakan iaitu persidangan Berlin, persidangan Geneva dan persidangan Paris. Tetapi selepas persetujuan di antara Rusia dan Amerika, dan persetujuan untuk mewujudkan pakatan kuasa antarabangsa, persidangan telah berkurangan selain dari persidangan pada tahun 1969 bila mana perwakilan dari Perancis, Britain, Rusia dan Amerika telah bertemu di PBB untuk membincangkan isu Timur Tengah. Jika menganggap bahawa pemimpin negara-negara berkenaan telah mengadakan suatu persidangan dalam PBB sendiri, persidangan ini sebenarnya bukannya persidangan antarabangsa. Selepas Perang Dunia Kedua, adalah biasa persidangan diadakan untuk membincangkan masalah di antara Blok Timur dan Blok Barat. Persidangan sedemikian adalah dipersetujui oleh Blok Timur memandangkan kelemahan PBB. Rusia cuba untuk memperolehi kesempatan dari Blok Barat dan cuba mengenepikan Amerika dari kedudukan utama. Rusia telah cuba untuk membincangkan masalah di dalam konferensi yang telah diadakan di luar PBB dan telah menghasilkan sedikit kejayaan dalam persidangan Berlin di mana ia telah menjurangkan pemisahan di antara Amerika dengan Britain dan Perancis dan sekali lagi dalam persidangan Geneva. Jadi persidangan tersebut telah menguatkan Rusia dan melemahkan Amerika. Dalam masa yang sama, Britain cuba untuk mengadakan persidangan di luar dari PBB dengan Amerika untuk membincangakn masalahnya. Dengan itu persidangan Permoda diadakan tetapi tidak menyelesaikan masalah Britain. Sejak itu tidak ada persidangan diadakan di antara negara Barat selain dari perjumpaan di antara Britain dengan Amerika. Amerika telah sedar bahawa kewujudan persidangan di luar dari PBB hanya akan melemahkan kedudukannya di dunia. Untuk sebab ini, Amerika tidak lagi mahu untuk mengadakan persidangan di luar PBB terutamanya selepas persetujuan atau pakatan yang diwujudkan olehnya dengan Rusia.

Pakatan Antarabangsa

Mengenai pakatan di antara negara-negara, ianya adalah suatu kisah yang lama di mana negara-negara yang berpakat akan menguatkan satu sama lain menentang yang lain atau mengelakkan negara lain dari menggangu keseimbangan kuasa. Persetujuan X-Lashapel ditandatangani pada tahun 1818 adalah pakatan sepertimana dengan keadaan di atas dan adalah pakatan di antara Britain dengan Perancis, dan Jerman dengan Austria. Mereka diwujudkan untuk menguatkan antara satu sama lain dan untuk mengekalkan keseimbangan kuasa. Sama seperti ini adalah pakatan di antara Britain dengan Perancis menentang Jerman dalam Perang Dunia Pertama dan pakatan di antara Britain, Perancis, Amerika dan Rusia menentang Jerman dalam Perang Dunia Kedua yang mana kedua-duanya telah diwujudkan untuk menentang kuasa utama. Juga NATO yang telah diwujudkan untuk menyekat Rusia selepas Perang Dunia Kedua, dan Pakatan Warsaw yang telah ditubuhkan untuk menyekat Blok Barat selepas Perang Dunia Kedua, adalah pakatan mengenepikan kuasa yang lain. Jadi pakatan seperti mana persidangan antarabangsa adalah cara untuk menyekat kuasa lain atau mengekalkan keseimbangan kuasa.

                Ini adalah pakatan di mana ianya adalah cara untuk melancarkan perjuangan global. Ini adalah pakatan atau persetujuan yang diwujudkan oleh kuasa utama dengan negara lain atau di antara negara-negara lain. Pakatan yang demikian adalah tidak dianggap sebagai cara langsung untuk perjuangan global walaupun ianya adalah cara untuk penjajahan dan penguatan terhadap negara besar yang mewujudkan persidangan tersebut. Pakatan di antara Iraq dan Turki dan persetujuan yang dikenali sebagai Sa’ad Abad selepas Perang Dunia Kedua adalah diwujudkan oleh Britain untuk mengekalkan pengaruhnya dalam negara tersebut dan untuk menyekat kekuasaan Perancis dan Soviet Union. Pakatan yang telah dibuat oleh Britain dengan Iraq dan di antara Britain dengan Mesir adalah bukan untuk melancarkan peperangan tetapi untuk mengekalkan penjajahan Britain. Pakatan yang diwujudkan oleh Britain selepas Perang Dunia Kedua seperti Pakatan Baghdad atau diwujudkan oleh Amerika seperti Pakatan Asia Tenggara adalah cara untuk mengekalkan penjajahan dan bukan untuk melancarkan peperangan. Untuk sebab ini, pakatan seumpama itu tidak dianggap sebagai cara langsung untuk perjuangan global. Hanya pakatan yang diwujudkan di antara kuasa-kuasa utama adalah cara untuk melancarkan perjuangan global.

Aktiviti Politik Dunia

Ini adalah asas di mana politik antarabangsa secara amnya dan polisi setiap negara utama diwujudkan. Melalui asas ini, aktiviti-aktiviti politik yang terjadi boleh difahami dan diterangkan bersesuaian dengan realiti atau hampir kepadanya. Jadi aktiviti politik yang dikendalikan oleh negara sama ada kecil atau besar boleh difahami melalui asasnya atau apa yang terbit dari asasnya, atau berkaitan dengan asasnya. Hanya dengan itulah aktiviti politik boleh difahami, kekaburan dielakkan dan dikaitkan kepada salah satu asas yang telah diterangkan. Pada masa itu aktiviti boleh diketahui, objektifnya boleh dibongkarkan dan keputusannya boleh difikirkan.

                Aktiviti politik dalam dunia adalah banyak sekali dan berhubungan dengan hal yang berlainan. Hal yang menjadi tumpuan boleh dihadkan kepada 4 isu utama iaitu soal Eropah, Timur Tengah, Asia Timur dan Afrika. Penyelidikan dihadkan kepada isu ini adalah kerana Kedua sebab:

1.  Pertelagahan   semasa di antara Rusia dan Amerika yang keduanya mewujudkan satu kuasa global dalam satu pihak, dan negara-negara lain yang dahulunya merupakan kuasa besar dan cuba bersaing dengan kuasa besar utama adalah pihak yang satu lagi, mempunyai pertelagahan dalam 4 kawasan tersebut. Jadi masalah yang terdapat dalam kawasan itu adalah isu yang terpenting di dunia.

2. Persoalan ini adalah contoh yang baik dalam memahami masalah yang lain. Juga sebahagian besar aktiviti politik berlaku berkenaan dengan isu ini. Dan masalah ini adalah persoalan yang utama untuk negara-negara yang dahulunya merupakan kuasa besar dan pada masa ini cuba bersaing dengan kuasa besar semasa. Doktrin Monroe meletakkan aturan baru dunia dalam perintah Amerika dan menjadikan kawasannya sebagai kawasan yang ditegah kepada kuasa-kuasa lain dunia. Jadi kawasan benua Amerika ini tidak termasuk ke dalam perjuangan global, walaupun Rusia telah cuba menyeret kawasan ini ke dalam kancah perjuangan global melalui aktiviti politiknya di Cuba.

                Tetapi mestilah difahami bahawa 4 isu ini adalah bukan sama dan tidak diselidiki dengan menggunakan prinsip yang sama. Setiap isu mestilah disiasat dengan merujuk kepada realitinya. Mengenai isu Eropah, ianya berkaitan dengan kewujudan kuasa-kuasa utama untuk mengimbangkan kuasa mereka dan seterusnya mengaturkan dunia. Isu Eropah ini adalah isu yang tertua dan sememangnya adalah yang merbahaya untuk keamanan dunia.

Isu Eropah

Isu Eropah adalah isu yang tertua, kerana inilah tempatnya masyarakat antarabangsa dan undang undang antarabangsa diwujudkan. Sebab utamanya adalah supaya negara-negara Kristian Eropah dapat menghalangi Khilafah Islam. Juga untuk menentang Napoleon dan mengelakkan pengembangan Perancis. Juga untuk menghalangi Jerman dari meraih semua minyak di Timur Tengah dan menghadkan kekuatannya, maka Perang Dunia Pertama dicetuskan. Untuk menghalangi Jerman dari menjadi kuasa besar semula dan mengekalkan keseimbangan kekuatan di Eropah,  4 negara iaitu Britain, Perancis, Rusia dan Amerika bersatu tenaga untuk memerangi Jerman. Untuk menghentikan penyatuan Eropah dan Jerman dari menjadi kuat semula, aktiviti politik adalah mengikut corak yang sama dikendalikan oleh dua kuasa besar iaitu Britain dan Perancis, walaupun kedua-dua Britain dan Perancis berpura-pura mahukan penyatuan Eropah. Jadi isu Eropah adalah isu terpenting sekali dan menarik peranan kedua kuasa besar iaitu Amerika dan Rusia, dan juga kuasa-kuasa lain.

                Mengenai Eropah yang menggugat keamanan dunia adalah dilihat dari kelakuan Perancis, Jerman, Britain dan juga kedua-dua negara iaitu Rusia dan Amerika sebelum persetujuan tahun 1961, dan selepas persetujuan sebagai dua kuasa besar. Sebelum persetujuan Amerika, Britain dan Perancis mewakili Blok Barat. Tujuan mereka yang utama adalah bagaimana menamatkan peperangan. Mengenai kedua blok itu, perbincangan utama adalah tentang masa depan Jerman dan Eropah. Blok Barat melihat tentang adanya keperluan untuk menyatukan Eropah untuk menghalangi Rusia. Amerika berhasrat untuk mengembalikan kekuatan Jerman untuk menghalangi kekuatan Rusia dan untuk mewujudkan keseimbangan kekuatan diantara Jerman, Perancis dan Britain. Rusia yang mewakili Blok Timur melihat bahaya yang timbul dari Eropah secara amnya dan Jerman secara terperinci dan menentang penyatuan kedua-dua Jerman dan penyatuan Eropah. Rusia menentang mewujudkan tentera Eropah dan menguatkan Jerman. Melalui Perang Dingan dan aktiviti diplomatik, Rusia mencapai hasratnya. Rusia telah menghalangi Jerman dari mencapai tujuannya. Tetapi sejak persetujuan di antara Kennedy dan Khrushchev yang telah membawa kedua kuasa besar ini bersatu, keadaan sudah berubah dengan banyaknya. Rusia dan Amerika mempunyai pandangan yang sama mengenai Jerman dan Eropah. Perubahan ini dapat diketahui sebaik perjumpaan tersebut berakhir dengan Kennedy berkata “Kebimbangan Rusia terhadap penaklukan ketenteraan Eropah ada asasnya. Pertama Perancis telah menyerang Rusia pada zaman Napoleon dan keduanya Jerman pada masa Hitler telah menyerangnya juga. Jadi mesti ada jaminan di mana ancaman Eropah ini tidak berulang dan untuk mencapai ini, adalah mustahak untuk mengurangkan ketenteraan Eropah Tengah”. Ini membuktikan bahawa pandangan Amerika dan Rusia terhadap Eropah dan Jerman adalah sama. Mengenai Perancis pula, selepas De Gaul berkuasa, dan membuat lawatan ke Amerika bertemu dengan Nixon pada tahun 1969, Perancis berusaha untuk menyatukan Eropah dan menjadikan Eropah sebagai kuasa besar ketiga berdiri di antara kedua blok. Oleh itu De Gaul berusaha untuk menguatkan Jerman dengan takat tidak membahayakan Perancis, dan mewujudkan kesatuan di antara negara-negara Eropah di mana Perancis mempunyai kelebihan. Dia juga berusaha untuk menghalangi Britain dari Eropah, kerana adalah tradisi Britain sejak dahulu sehingga sekarang untuk membiarkan Eropah berpecah. Selepas persaraan De Gaul, polisi Perancis terhadap Eropah dan Britain tidak diketahui. Mengenai Britain pula, ia mula menguatkan persefahamannya dengan Jerman dan memberitahu Jerman tentang tipu muslihat Amerika dan Rusia terhadap Jerman. Britain mula berusaha untuk memasuki EEC dan mendaftarkan secara rasmi sebagai negara Eropah dan menggunakan Eropah sebagai kuasa menghalangi kedua-dua kuasa besar. Jadi isu Eropah sebelum kewujudan kedua kuasa besar Amerika dan Rusia adalah satu kuasa antarabangsa, dan apabila ianya terjadi dilihat sebagai isu yang memungkinkan perletusan peperangan. Oleh itu isu Eropah adalah suatu yang merbahaya sekali untuk keamanan dunia. Oleh itu isu Eropah mestilah diselidiki dengan cara yang bersesuaian dengan realiti semasa dan tahap bahayanya. Ianya adalah isu yang terutama di dunia.

Isu Timur Tengah

Untuk isu Timur Tengah, ianya adalah isu yang berkaitan dengan strategi, penjajahan dan cara perhubungan. Mengenai strategi, ianya adalah hal yang diberikan perhatian sebelum persetujuan tahun 1961, iaitu Timur Tengah adalah rantai ketenteraan yang diwujudkan untuk menghalangi Rusia. Ia adalah barisan pertama untuk melindungi Timur Tengah dan Afrika, dan inilah sebabnya pangkalan tentera termasuk pangkalan nuklear diwujudkan di Timur Tengah. Juga beberapa usaha dilakukan untuk mengaitkan negara-negara Timur Tengah dalam pakatan ketenteraan dan banyak lapangan terbang dan juga jalanraya dibina. Walaupun sejak persetujuan di antara kedua kuasa besar berkenaan, kawasan tersebut tidak lagi mempunyai kepentingan ketenteraan dan sebab ini telah menjadikan pakatan ketenteraan dan pangkalan nuklear ditutup. Kedua kuasa besar sekarang berkerjasama untuk menutup pangkalan British dan telah berjaya menutup pangkalan ketenteraan Britain di Eden dan sedang berusaha untuk menutup pangkalan ketenteraan Britisah di Cyprus dan Libya. Mereka juga berjaya menekan Britain untuk menarik balik tenteranya di Terusan Suez dan menyebabkan Timur Tengah kehilangan kepentingan strategiknya.

                Mengenai perhubungan pula, Timur Tengah adalah sangat penting kerana terletak di antara Eropah dan Timur Jauh, Eropah dan Afrika, Rusia dan Afrika. Timur Jauh mengawal perhubungan perdagangan  dan ekonomi, pengangkutan manusia termasuk pedagang, peniaga, pelancung dan lain lain; dan pengangkutan bahan bahan mentah seperti minyak mentah, logam, getah, fosfat dan lain lain bergantung kepada corak perhubungan di Timur Jauh, suatu yang menjadikannya kawasan yang penting dalam perhubungan dan pengangkutan.

                Mengenai kepentingan penjajahan, ianya adalah sebab mengapa kawasan itu mengalami malapetaka besar dan ini telah menyebabkan kawasan tersebut berubah dari suatu kuasa besar global pada zaman dahulu kepada wilayah jajahan Barat di mana penjajah Barat berebut rebut untuk menakluk dan berkuasa. Simpanan minyak mentah yang besar di Timur Tengah iaitu lebih separuh dari simpanan dunia, dan kekayaan galian yang melebihi 10 kali ganda kekayaan yang terdapat di kedua-dua Eropah dan Amerika, dan masih terdapat di Jordan, Iraq, Syria, Turki, Iran, India dan negara-negara lain. Inilah sebab kenapa negara-negara Kapitalis Barat berlumba lumba untuk menakluk dan menguasai kawasan ini.

Penjajahan Timur Tengah

Timur Tengah pernah terletak dibawah kekuasaan Islam dan Khilafah Islam sehingga pertengahan kurun ke 18. Sejak persidangani di Berlin pada penghujung kurun ke 18, negara-negara Eropah berusaha untuk menjajahnya. Perancis, Britain dan Itali adalah negara-negara pertama untuk berbuat demikian dan polisi mereka yang keras tersebut berlangsung sehingga Khilafah dimusnahkan. Perkara menjadi beransur-ansur pulih apabila Britain menguasai Timur Tengah dan menyebarkan pengaruhnya. Pengaruh Britain menyebar dengan luas dan juga meliputi negara-negara yang tidak tertakluk seperti Afganistan dan Turki. Perancis hanya mendapat wilayah barat laut yang dikenali sebagai Lebanon. Keadaan tersebut berkekalan sehingga Perang Dunia Kedua apabila Perancis terkeluar dari kawasan itu dan penjajahan Britain mendapat wajah baru dengan pembahagian Timur Tengah, menyebabkan wilayah-wilayah yang dibahagi menjadi negara baru masing-masing. Jadi apabila Perang Dunia Kedua berakhir, Timur Tengah adalah jajahan Barat sepenuhnya iaitu wilayah jajahan British. Untuk ini Timur Tengah dianggap sebagai sebahagian daripada dunia bebas dan Blok Barat dan Blok Timur tidak mempunyai apa-apa bahagian. Dua sebab yang menjadikan Britain menjajah  Timur Tengah dengan sendirinya adalah:

1.   Kelemahan politik, ekonomi dan antarabangsa pada Perancis menyebabkan ianya tidak dapat menyaingi Britain dalam menakluk Timur Tengah.

2.  Keputusan Amerika selepas Perang Dunia Pertama adalah melaksanakan polisi memencilkan diri. Kerana kedua sebab inilah, maka Britain sendirinya dapat menjajah Timur Tengah bermula dari kurun ke 19 sehingga kurun ke 20.

                Tetapi selepas tahun 1950 keadaan berubah dan fasa baru pertelagahan di antara Amerika dan Britain berlaku dengan adanya tipu muslihat, peperangan, rampasan kuasa, aktiviti politik dan krisis kecil telah berlaku tahun kebelakangan sehingga pertelagahan memuncak kepada krisis besar pada tahun 1964 dan berlangsung kepada tahun 1969. Pertelagahan di antara mereka akan berlangsung sengit dan kadangkala beransur ansur sehingga salah satu kuasa mengenepikan kuasa yang satu lagi atau sehingga kuasa baru yang akan muncul di kawasan ini dan bertanggungjawab menghalau keluar semua kuasa penjajah, atau lebih tepat lagi Khilafah Islam sekali lagi akan menjadi negara kuat dan kuasa utama dalam politik antarabangsa.

                Persoalan Timur Tengah tidak ada dalam perbincangan sebelum dan selepas persetujuan di antara kedua kuasa besar iaitu Rusia dan Amerika. Persetujuan kedua kuasa besar tidak menyebabkan perubahan pada kawasan Timur Tengah dan tidak membawakan perkara yang baru dalam politik antarabangsa. Ini kerana pada permulaan Timur Tengah dianggap sebagai sebahagian dari dunia bebas dan Blok Barat. Tidak ada ruang bagi Blok Timur dalam kawasan ini dan Rusia tidak ada kena mengena dengan kawasan ini. Isu tersebut adalah terletak dalam hal ehwal Blok Barat keseluruhannya sama ada sebelum atau selepas persetujuan pada tahun 1961 oleh kedua kuasa besar. Masalah tersebut adalah pertelagahan di antara Britain dengan Amerika dalam perlumbaan mereka untuk merebut jajahan takluk di Timur Tengah dan meletakkannya di bawah pengaruh mereka.

                Sebelum meneliti pertelagahan di antara Britain dengan Amerika, di Timur Tengah, adalah penting meneliti tentang sifat sesebuah negara dan mengaitkannya kepada pertelagahan Amerika dan Britain.

Sifat Negara-negara

Setiap manusia dan negara adalah dipengaruhi oleh amalan mereka ke tahap yang besar dalam hidup mereka. Pengaruh amalan ini terhadap negara itu adalah kuat sehingga ianya mewujudkan beberapa sifat di mana berubah menjadi sifat semulajadi bagi negara itu. Negara Arab mempunyai amalan merompak dan berperang sebagai salah satu mata pencarian mereka. Corak kehidupan ini menyebabkan negara Arab mempunyai sifat ketenteraan dan rasa tanggungjawab kepada hal ehwal orang lain. Oleh kerana ini, negara Arab adalah sesuai untuk mengembangkan risalah Islam dengan peperangan iaitu melalui jihad yakni merupakan perjuangan fizikal untuk menyebarkan Islam. Ianya merupakan sifat tersendiri bagi negara Arab untuk merasakan diri mereka sebagai suatu lilin yang membakar diri sendiri hanya untuk menerangi yang lain dan mempunyai rasa tanggungjawab terhadap yang lain dan menyamakan yang lain dengan diri mereka sendiri. Bangsa Arab setelah memeluk Islam dan menjadi umat yang bersatu dengan mempunyai sifat-sifat ketenteraan seperti sebelum kedatangan Islam, dan idea menyebarkan petunjuk kepada umat manusia keseluruhannya dan memberikan pertolongan kepada manusia telah menjadi sifat semulajadi bagi mereka itu. Tidak kira bagaimana jauhnya umat ini mundur dan tidak kira sejauh mana ianya menyesat dari generasi awalnya yang mula-mula sekali memeluk Islam dan mengembangkan Islam melalui jihad, ianya masih mempunyai sifat-sifat ketenteraan dan mempunyai rasa tanggungjawab terhadap yang lain dan mengembangkan petunjuk kepada manusia.

                Negara Jerman menghabiskan bertahun-tahun dengan perang saudara dan mempunyai beberapa generasinya berperang dengan jirannya seperti Perancis. Jerman memperolehi mata pencarian mereka dari industri ketenteraan. Oleh sebab itu Jerman mempunyai sifat ketenteraan dan kepercayaan yang tinggi terhadap diri sendiri. Walaupun disekat oleh jirannya, Jerman masih dapat memberikan ketakutan kepada jiran-jiran dan musuhnya yang berpakat untuk menjatuhkannya.

                Negara Jepun pernah bergantung kepada perdagangan dan pelayaran laut sebagai mata pencarian. Oleh sebab ianya menduduki sebuah pulau yang kecil maka penduduknya mempunyai kesungguhan yang tinggi dan berupaya untuk menyelesaikan masalah dengan bijak adalah merupakan sifat yang tersendiri bagi negara itu. Jadi negara ini bergerak menjadi negara industri sebaik sahaja revolusi perindustrian berlaku di Eropah, dan berjaya menjadi sebuah negara yang berjaya walaupun mempunyai kawasan yang kecil. Ianya tidak susah untuk berperang menentang China dan menakluk sebahagian dari China dan tidak gentar untuk menyerang Amerika apabila ianya menjadi ancaman bagi Amerika. Jepun juga pernah mengalahkan Rusia dalam suatu peperangan pada permulaan kurun ke Kedua0. Oleh itu tidak menghairankan apabila rancangan Amerika untuk melemahkan Jepun adalah membina industri Jepun semula tetapi berasaskan kepada industri bukan ketenteraan, iaitu yang berasaskan kepada perdagangan dan perkembangan ekonomi supaya Jepun tidak sekali lagi menjadi kuasa ancaman di politik dunia.

                Juga sama seperti halnya Amerika dan Britain, walaupun mereka bertutur menggunakan bahasa yang sama, terdapat kelainan sedikit dari gayanya. Pada permulaan Britain bergantung keseluruhannya kepada penangkapan ikan dan pembinaan kapal laut. Kemudian mereka merantau belayar ke laut dan berdagang. Oleh itu kehidupan mereka dicorakkan kepada pemburuan kekayaan, penipuan dan eksploitasi, dan menjadikan mereka memilih kehidupan pedagang. Oleh kerana saiz tanahnya yang kecil, maka Britain terpaksa meminta pertolongan orang lain sama seperti nelayan penangkap ikan yang akan menolong antara satu sama lain belayar di lautan dan jarang jarang sekali belayar secara persendirian. Apabila Kapitalism terjadi, maka penduduk menganutinya. Ini dan juga sifat yang telah diterangkan terlebih dahulu menjadikan penduduk Britain mempunyai sifat pragmatik yang sukar dihilangkan. Jadi jika diselidiki kehidupan politik di Britain yang masih berkekalan sehingga sekarang, akan dilihat ianya adalah meminta bantuan dari yang lain dan melalui polisi “umpan dan ikan”. Polisi ini adalah digunakan oleh Britain apabila ianya berhasrat untuk memburu sesuatu sama ada negara lain yang hendak ditakluk atau negara yang ianya hendak meminta pertolongan. Oleh itu adalah semulajadi untuk melihat Britain mempunyai polisi menubuhkan pakatan, blok dan pertubuhan. Dalam kurun ke 19, Britain pernah membuat persetujuan dengan negara lain dalam proses melakukan penaklukan. Ia pernah membiarkan sesetengah negara untuk menakluk wilayah lain supaya negara ini akan berdiri menyokongnya dan mempertahankan kepentingannya. Britain menjadikan Perancis rakannya dalam melakukan penaklukan Timur Tengah selepas Perang Dunia Pertama supaya Perancis menyokongnya jika sekiranya wilayah tersebut tergugat. Juga Britain mahu menjadikan Perancis sebagai barisan pertahanan pertama untuk mempertahankan wilayah taklukan itu, dan adalah dikatakan bahawa Britain akan berperang sehingga anggota tentera Perancis yang terakhir.

                Bitain dengan sifat nelayan itu menggunakan minyak Timur Tengah untuk mengajak Amerika bersama-sama memburu kepentingan di kawasan itu. Britain mahukan kehadiran Amerika supaya Amerika akan mula-mula mempertahankan kawasan tersebut jika sekiranya kawasan itu tergugat. Dari asas inilah, iaitu dari sifat semulajadi mereka, Britain berjaya membawa Amerika ke Timur Tengah dan mempunyai kepentingan di sana. Ini berlaku sebelum Perang Dunia Kedua, dan dengan ini Britain menjamin menggunakan Amerika untuk mempertahankan kawasan itu sekiranya tergugat.

                Mengenai Amerika pula, ianya merupakan sebuah negara yang kaya dengan berbagai sumber semulajadi. Amerika membuka negaranya kepada sesiapa yang mahu menetap di sana. Ia telah bertelagah dengan negara-negara yang mahu menakluknya. Ia telah memperolehi kemerdekaan dengan berperang dan seterusnya menghalang negara-negara lain dari menakluknya, dan memberi amaran akan berperang dengan sesiapa yang mahu menawannya. Jadi ianya melindungi dirinya dan dunia baru dari bahaya Eropah dan kuasa utama. Hasil dari hal yang demikian, sifat pragmatik menjadi sifat yang semulajadi atau diwarisi bagi mereka, dan kecenderungan kepada nilai-nilai tinggi dan kehormatan terhadap diri sendiri menjadi suatu sifat yang penting dalam diri mereka. Tetapi Amerika sepertimana negara-negara Kristian Eropah yang lain menganuti ideologi Kapitalism, maka mulanya terpikat dengan dua perkara yang bertentangan iaitu: sifat berpuas hati dan sederhana, dan Kapitalism dan eksploitasi. Apabila Amerika berasa berpuas hati dan sederhana, maka Britain mengeksploitasikan Amerika dan menguatkan diri sendiri dalam peperangan dan ekonomi. Apabila Perang Dunia Kedua meletus, Amerika telah pergi ke Timur Tengah dan mengalami penjajahan dan terpikat dengan eksploitasi dan penjajahan. Apabila ini berlaku Amerika keluar dari memencilkan diri mereka dan mula bergerak ke seluruh dunia untuk menakluk negara-negara lain di dunia menjadikan dunia ini dipengaruhi dan dikuasai oleh mereka. Amerika tidak akan kembali kepada zaman pemencilan mereka kerana Kapitalism telah menguasai kehidupan mereka dan eksploitasi mengawal kelakuan mereka.

                Jadi eksploitasi menguasai kehidupan kedua-dua negara Britain dan Amerika, dan penjajahan adalah metod yang dilaksanakan oleh kedua mereka dalam politik antarabangsa, dan disebabkan oleh sifat tulin mereka adalah berlainan, berkenaan dengan corak hidup dan keperluan, maka adalah semulajadi kedua-dua negara ini akan bertelagah di antara satu sama lain untuk merebut menjajah negara-negara lain. Dan tidak dapat ditolak lagi bahawa pertelagahan dan pergaduhan ini akan berpanjangan dan menguasai corak perhubungan mereka. Peristiwa pertelagahan ini bermula pada 1950 dan bermula beransur-ansur menjadi hebat sehinggalah ke era yang tegang yang terjadi di Timur Tengah.

Pertelagahan Britain dan Amerika di Timur Tengah

Untuk menerangkan ini secara amnya, selepas Perang Dunia Kedua, polisi Amerika dan Britain mempunyai persefahaman di antara satu sama lain. Kedua negara pernah berbincang mengenai polisi masing-masing dan mengaturkan rancangan dan carakerja mereka. Britain membenarkan Amerika untuk meraih sebahagian kekayaan dan kadangkala bekerjasama dengan Amerika, tetapi apabila sesuatu perkara menjadi bertentangan dengan kepentingan Britain maka Britain akan menentang Amerika. Bila perkara berkenaan dengan Yahudi di Palestin meletus, Amerika mahukan sebuah negara Yahudi di Palestin sebagai alat untuk menguasai Timur Tengah. Britain belum bersetuju mengenai penubuhan sebuah negara Yahudi. Ianya berbelah-bahagi untuk menjadikan Palestin sebagai negara di mana kaum Yahudi akan mempunyai kekuasaan atau sebuah negara Yahudi. Ia hendak menjadikan perkara tersebut memenuhi kepentingannya sendiri dalam hasratnya menguasai Timur Tengah. Jadi Britain tidak memberikan kata putus mengenai perkara itu dan merujuk kepada PBB untuk menyelesaikan perkara itu. Apabila PBB yang di bawah telunjuk Amerika berhasrat untuk membentuk negara Yahudi, Britain tidak menyuarakan pendapatnya dan menyerahkan masa untuk menentukan, sama ada kawasan itu akan menerima sebuah negara Yahudi dikalangan kaum muslimin atau menolaknya. Ianya mengambil polisi “tunggu dan lihat” berkenaan dengan negara Yahudi itu. Dalam masa yang sama Amerika berusaha untuk membentuk negara Yahudi dan mengenepikan segala halangan dalam cita citanya. Britain menentang Amerika secara rahsia, dan pertelagahan yang runcing di antara Britain dengan Amerika mengenai kewujudan Israel bermula. Selain itu Amerika cuba membina saluran minyak melalui Jordan, Syria, Lebanon sehingga Mediterranean tetapi Britain menolak projek ini dan Britain berjaya kerana telah lama bertapak di sana dan mampu untuk mempengaruhi semua pemerintah yang merupakan bonekanya di sana. Amerika kemudian berpendapat bahawa satu caranya untuk mengubah keadaan adalah melaksanakan polisinya seperti di Amerika Selatan. Polisi tersebut adalah melancarkan rampasan kuasa dan menjadikan pemimpin tentera memerintah. Rampasan kuasa yang pertama yang dilancarkannya adalah di Syria apabila Husni Az-Zaim memberikan Amerika peluang untuk membina saluran minyak dan Amerika telah mengenepikan rintangan yang telah dirancangkan oleh Britain. Tetapi Britain mengetahui bahawa Amerika mahu merampas kawasan tersebut darinya, maka mula menyekat Amerika dengan cara aktiviti politik dan menggunakan orang di kawasan Timur Tengah.

Persidangan Istanbul 1950

Apabila rampasan kuasa Husni Az-Zaim berlaku, Britain menyekat keras terhadap segala projek Amerika, dan pertelagahan rahsia di antara mereka menjadi semakin jelas. Selepas ini, Amerika mengetahui tentang bahaya yang berlaku terhadap ketenteraan dan ekonomi Amerika di kawasan itu. Mereka merasakan bahawa sekiranya polisi Amerika diletakan bersama-sama polisi Britain, maka keadaan Amerika akan terjadi seperti dalam Perang Dunia Kedua, iaitu menjadi alat kepada Britain dan menjadikan Amerika hanya mendapat kekayaan yang sedikit berbanding dengan Britain mempunyai kekayaan terbesar dan mempunyai pengaruh yang terkuat di kawasan tersebut. Duta Amerika di dunia Arab telah melihat keadaan ini dan berpendapat bahawa perlunya terdapat beberapa perubahan dasar dalam polisi Amerika dan polisi mereka itu memerlukan beberapa pengaturan semula. Mereka memikirkan tentang perlunya bekerjasama dengan orang dalam kawasan itu untuk mengembangkan dan mengaturkan polisi mereka. Tetapi pada masa yang sama, mereka telah mendapati adanya masalah yang besar di sana iaitu dengan wujudnya Israel yang mana kaum muslimin mempunyai kebencian dan permusuhan yang sangat besar. Oleh itu mereka berpendapat bahawa perlunya menyelesaikan masalah besar ini sebelum menukarkan kawasan itu dari menjadi suatu kawasan British kepada Amerika. Oleh itu mereka mengadakan suatu perjumpaan di antara mereka untuk membincangkan masalah ini. Pada tahun 1950, mereka mengadakan persidangan di Istanbul yang dipengerusikan oleh George McGhee iaitu merupakan Timbalan Menteri Luar Negara untuk Timur Tengah dan Afrika Utara. Persidangan ini berlangsung selama 5 hari di mana perwakilan membuat aturan semula dalam hal berkaitan dengan politik, strategi dan ekonomi dalam kawasan itu. Mereka bersetuju bahawa sekiranya Amerika mahu menjadikan Timur Tengah menjadi kawasan Amerika, maka tidak ada ruang di mana ianya boleh wujud bersama dengan polisi British. Mereka mendasarkan kenyataan mereka tentang apa yang berlaku di Syria di mana Presiden Shukri Al-Quwatli tidak bersetuju  memberikan Amerika kebenaran untuk membina saluran minyak dan mereka terpaksa merancang rampasan kuasa yang diketuai oleh Husni Az-Zaim yang telah menjadikan Syria di bawah telunjuk Amerika. British pada tahun yang sama 1949 telah merancang rampasan kuasa Al-Hinnawi yang telah merampas kuasa dari Husni Az-Zaim dan menjadikan Syria menjadi boneka British semula. Persidangan ini merupakan suatu cara yang terbaik bagi mengaturkan rancangan Amerika di Timur Tengah. Persidangan tersebut telah mengusulkan beberapa tindakan bagi White House, Jabatan Luar Negara, Kementerian Pertahanan dan Angkatan Tentera Laut, dan menengahkan beberapa rancangan yang penting seperti berikut:

                Dari pengalaman Perangan Dunia Kedua membuktikan bahawa Timur Tengah adalah suatu pangkalan penting untuk bertindak ke atas Soviet Union. Walaupun serangan ke atas telaga minyak Rusia di Al-Qafqas bertujuan untuk melemahkan jentera perang Rusia boleh dilakukan tetapi perkara ini tidak akan membuahkan hasil sekiranya Amerika hanya bergantung kepada kerjasama ketenteraan dengan Turki sahaja. Amerika berusaha untuk membuka pangkalan tentera di Syria, Lebanon dan Palestin dan menjadikan Iraq dan Mesir sebagai pangkalan yang memberikan bekalan makanan, senjata dan tenaga manusia. Mereka berpendapat bahawa hal tersebut adalah perlu sekiranya apa-apa serangan ke atas telaga minyak Rusia di Bako atau al-Qafqas dilakukan. Ekspedisi ketenteraan di Greece, Sicily dan Itali pada tahun 1941-1944 pada Perang Dunia Kedua membuktikan betapa pentingnya Timur Tengah sebagai pusat membekalkan tenaga untuk aktiviti ketenteraan bagi memberikan kemenangan kepada Pihak Bersekutu dalam Perang Dunia Kedua.

                Mereka mengakhiri persidangan mereka dengan beberapa syor dan kesimpulan yang dipersetujui oleh ahli yang bersidang. Antara 4 kesimpulan yang terpenting adalah:

1.  Perpisahan di antara polisi Amerika dengan polisi Britain dalam semua isu yang melibatkan Timur Tengah.

2.  Melaksanakan keperluan nasionalis bagi orang Arab sebagai dasar bagi polisi Amerika di Timur Tengah.

3.  Menyebelahi Iraq dalam tuntutannya ke atas Britain dan menyokong gerakan gerakan tersebut di Iraq.

4.  Menghentikan    dari   diplomasi  berlanjutan dan berhenti memberikan pertolongan ekonomi ke atas Israel dan menyokong PBB untuk membahagikan Palestin kepada dua negara Arab dan Yahudi dan juga melaksanakan resolusi yang berkaitan dengan pendudukan semula pelarian orang Arab balik ke tanah air asal mereka atau memberikan gantirugi kepada mereka yang tidak mahu pulang.

                Persidangan tersebut juga membincangkan tentang Mesir yang perlu dirampas dari tangan Britain, dan Britain mestilah dipaksa keluar dan suatu regim kuat perlulah dibina untuk menguasai seluruh wilayah kerana sejarah membuktikan bahawa Mesir adalah pintu kepada seluruh Timur Tengah.

                Pendapat ini dikemukakan kepada pentadbiran Amerika. Parti demokratik adalah berkuasa pada masa itu dan ianya selalu bersifat peramah ke atas Britain. Presiden Amerika iaitu Truman kemudiannya menjadi berkuasa dengan pertolongan pengaruh Yahudi dan pengaruh Britain dalam segelintir sistem pentadbiran Amerika. Truman mempunyai sedikit persahabatan terhadap Britain dan Yahudi. Jadi pendapat-pendapat tersebut tidak diendahkan oleh Truman pada masa itu. Tetapi selepas itu pada masa Eisenhower menjadi Presiden, pendapat pendapat itu menjadi penting dan serius.

Amerika Meninggalkan Pemencilan

Walau apa pun, polisi Amerika selepas persidangan itu menjadi aktif di Timur Tengah. Amerika berusaha untuk membentuk perdamaian antara negara Arab dengan Israel. Mereka mencuba untuk memaksa Britain supaya keluar dari Jordan dan Iraq. Jadi duta Amerika menghubungi Raja Abdullah untuk membuat rancangan dengan beliau. Secara ringkasnya Raja Abdullah diminta untuk berkerjasama dengan Amerika dan meninggalkan Britain. Untuk membalas kerjasama Raja Abdullah, Amerika akan membenarkan Raja Abdullah untuk memasukkan Iraq dan Hijaz dan selepas itu memasukkan Syria dan Lebanon ke dalam wilayah Jordan sekiranya Raja itu bersetuju untuk membuat perdamaian dengan Israel. Amerika juga bersetuju memberikan pinjaman kewangan dan memulihkan ekonomi Jordan. Raja Abdullah bersetuju untuk melaksanakan projek Amerika itu dan mula membentuk perhubungan untuk menjayakannya. Raja Abdullah telah pergi ke Iraq berjumpa dengan Abdul-Ilah dan Nuri As-Said dan memberitahu akan rancangan Amerika itu. Dia memujuk mereka berdua untuk menyebelahinya. Tetapi mereka berdua menghubungi Duta Luar Britain dan memberitahu akan rancangan Raja Abdullah itu. Britain kemudiannya meminta kedua-dua mereka supaya tidak melaksanakan projek itu dan kedua-dua Abdul-Illah dan Nuri As-Said tidak memenerima rancangan itu dan tidak pula memulaukan Raja Abdullah. Mereka berdua membiarkan isu itu masih menjadi perkara yang terbuka. Jadi Raja Abdullah balik semula ke Jordan dan bertemu dengan Riyad as-Sulh (Perdana Menteri Lebanon) untuk meminta pertolongan dalam rancangannya. Riyad Al-Sulh menerima rancangan tersebut kerana ianya telah berpihak kepada Amerika. Riyad telah pergi ke Amman dan dalam perjalanannya ke lapangan terbang balik ke Beirut ianya telah dibunuh oleh agen-agen British. Selepas seminggu Raja Abdullah telah dibunuh di Masjid Al-Aqsa di Al-Quds kerana suatu tipu muslihat terbuka yang dirancang oleh General Klubb. Amerika telah memberi amaran kepada Raja Abdullah tentang tipu muslihat ini dan bahaya pergi ke Al-Aqsa. Oleh itu rancangan Amerika merosot.

Pertelagahan di Syiria

Dalam tahun yang sama 195Kedua, pilihanraya telah berlangsung di Amerika dan Parti Republikan melalui wakilnya Eisenhower telah menang. Pada tahun 1953 beliau telah berkuasa. Selepas pertelagahan Amerika dan Britain menjadi rumit kerana Eisenhower diketahui mempunyai rancangan ketenteraan dan kepentingan global bagi Amerika melebihi tekanan Yahudi dan Britain. Jadi pertelagahan antara kedua negara ini menjadi runcing dan di antara peristiwa yang penting berlaku ialah Amerika berjaya memaksa Britain melepaskan Mesir dan Mesir menjadi boneka Amerika. Sebelum ini Amerika membuat rampasan kuasa di Syria melalui agennya Adeeb Ash-Sheeshekly. Jadi Mesir dan Syria dikuasai oleh Amerika. Sejak dari itu wilayah Arab menjadi medan pertelagahan di antara Amerika dan Britain. Beberapa peristiwa telah berlaku seperti sebuah bola yang berayun di antara Amerika dan Britain. Pertelagahan dilihat jelas seperti di kawasan kawasan di Mesir, Syria, Jordan, Iraq, Yemen dan Saudi Arabia. Tetapi kebanyakan peristiwa berlaku di Syria kerana ianya merupakan pusat pengaruh seluruh wilayah Arab. Jadi beberapa peristiwa berlaku di Syria dan ulangan rampasan kuasa adalah jelas. Apabila British melakukan pembunuhan ke atas Husni Az-Zaim dan berjaya mendapatkan balik Syria atas alasan demokrasi dan mula menghubungkannya dengan Iraq untuk membentuk Kesatuan Hilal Subur. Dan pilihanraya berlaku di Syria dan perlembagaan bagi negara itu telah dirangka. Parti Rakyat dan Parti Nasionalis telah berkuasa dan di antara manifesto mereka adalah penyatuan dengan Iraq. Amerika cuba menggagalkan usaha Britain tetapi tidak berjaya sehinggalah Adeeb Ash-Sheeshekly berkuasa dan mengawal keadan dari sebelah dalam, dan selepas itu dari luaran setelah dia mengelarkan dirinya sebagai Presiden Syria. Jadi Syria menjadi boneka Amerika dan berlangsung sehinggalah tahun 1954 apabila Britain dengan kerjasama Iraq merampas kuasa dari Ash-Sheeshekly dan sekali lagi Syria kembali kepada kekuasaan Britain dan pemerintahan parlimen  dibentuk semula.

Nasser di Mesir

Pada masa ini, Britain cuba mendirikan Pakatan Baghdad dan semenjak tahun 1955 bermulalah fasa yang genting dalam perrtelagahan di antara Amerika dan Britain dalam kawasan itu. Amerika mula memainkan peranannya di Mesir dalam pembebasan, kesatuan dan Sosialism dan Nasser berjuang menentang Britain dengan menguntungkan Amerika. Selepas cepat memisahkan dirinya dari Amerika, Nasser mendapat bantuan ketenteraan dari negara Blok Komunis dan memberikan harapan kepada negara-negara Arab yang lain untuk berperang dan memusnahkan Israel. Ini telah menjadikan kebangkitan di kalangan negara-negara Arab. Nasser melaksanakan nasionalism Arab dan mengumumkan Mesir sebuah negara Arab dan mengusulkan yang demikian dalam perlembagaan Mesir. Dia mula melaungkan keadilan sosial, kesatuan dan kebebasan dari penjajahan. Dia juga mengajak kepada Sosialism, kebebasan dan kesatuan. Ini membuatkan negara-negara Arab tertumpu kepadanya. Nasser menjadi suatu Raja dalam tanah Arab. Cara ini digunakan oleh Amerika untuk menyekat Britain dan untuk menjadikan keadaan kucar-kacir di kalangan rakyatnya telah menolong rancangan Nasser. Walaupun terdapat permusuhan yang pahit di antara Amerika dan Soviet Union tetapi Amerika mengajak Soviet Union datang ke Timur Tengah untuk menyekat Britain. Walaupun Amerika menentang Sosialsim, ianya mengajak Nasser untuk memperjuangkannya. Persetujuan ketenteraan dengan negara Blok Komunis adalah faktor utama menjadikan Soviet Union datang ke wilayah Timur Tengah. Nasser memperjuangkan nasionalism Arab yang telah luntur. Perlaksanaan Sosialism yang terbit dari keadilan sosial menolong mengembangkan pemikiran haluan kiri dan telah menjadikan pemikiran tersebut kuat dalam kawasan itu. Permusuhan Mesir dengan pakatan antarabangsa menolong membongkar perhubungan Nasser dengan Amerika, khususnya Nasser selalu menentang penjajahan  Amerika. Jadi negara-negara Arab tidak syak lagi bahawa Nasser adalah penyelemat yang telah diturunkan oleh Allah swt. untuk menyelamatkan umat ini dari penjajahan. Jadi semua orang di wilayah Arab tertumpu kepada beliau melainkan hanya segelintir dari penduduknya yang tidak mempunyai pengaruh dalam masyarakat dan politik pada masa itu. Kumpulan ini mencuba untuk membongkar Nasser tetapi tidak mengubahkan keadaan dan Nasser masih mempunyai kawalan ke atas pendapat umum. Dari ini, agen-agen British yang memerintah Jordan dan Iraq menjadi tidak stabil dan agen-agen British di Syria dan Lebanon dalam keadaan yang buruk. Jadi Amerika telah mencapai suatu keadaan yang baik untuk menamatkan kehadiran British di Timur Tengah.

 

Pertelagahan Sekali Lagi di Syiria

Pada masa ini di Syria berlaku beberapa peristiwa dalaman. Nasser menjadi terkenal dan ini menolong memajukan peristiwa tersebut dan menjadikan kesatuan di antara Parti Ba’ath dan Parti Arab Sosialis. Kesatuan ini menolong Parti Ba’ath dalam mendapatkan pengaruh dalam tentera. Kedua parti melaksanakan Sosialism sebagai ideologi dan melaungkan “Kesatuan-Kebebasan-Sosialism”. Ini menolong mereka untuk menekan pemerintahan dan seterusnya mempunyai kuasa dalam pentadbiran negara. Oleh kerana Nasser juga melaungkan perkara yang sama, kedua parti mempunyai peluang baik untuk menarik seluruh negara kearah mereka dalam melaksanakan Sosialism dan kesatuan. Sekarang Syria adalah dalam pengaruh Parti Ba’ath yang kuat. Kerajaan  mahukan Parti Ba’ath mempunyai kuasa kerana ia mahu mengelak dari dikenakan tekanan dari parti tersebut dan juga tertipu memikirkan bahawa parti tersebut mempunyai pengikut yang ramai. Jadi Syria adalah dalam kekuasaan Britain, gerakan Sosialis dan kesatuan mempunyai pengaruh yang kuat. Kemudian Nasser menswastakan Terusan Suez dan Britain, Perancis dan Israel menyerang Mesir. Keputusannya adalah Nasser kemudiannya menjadi wira dan menjadi terkenal. Dalam keadaan itu agen-agen British tidak berani menonjolkan diri dan pengaruh mereka tidak dirasakan langsung.

                Dalam bulan Ogos 1957, beberapa pegawai tentera telah bertemu untuk membincangkan keadaan di Syria. Memandangkan bahawa pengaruh Barat semakin memuncak di Syria, mereka mengambil keputusan untuk merampas kuasa dan memerintah negara secara sembunyi dari belakang dengan hanya membenarkan Presiden dan Menterinya masih memegang jawatan sahaja. Mereka berjaya dalam misi mereka dan membebaskan negara itu dari pengaruh Amerika oleh kerana idea-idea Sosialism, kebebasan dan kesatuan berkembang di Syria. Parti Ba’ath menjadi sekutu Nasser mempunyai pengaruh yang kuat di kalangan rakyatnya, walaupun tindakan pegawai-pegawai tentera itu adalah suatu yang boleh dilihat menentang Amerika, tetapi secara realitinya adalah lebih menentang Britain dari Amerika. Britain tidak dapat berbuat apa-apa dan terpaksa berdiam diri. Tetapi Amerika menjadi liar dan nampaknya cuba untuk menentang pegawai pegawai tentera tersebut dan mengembalikan Syria ke kuasa Barat. Tetapi segala usahanya untuk mencapai tujuan itu tidak berjaya. Jadi Nasser mencapai suatu yang tidak tercapai oleh Amerika. Untuk ini Nasser menghantarkan Mahmud Riyad ke Syria untuk melakukan kesatuan dengan Mesir yang mana Mesir cuba menguasai Syria. Riyad menempuh kejayaan dalam misi dan penyatuan dapat dilangsungkan. Jadi Amerika melalui Nasser telah kembali berkuasa di Syria. Dengan mengusasi keadaan ini, Amerika mula mahu menamatkan pengaruh Britain di Iraq dan Lebanon. Dalam tahun 1958, Lebanon dan Iraq dalam keadaan tegang.. Sekarang Mesir, Lebanon dan Iraq adalah dalam tangan Amerika. Tidak ada yang tinggal bagi British melainkan Jordan dan Nasser berusaha untuk menghapuskan pengaruh British di sana. Tetapi Britain tidak mengalah dan berusaha untuk menyekat Amerika. Jordan adalah pangkalan ketenteraan British dan pada tahun 1961 Britain berjaya dalam merekrutkan tentera di Syria yang patuh kepadanya. Parti Rakyat, Parti Nasionalis dan Parti Ba’ath dan Parti Arab Sosialis telah bersatu menyekat Nasser dan kesatuan di antara Syria dan Mesir tidak berlangsung. Kesatuan tidak terjadi dan Britain mengawal keadaan di Syria. Di Iraq, Amerika menggulingkan Abdul Karim Qasim kerana Qasim menolak Amerika dan bekerjasama dengan Komunis. Jadi Parti Ba’ath yang dikawal oleh Amerika telah berkuasa di sana. Regim tersebut berusaha untuk menyatukan Syria dan Jordan dengan Iraq. Britain berasa takut dengan keadaan ini, jadi ianya melangsungkan rampasan kuasa secara olok olok di Damsyik dan menggunakan Parti Ba’ath sebagai pelindung dan sejak itu Syria merupakan kakitangan British.

                Contoh di atas adalah pertelagahan yang jelas di antara Amerika dengan Britain. Untuk wilayah Arab yang lain, Jordan masih dibawah pengaruh British. Jordan yang mempunyai dua pertiga rakyatnya dari keturunan Palestin bergantung kepada PBB dan rakyat Palestin yang bekerja diluar, dan satu pertiga kaum Badwi yang bergantung kepada anak mereka yang bertugas dalam tentera yang telah menolong British mengekalkan kekuasaannya dan menyekat rancangan Amerika yang telah berjaya di Syria. Tidak ada apa-apa yang berlaku di Jordan melainkan demonstrasi menentang Pakatan Baghdad dan rampasan kuasa secara olok-olok yang dilakukan oleh Raja Hussain pada tahun 1957 untuk menghalau keluar agen-agen Nasser dari Jordan. Walaupun begitu, Jordan merupakan medan pertelagahan di antara Britain dengan Amerika dengan adanya kekayaan alam di bawah bumi dan di laut.

                Di Iraq, Abdul Salam Aref yang menguasai Parti Ba’ath adalah pengikut Nasser. Tetapi agen-agen British di kalangan ahli politik dan anggota tentera mempunyai peluang yang baik untuk bertindak dengan minimum dalam menguasai ekonomi dan tentera negara itu. Iraq kembali kepada pangkuan British dan masih menjadi boneka British sehingga sekarang.

                Apabila Nasser menguasai Mesir, ianya menjadi pangkalan ketenteraan yang penting bagi Amerika. Sejak itu tidak ada apa-apa aktiviti politik yang berlaku di kawasan itu yang berkaitan dengan pertelagahan Amerika dengan Britain. Serangan ke atas Mesir yang oleh Britain, Perancis dan Israel adalah sebenarnya aktiviti mempertahankan kepentingan penjajahan Britain. Jadi tidak ada pertelagahan global yang berlaku di Mesir.

                Di Afrika Utara, Amerika menguasai Morocco pada masa Raja “Muhammad V” dan keadaan yang sama berlaku di Algeria apabila agennya Ahmad bin Billa. Tetapi apabila Raja “Muhammad V” meninggal dunia dan digantikan dengan Al-Hasan, Morocco bertukar sekutunya. Di Algeria, Bin Billa digulingkan oleh rampasan kuasa yang dilancarkan oleh British melalui Raja Hasan dan Muhammad Khaider. Mereka menarik Tahir al-Zubairi dan Abu Median dan menolong mereka untuk menggulingkan Bin Billa. Di Libya dan Tunis, Amerika tidak berjaya untuk mencapai apa-apa kejayaan. Timur Tengah adalah masih dikuasai oleh British melainkan Mesir di mana pertelagahan masih berterusan di antara kedua kuasa itu. Pertelagahan ini adalah pahit dan adalah batu api untuk krisis di Timur Tengah.

Rancangan Britain di Timur Tengah

Dengan merujuk kepada pertelagahan di kawasan itu, adalah penting untuk mengetahui rancangan Britain di kawasan itu. Pada tahun 1964, pendapat mengatakan bahawa Britain sedang menyelidik dengan teliti mengenai isu negara-negara Arab. Mengenai Israel pula, Britain berpendapat bahawa kawasan itu tidak mempunyai rasa bertimbang rasa terhadap negara asing, dan kewujudan negara Israel adalah suatu kegagalan. Britain mendapati bahawa penubuhan sebuah negara Kristian dari kaum muslimin dan Kristian Arab boleh dilakukan di Lebanon. Jadi Britain mula melaksanakan idea iaitu suatu negara Palestin yang terdiri dari Arab dan Yahudi dan ini adalah suatu perlaksanaan dasar yang telah diusulkan pada tahun 1939 untuk menyelesaikan masalah. Britain mengusulkan idea itu kepada pemimpin Yahudi dan meyakinkan mereka. Livy Ishkol iaitu Perdana Menteri Israel telah pergi ke London dan berjumpa dengan kabinet Parti Buruh yang berkuasa pada masa itu, Parti Conservatif, setengah pemimpin berpengaruh dan pemimpin Yahudi di Britain. Ishkol bersetuju dengan rancangan itu dan Britain menghantarkan Abu-Rukaiba ke Mesir, Jordan, Lebanon, Kuwait dan Saudi Arabia untuk memberitahu pemimpin ini dan setengah pemimpin Palestin tentang rancangan tersebut dan memperolehi persetujuan mereka. Pemimpin ini bersetuju dan Britain boleh melaksanakan rancangannya. Mengenai isu negara Arab, Britain berputus asa dari bersetuju dengan Amerika untuk menjadikan kawasan itu mempunyai bentuk yang tertentu. Liga Arab tidak berjaya dalam membuat hubungan di antara negara-negara dalam kawasan itu, dan penubuhan suatu negara persekutuan adalah rancangan Amerika, walaupun ianya dilihat oleh Britain sebagai suatu yang mustahil terjadi. Jadi Britain mencapai rancangan baru untuk membahagikan negara Arab kepada 4 bahagian dan menghubungkan negara Islam termasuk Arab melalui suatu persidangan Islam yang serupa dengan Persidangan Afrika. Britain menghubungi Raja Faisal mengenai rancangannya dan adalah mungkin bahawa Abu-Rukaiba membincangkannya dengan para pemimpin di rantau itu. Britain juga memanggil Raja Hussain, Shah Iran, Raja Hasan untuk bersetuju dengan rancangan itu. Mereka pun bersetuju dan dan Raja Faisal akan cuba melaksanakan rancangan itu.

Persidangan Islam

Ini adalah rancangan Britain di kawasan itu tetapi ianya ditentang keras oleh Amerika. Amerika menyuruh agennya, Nasser di Mesir untuk membantah persidangan itu. Idea tentang menubuhkan suatu negara Palestin dan memusnahkan negara Israel dibantah oleh Amerika. Pertelagahan di antara Britain dan Amerika telah menghasilkan semua peristiwa sejak 1965. Dari apa yang telah diketahui, ianya telah menjadi jelas bahawa soal Timur Tengah dari pandangan global sepatutnya menjadi medan pertelagahan di antara penduduk asal kawasan itu dengan kuasa penjajah. Aktiviti sepatutnya menjadi sama halnya dengan Amerika yang menghalau keluar semua kuasa penjajah dan menubuh negara Amerika Syarikat (United States of America), atau halnya dengan China selepas Perang Dunia kedua yang menghalau keluar semua kuasa penjajah di wilayahnya dan menubuhkan suatu negara yang bertaraf tinggi di pentas dunia. Semua ini adalah yang dijangkakan dari sebuah negara yang telah jatuh ke tangan kuasa penjajah, apabila negara itu mencapai kekuatan global dan kekuatan tempatan untuk membebaskan dirinya dan menubuhkan suatu negara yang bertaraf tinggi di dunia. Tetapi sangat malang perkara tersebut tidak terjadi di Timur Tengah, dan apa sebenarnya yang telah berlaku adalah perlumbaan di  antara kuasa-kuasa penjajah iaitu Amerika dan Britain, untuk mengeksploitasikan kawasan (tanah jajahan) dan juga menghalang penduduknya dari berfikir untuk membebaskan diri mereka. Jadi apabila krisis Timur Tengah diteliti secara global, ianya dilakukan dengan mengikut arus pertelagahan Amerika-Britain, sehingga ke takat mana pertelagahan ini mempengaruhi keamanan dan pertelingkahan antara kuasa-kuasa utama (dunia).

Isu Timur Jauh

Mengenai isu Timur Jauh, ianya berlainan dengan isu Timur Tengah walaupun ianya adalah isu tentang strategi dan penjajahan. Jika isu India dianggap sebagai sebahagian dari soal Timur Tengah, walaupun secara geografinya adalah diletakkan dalam kawasan Timur Jauh, maka tinggalah lima negara iaitu Jepun, China, Korea, Indonesia dan Indochina. Setiap negara itu mempunyai halnya sendiri. Sebelum diteliti hal-hal tersebut, suatu perkara am perlu dikemukakan terlebih dahulu. Dari segi strategiknya, Timur Jauh adalah kawasan yang penting dalam pandangan Amerika dan Soviet Union. Dari sebelah Lautan Pasifik, Timur Jauh mempunyai sempadan dengan Amerika. Di lautan ini, terdapat dua kuasa yang boleh mengancam Amerika dan Soviet Union, iaitu China dan Jepun. Jadi Timur Jauh adalah kawasan yang strategik. Situasi ini dapat menerangkan mengapa Amerika mempunyai pangkalan tenteranya di kawasan ini. Amerika telah berusaha dan telah mempunyai pangkalan tenteranya di Timur Jauh sebelum Jepun menyerangnya. Selepas serangan itu, Timur Jauh menjadi semakin penting bagi Amerika. Kapal terbang Amerika selalu berulang alik dalam kawasan ini. Filipina adalah merupakan pangkalan ketenteraan sejak Perang Dunia Kedua. Jadi Amerika selalu memperhatikan kawasan ini untuk melindungi dirinya dari bahaya di kawasan ini. Untuk Rusia pula, Timur Jauh adalah sempadan kerana tidak ada lautan yang memisahkannya dengan Timur Jauh. Tetapi Rusia tidak mengambil langkah langkah ketenteraan di kawasan itu, walaupun ianya menguatkan sempadannya dengan China dan selalu mencuba untuk membina perhubugnan persahabatan dengan Jepun.

                Dari segi penjajahan, kawasan itu telah dikuasai oleh Britain, Perancis dan Belanda yang mempunyai kawasan yang besar sementara Portugal hanya mempunyai kawasan yang sedikit.

Polisi British di Timur Jauh

Britain menguasai Hong Kong di sebelah selatan pantai timur China. Mereka juga menguasai Malaya(sebelum menjadi Malaysia 1967), Singapore dan utara Borneo, Burma, Sri Lanka dan India. Polisi British adalah berdasarkan perlindungan kepada wilayah jajahan itu. Apabila Blok Barat merupakan satu unit sebelum persetujuan kedua kuasa besar pada tahun 1961, polisi British di Timur Jauh adalah bertentangan dengan Amerika walaupun Britain menganggap China sebagai pasaran kepada barangannya. Britain tidak melihat keahlian China dalam Blok Timur sebagai ancaman baginya di Timur Jauh. Jadi British tidak melihat apa-apa halangan untuk mengancam China atau bertelingkah dengannya. Britain mahu menjadikan kawasan itu aman kerana sebarang kekacuan akan membimbangkan wilayah-wilayah jajahannya. Oleh itu Britain membantah gerakan gerakan menuntut kemerdekaan di Indonesia dari Belanda. Ianya membuat perhubungan baik dengan China dan mengiktiraf China dan melakukan perdagangan dengannya. Britain telah menentang polisi Amerika di kawasan itu untuk melindungi wilayah jajahannya yang bukan sahaja merupakan pasaran bagi barangannya tetapi juga mempunyai kekayaan bahan mentah yang mahu dieksploitasikan olehnya. Jadi polisi Britain di Timur Jauh adalah mengekalkan wilayah jajahannya dan pengaruhnya walau bagaimana corak kewujudannya.

Polisi France di Timur Jauh

Perancis selepas Perang Dunia Kedua berjaya untuk mengembalikan kekuasaannya di Indochina iaitu kawasan yang meliputi Vietnam, Laos dan Kemboja. Wilayah jajahan ini merupakan jajahan yang terbesar dan terpenting kerana ia kaya dengan sumber alam. Walaupun begitu Perancis tidak dapat mengekalkan posisinya di kawasan ini disebabkan oleh China dan Amerika telah mempunyai kekuatan yang lebih, dan Perancis terpaksa meninggalkan tempat ini. China menyokong gerakan kemerdekaan yang dinamakan “Viet Minh” yang telah mengalahkan Perancis dan menghalau keluar Perancis dari kebanyakan wilayah Vietnam. Perancis telah dikalahkan secara ketenteraan dan politik dan terpaksa meninggalkan kawasan itu. Dengan itu Amerika merampas Indochina dari Perancis. Amerika berpura pura menyokong Perancis tetapi pada masa yang sama secara tersembunyi ianya menyokong gerakan kemerdekaan menentang Perancis. Amerika meletakkan Perancis dalam posisi yang sensitif iaitu sama ada kekal bersama dengan pertolongan Blok Barat (Amerika) atau kekal dalam kepayahan menghadapi revolusi menentangnya. Kemudiannya persidangan Geneva dilangsungkan dan kes Indochina dibincangkan. Keputusan persidangan  adalah perlucutan kuasa Perancis di kawasan itu dan kemasukan China ke dalam VietnamUtara.

                Di Indonesia, Amerika menggalakkan penduduknya untuk menentang Belanda. Revolusi yang hebat berlaku dan disokong oleh Belanda Amerika dan Rusia, walaupun kedua-dua kuasa besar itu bertelagah antara satu sama lain. Britain menyokong Belanda tetapi Indonesia memenangi peperangan menentang Belanda. Setelah isu itu dikemukakan ke PBB di mana Amerika menyokong Indonesia dan PBB mengambil keputusan untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Jadi Belanda meninggalkan Indonesia dan tidak mendapat apa-apa selain dari Airyana Barat. Tetapi Indonesia dengan pertolongan Amerika menghalau keluar Belanda juga dari kawasan tersebut.

Amerika Melaungkan Kemerdekaan untuk Kawasan Itu

Portugal telah menguasai Goa di India. Apabila India melihat Belanda dihalau keluar dari kawasan itu (Indonesia), mereka menjadi lebih bersemangat untuk menghalau Portugal dari kawasan itu (India). Sebelum persetujuan di antara Amerika dan Rusia, Britain merasa aman dengan wilayah jajahannya. Tetapi selepas persetujuan itu dan keadaan antarabangsa mula berubah, Britain mula cemas. Ini berlaku apabila Amerika cuba untuk menghalau keluar Britain dan menggantikan kedudukan Britain. Amerika melaungkan kemerdekaan dan ingin menamatkan penjajahan Britain di wilayah jajahan itu. Britain cuba menyekat rancangan Amerika dengan menubuhkan kesatuan di antara pulau Borneo Utara, Sarawak, Sabah, Malaya dan Singapura dan menamakannya sebagai Malaysia. Jadi Britain mengubahkan corak penjajahan di kawasan itu. Tetapi Amerika membalas balik dengan menggunakan Indonesia untuk membuat tuntutan ke atas pulau Borneo Utara. Indonesia melancarkan kempennya ke atas Borneo, Malaya dan Singapura melalui gerakan pemberontakan dan mengapi-apikan penduduk tempatan supaya memberontak menentang Britain. Jadi separa peperangan yang dinamakan “polisi pertelingkahan” (confrontation policy) berlaku di antara Indonesia dan Malaya dan berlanjutan sehingga beberapa tahun. Apabila kedua kuasa besar membuat persetujuan pada tahun 1961, yang juga mahukan penghampusan segala pangkalan tentera dari dunia dan menghampuskan pangkalan tentera Britain di Timur Jauh, maka tekanan ke atas Britain adalah sangat besar sehingga ianya terpaksa meninggalkan pangkalannya di Singapura dan terpaksa memanggil balik tenternya dari Timur Suez dan Timur Jauh. Tetapi melalui agennya, Britain menjadi aktif di Indonesia menentang Sukarno yang melancarkan “polisi pertelingkahan”. Amerika mahu mengenepikan Sukarno dari pentas politik Indonesia dan mambawa agennya dari tentera diketuai oleh Suharto. Bila Britain meninggalkan Singapura, Singapura kemudiannya terpisah dari Malaysia yang terdiri dari Sabah, Sarawak dan Semenanjung Malaysia. Selepas itu, kawasan ini mengalami keamanan relatif dan persiapan dilakukan untuk menentang China. Rancangan kedua kuasa besar adalah untuk melucutkan kekuasaan Britain sepenuhnya dari Timur Jauh. Kejayaan dua kuasa besar dalam menyekat China adalah petanda kepada adanya perjuangan untuk melucutkan kekuasaan Britain dari kawasan itu dan terpulanglah kepada polisi yang perlu dirancang dan perlu dilaksanakan.

                Amerika mengekalkan perjanjian penjajahan di antaranya dengan Filipina. Perjanjian tersebut secara besarnya adalah sama dengan perjanjian yang mengaitkan Jordan, Mesir, Iraq dan negara-negara lain kepada Britain. Walaupun secara teorinya Filipina bukanlah wilayah jajahan Amerika, tetapi secara praktiknya adalah sebuah wilayah jajahan. Selepas kejayaan Amerika menghalau keluar Belanda dari Indonesia Amerika cuba mengambil tempat Belanda di sana. Tetapi Indonesia membantah sekian lama dan tidak bersetuju untuk menghalau keluar suatu kuasa penjajah dan membawa masuk kuasa penjajah yang baru. Amerika kemudiannya memberikan Indonesia beberapa kesukaran. Amerika mengapi-apikan pemberontakan dan bertindak pasif ke atas usaha British untuk menular masuk ke Indonesia melalui agennya. Amerika menyokong imigrasi orang China ke Indonesia dan membuka ruang untuk Komunisma bertapak. Oleh kerana tekanan yang dibuat oleh Amerika, pemerintah Indonesia bersetuju menerima rancangan Amerika kepada Indonesia bercorak bantuan kewangan dan ketenteraan. Jadi Indonesia jatuh ke dalam pengaruh Amerika dan menjadi pengikut Amerika. Selepas persetujuan di antara kedua kuasa besar itu, Amerika menjadi lebih kuat dan menjadi kuasa yang ulung dalam bidang tentera dan ekonomi negara itu.

                Sama dengan di Indonesia, Amerika menguasai Indochina selepas menghalau keluar Perancis, dan menguasai Korea selepas Perang Korea tamat. Amerika dijangka mewarisi wilayah jajahan British selepas menghalau keluar British dari wilayah jajahannya. Amerika akan sendirinya mengatur Timur Jauh secara strategik dan secara penjajahan, terutama sekali apabila pengaruh Amerika di Jepun menjadi kuat dan China ditekan dan dikawal. Jadi persoalan Timur Jauh telah berubah dari isu yang global kepada isu berkaitan dengan dua kuasa besar.

Pembebasan Timur Jauh

Inilah persoalan Timur Jauh secara amnya. Idea tentang kemerdekaan yang berkembang sebelum dan selepas Perang Dunia Kedua telah menjadi semakin terkenal dengan tercetusnya peperangan yang mempengaruhi penduduk tempatan di sebelah Timur Jauh melebihi negara-negara di Timur Tengah. Ini kerana idea kemerdekaan dibawa oleh pihak Komunis dan ini adalah sebahagian dari perjuangan Komunisma menentang Kapitalism. Idea ini bermula di Rusia melalui China dengan gaya yang kuat. Jadi negara-negara Indochina memberontak melawan Perancis sebelum dan selepas Perang Dunia Kedua seperti Indonesia menentang Belanda. Negara Korea menganuti Komunisma yang mempengaruhinya ke had yang tertentu. Juga negara-negara Malaya, Singapura dan Borneo Utara semuanya menentang penjajahan British. Ini menjadikan Indonesia menghalau keluar Belanda dan menjadi merdeka. Korea menjadi negara yang kuat seperti Vietnam Utara dan British terpaksa membentuk Persekutuan Malaya. Kesemua ini adalah terjadi dengan idea kemerdekaan yang telah berkembang dengan kuatnya di rantau ini. Boleh disimpulkan bahawa ada kemungkinan dapat membebaskan rantau ini dari penjajahan Barat dan mencegah masuknya Komunisma.

Issu Afrika

Afrika adalah persoalan yang baru muncul pada peringkat global selepas sahaja tahun 1960. Ianya adalah persoalan penjajahan dan bukan selain dari itu. Afrika secara inteleknya mundur tetapi mempunyai kekayaan alam yang banyak. Apabila negara-negara penjajah berlumba-lumba untuk menjajahi negara-negara lain pada kurun kurun ke 18 dan 19, Afrika juga menjadi sasaran mereka. Setiap negara telah cuba untuk meraih sebanyak mana kekayaan dari benua ini dan terdapat pertelagahan di antara negara-negara tersebut. Jadi negara-negara ini berjaya memperolehi kekuasaan dalam berbagai kawasan benua itu dan Afrika menjadi wilayah jajahan Eropah. Britain, Perancis, Sepanyol, Belanda, Jerman, Itali, Portugal dan Belgium mempunyai wilayah jajahan mereka masing-masing di Afrika. Tetapi Britain telah memperolehi bahagian terbesar diikuti oleh Perancis, Belgium dan Portugal. Lapan negara Eropah itu mengekalkan wilayah jajahan mereka sehingga hujung Perang Dunia Kedua. Apabila piagam PBB telah digubal ianya mempunyai artikel yang mahukan penamatan penjajahan. Tetapi artikel tersebut membuat penamatan penjajahan secara berperingkat peringkat. Oleh itu kuasa-kuasa penjajah membincangkan perkara ini selepas tahun 1960. Tetapi sebelum tahun tersebut, setengah wilayah jajahan seperti jajahan Itali diletakkan di bawah mandat sebagai pendahulu sebelum penamatan pemerintahan penjajah. Juga beberapa aktiviti politik dilakukan untuk mencapai objektif tersebut dan yang terpenting adalah kewujudan idea tentang “Keneutralan Positif”, “Persidangan Keneutralan Positif” dan “Tanpa Berpihak”. Idea “Keneutralan Positif” ini pada asalnya adalah idea British dari Perdana Menterinya iaitu Churchill memesan kepada agennya iaitu Nehru untuk melangsungkan polisi tersebut sebagai polisi rasmi India dan mengembangkan polisi itu kepada negara-negara lain di Asia. Rahsia di sebalik aktiviti politik ini adalah Britain telah melihat wilayah jajahannya di Timur Jauh dan Asia mengalami ancaman oleh Amerika dan Rusia. Rusia menggalakkan penduduk tempatan untuk membebaskan diri mereka dari penjajahan, dan Indonesia adalah negara pertama untuk mencapai kemerdekaan. Mengenai Amerika, ianya mula menekan Britain untuk memberikan kemerdekaan kepada wilayah jajahannya. Selepas itu Amerika akan menarik wilayah jajahan yang merdeka kepadanya dengan memberikan bantuan ekonomi dan kepakaran.

                Mengenai kemerdekaan wilayah jajahan, Britain adalah pakar dalam menukarkan kawasan itu dari sebuah wilayah jajahan kepada suatu alat baginya. Ia memberikan kemerdekaan bagi setengah wilayah jajahannya dan membentuk dari wilayah-wilayah jajahan yang merdeka tadi dalam sebuah pertubuhan iaitu “Komanwel British”.

Idea tentang Keneutralan Positif

Jadi British tidak mengendahkan idea tentang kemerdekaan, tetapi menggalakannya kerana ia mengetahui cara bagaimana untuk menggunakan wilayah jajahan yang merdeka itu untuk kepentingannya, jadi menguatkan lagi pengaruhnya dan penjajahannya. Tetapi Britain takut kepada Amerika dengan bantuan kewangan dan kepakarannya, dan Rusia melalui idea Sosialism, dan kebebasan akan berkembang di kalangan negara yang merdeka itu. Oleh itu ianya mewujudkan idea Keneutralan Positif dan menjadikan Nehru untuk melaksanakannya dan menggunakannya untuk menghadapi Amerika dan Rusia. Nehru mula memanggil untuk menyokong idea ini dengan giatnya. Rusia menyedari tujuan di sebalik idea ini dan menyokongnya untuk mempergunakannya. Rusia mengharapkan bahawa setiap negara yang merdeka akan menjadi neutral dan memisahkan diri mereka dari Barat. Mengenai Amerika, setengah ahli politik menyokongnya kerana ianya akan menjadikan negara neutral dan membolehkan Amerika memberikan bantuan ekonomi dan kepakaran tetapi setengah ahli politiknya membantahnya kerana ia akan membolehkan Komunisma berkembang di kalangan negara-negara ini. Bagaimanapun Nehru terus bergiat berkempen menarik sokongan untuk idea itu dan mahu melaksanakan langkah praktik untuk mewakili idea itu. Jadi dia menghubungi China untuk mengadakan persidangan untuk negara-negara neutral itu. China bersetuju dengan idea ini dan suatu jawatankuasa untuk persidangan ini telah diwujudkan. Jawatankuasa menghubungi negara-negara yang telah merdeka untuk menghadiri persidangan itu. Indonesia adalah ahli jawatankuasa ini dan belum menjadi kakitangan Amerika. Tetapi ianya takut difikirkan oleh negara lain sebagai berpihak kepada Blok Komunis. Indonesia telah meminta pendapat Amerika. Eisenhower sebagai Presiden Amerika bersetuju dengan cadangan itu dan Amerika memberikan Indonesia kebenaran untuk menghadiri persidangan itu. Indonesia mencadangkan persidangan itu diadakan di Bandung. Ahli Jawatankuasa bersetuju dan persidangan itu diadakan pada tahun 1954. Rusia, China, Amerika dan Britain cuba mengeksploitasikan persidangan itu mengikut kepentingan masing-masing. Tetapi persetujuan persidangan memuaskan pihak Rusia, Amerika dan China tetapi bukan Britain yang mahukan persidangan tersebut membincangkan idea keneutralan dan bukannya kebebasan. Amerika mahu mengeksploitasikan persidangan itu dan menjadikan Nasser, Sukarno dan Tito untuk menyokong persidangan itu dan melaksanakan idea itu dengan giatnya. Mereka menyokong Nehru yang pertama sekali melaungkan idea itu dan mahukan kebebasan dari penjajah dan menyerang negara-negara penjajah. Mereka menumpukan perhatian mereka kepada Afrika dan sehingga idea itu berlangsung di Afrika dan Amerika mula mempunyai agennya di sana. Sejak itu pertelagahan berlangsung di Afrika dan Amerika secara giatnya cuba menghalau keluar kuasa-kuasa penjajah dan mengambil alih kedudukan mereka. Untuk mencapai objektifnya, Amerika telah menekan negara penjajah untuk memberikan kemerdekaan kepada wilayah jajahan itu. Sebelum itu, Amerika telah mencetuskan revolusi di Algeria dan mengambil agen untuknya. Amerika menjadikan Mesir dan negara-negara Arab menyokong revolusi itu yang telah mempengaruhi kuasa penjajah untuk meninggalakan wilayah jajahan mereka. British adalah pakar dalam memberikan kemerdekaan kepada wilayah-wilayah jajahan dan ini telah mewujudkan negara-negara seperti Zanzibar, Tanzania, Nigeria, Uganda, Kesatuan Rhodesia Utara, Niasaland dan lain lain. Untuk Perancis, dia menunggu dahulu tetapi apabila dia melihat keadaan dunia berubah dengan pesatnya, maka dia mengikut langkah Britain.

                De Gaul memberikan kemerdekaan kepada beberapa negara iaitu Moroko, Tunisia, Algeria, Senegal dan Gabon. Belgium pula pernah menjajah Kongo yang merupakan khazanah Afrika yang kaya dengan Uranium yang diperlukan untuk penbuatan senjata nuklear. Jadi tidak mudah untuk melepaskan wilayah jajahan ini terutamanya syarikat syarikat yang menglombong Uranium di Katanga salah satu wilayah di Kongo yang dikawal oleh Britain. Jadi persoalan yang utama adalah sama ada untuk memberikan Kongo kemerdekaannya atau tidak. Tetapi Amerika menekan Belgium sehingga kemerdekaan Kongo dicapai. Apabila ini berlaku Britain menjadi marah dengan perbuatan Amerika dan memaksa agennya iaitu Mois Tshomby untuk melaungkan kemerdekaan Katanga. Amerika kemudiannya membawa perkara ini ke PBB yang telah menghantarkan tentera antarabangsa untuk membawa balik Katanga. Jurucakap PBB Humershold pergi ke sana tetapi Britain merancang untuk membunuhnya dan telah berjaya melakukannya. Pertelagahan di antara Amerika dan Britain bertambah sengit dan berkekalan untuk beberapa tahun sehingga Amerika menyekat kekuasaan Britain dan mengenepikan Tshomby dan membentuk suatu kerajaan di bawah telunjuknya. Persoalan Kongo reda untuk sementara waktu, tetapi Britain takut mengenai Kesatuan Rhodesia Utara, Rhodesia Selatan dan Niasaland. Jadi kesatuan itu dibubarkan dan memberikan kemerdekaan kepada Niasaland dan dipanggil Malawi. Dia memberikan Rhodesia Utara kemerdekaannya dan dipanggil Zambia. Britain cuba untuk mengawal Rhodesia Selatan di bawah kawalannya. Tetapi Amerika masih membimbangkan Britain dan keadaan tersebut masih dalam perbincangan.

                Inilah sebenaranya bagaimana persoalan global telah berpindah ke Afrika dan persoalan benua ini menjadi isu global. Ianya masih menjadi persoalan walaupun Amerika, Britain dan Perancis bersetuju untuk menetapkan satu corak untuk Afrika sebagai satu badan yang dipanggil sebagai Organisasi Afrika. Perbalahan masih berterusan di antara kuasa-kuasa besar itu, Amerika dan Britain terutamanya di luar dan di dalam organisasi itu.

                Ini adalah masalah besar berkaitan aktiviti politik. Tetapi ini tidak bermakna bahawa aktiviti politik yang berlaku hanya berkaitan dengan perkara ini sahaja. Ini bermakna bahawa isu ini adalah terpenting yang berkenaan dengan pertelingkahan di antara negara-negara. Pertelingkahan di antara negara-negara semasa aman adalah dalam aktiviti politik yang mungkin melibatkan penggunaan ketenteraan seperti di Vietnam dan Timur Tengah, atau tidak melibatkan penggunaan ketenteraan seperti di Rhodesia atau Afrika Selatan. Empat isu tadi adalah contoh aktiviti politik kerana ianya adalah sebab mengapa negara-negara bertelagah.

Perangkap Politik selepas Perang Dunia I

Tetapi aktiviti politik juga berlangsung di luar isu isu itu; dan tidak semestinya ada pertelingkahan di antara negara-negara bila berlakunya aktiviti politik. Selagi adanya kuasa besar yang berlumba lumba untuk menipu antara satu sama lain, maka aktiviti politik akan diperlukan untuk memerangkap yang lain atau melemahkan negara lain atau hanya untuk menguatkan dirinya sendiri, atau untuk tujuan lain. Contoh situasi seperti ini adalah banyak, seperti halnya dengan Britain yang mahu melucutkan persenjataan Liga Negara-negara kerana mahu melemahkan Perancis. Britain cuba menekan Perancis untuk melaksanakan idea ini dan berpura pura mengurangkan senjatanya dalam tujuan ke arah itu. Perancis mempercayai Britain dan bergerak untuk mengurangkan senjatanya. Ini adalah helah Britain untuk melemahkan Perancis secara relatif kepadanya dan juga secara relatif kepada Jerman. Oleh itu Perancis tidak berupaya untuk mempertahankan dirinya dari Jerman dalam Perang Dunia Kedua dan merosot dengan cepat oleh kerana mengurangkan senjatanya.

                Contoh yang lain adalah apabila Perang Dunia Kedua berlaku, Rusia menjadi aktif di China dan mewujudkan serta menyokong Parti Komunis yang kuat.

Amerika dan China

Amerika pernah menyokong regim yang lama dan kemudiannya menyokong Chiang Kai Shek dan menjadikan Kai Shek memberikan setengah jawatan kepada pihak Komunis. Pihak Komunis menjadi kuat dan mempunyai pengaruh yang kuat. Mereka kemudiannya memisahkan diri dari Kai Shek dan mula menentangnya. Amerika secara terbuka menyokong Kai Shek dan membantunya dengan kewangan dan ketenteraan secara terhad. Tetapi pada masa yang sama Amerika menyokong Parti Komunis secara rahsia dan menyekat aktiviti Kai Shek. Amerika mengekalkan rancangan rahsia itu sehingga Parti Komunis menang menguasai China dan menghalau Kai Shek ke pulau Formosa (Taiwan). Kai Shek terperanjat kerana Amerika menyokong pihak Komunis. Kai Shek tidak memikirkan bahawa Amerika akan bekerja untuk melemahkannya dan menyokong Parti Komunis dan menjadikan China sebuah negara Komunis. Kai Shek menyatakan kegagalannya itu adalah berpunca kepada sifat cuai Amerika. Tetapi menjadi jelas bahawa Amerika memang merancang menjadikan China sebuah negara Komunis untuk menyekat Rusia dan untuk membahagikan dan memusnahkan Blok Timur Komunis. Rancangan Amerika berjaya, walaupun ianya mengambil masa Kedua0 tahun. Ini adalah aktiviti politik yang dilakukan oleh Amerika dan diketahui sebagai salah satu perangkap global yang paling besar.

Amerika dan Eropah

Eropah selepas Perang Dunia Kedua ditinggalkan haus, miskin dan diancam oleh Rusia. Jadi Eropah menghumbankan diri mereka ke pangkuan Amerika untuk pertolongan. Amerika membalas dengan cepat dan merangka Pelan Marshall. Pertolongan Amerika mula membanjiri Eropah dalam bentuk ekonomi, ketenteraan dam kepakaran dan melalui ini Amerika masuk sebagai rakan dalam syarikat, dan menggalakkan elit Eropah untuk berhijrah ke Amerika. Amerika juga mengaitkan ekonomi Eropah dengan ekonominya, dan dalam masa 10 tahun Eropah menjadi pengikut Amerika. Ekonomi Eropah dikuasai oleh syarikat-syarikat Amerika. Jadi pertolongan Amerika adalah helah untuk mengaitkan Eropah dengannya, untuk menggalakkan elit Eropah untuk berhijrah ke Amerika dan untuk bergiat dalam ekonomi Eropah.

Amerika dan Germany

Apabila Jerman meninggalkan Perang Dunia Kedua dengan keadaan yang parah, ekonomi dan industri yang musnah. Amerika berlumba untuk menolong Jerman. Amerika sedar bahawa industri ketenteraan adalah industri asas negara tersebut dan adalah syarat bagi negara itu jika hendak menjadi negara perindustrian. Jadi sekiranya Jerman memulihkan industrinya, maka atas dasar ini ia akan dapat menjadi kuasa besar sekali lagi. Jadi Amerika membuat tawaran menolong Jerman dan berusaha untuk membina industri Jerman tetapi atas dasar ekonomi dan bukan ketenteraan, dan atas dasar pertumbuhan dan bukan persenjataan. Selain itu ianya membuka jalan untuk syarikat Amerika untuk memasuki Jerman. Ianya membina industri Jerman dengan wang Amerika dan Amerika menekan Jerman secara ketenteraan sebagai suatu negara dan menekan secara ekonomi. Kilang besar dibina di Jerman dan ekonomi Jerman menjadi kuat seperti sebelum peperangan. Dunia menyaksikan kebangkitan semula industri Jerman. Tetapi Jerman membunuh dirinya sendiri kerana membiarkan industrinya berkembang atas dasar demikian. Jerman tidak akan bangkit semula menjadi kuasa besar melainkan industrinya berkembang atas dasar ketenteraan. Jerman tidak akan berkembang secara ekonominya melainkan ianya menutup dan menghalau semua syarikat Amerika. Jadi bantuan Amerika sebenarnya adalah aktiviti politik dan perangkap antarabangsa yang mana Jerman tumbang. Ianya telah lebih menekan Jerman dari memberikan bantuan kepadanya.

Krisis Peluru Berpandu di China

Contoh yang lain adalah Castro pemimpin Cuba yang menghubungi Blok Komunis dan meminta bantuan. Amerika tidak berasa marah walaupun Doktrin Monroe menyatakan tidak dibolehkan mana-mana negara untuk menjajah Amerika. Apabila Rusia mula membekalkan Cuba dengan senjata, Amerika berdiam diri walaupun mengikut tradisi negara, perkara tersebut adalah pencerobohan di benua Amerika. Apabila Rusia menimbun senjata nuklear di Cuba, Amerika mengetahui perkara tersebut tetapi berdiam diri. Tindakbalas Amerika terhadap perkara ini adalah bukan kerana ianya berasa takut atau tidak sedar walaupun Cuba hanya beberapa batu dari wilayah Amerika, tetapi ianya adalah peluang Amerika untuk memberikan Rusia mengembangkan pengaruhnya di dunia baru (benua Amerika) ke takat supaya Rusia tidak dapat mempertahankan pengaruhnya sehingga ianya kehilangan pengaruhnya di merata dunia dan sebaliknya menjadikan Amerika mengembangkan pengaruhnya. Ramai termasuk ahli politik Rusia sendiri yang berpendapat bahawa tindakan Rusia tersebut adalah tidak bijak. Sekiranya dua kuasa besar itu tidak mempersetujui antara satu sama lain, maka sudah tentulah pengembangan Rusia itu akan mengancam dirinya sendirinya.

                Tidak boleh dikatakan bahawa Amerika berasa marah terhadap perkembangan itu dan peperangan hampir meletus sekiranya Rusia tidak menarik balik peluru berpandunya dari Cuba. Ini kerana ancaman Kennedy terhadap Rusia dan penarikan balik peluru berpandu oleh Khrushchev adalah helah yang dilakukan oleh kedua-dua pihak. Sebahagian persetujan di antara Khrushchev dan Kennedy adalah memerlukan Amerika menutup pangkalan ketenteraannya di Turki dan Rusia meninggalkan pangkalan ketenteraannya di Cuba. Amerika boleh meninggalkan pangkalannya itu tanpa banyak hal kerana Turki tidak akan berasa marah kerana tidak akan berlaku apa-apa perbalahan di antara Amerika dan Turki. Tetapi sekiranya Rusia meninggalkan pengkalan ketenteraannya di Cuba ini bermakna melucutkan perlindungan yang diberikan kepada Cuba dan ini akan menyebabkan negara-negara Komunis khususnya Cuba tergugat dan menyebabkan perbalahan di antara Cuba dan Rusia. Oleh itu adalah mustahak untuk mencari jalan supaya pangkalan ketenteraan itu di Cuba dapat ditamatkan operasinya tanpa mempengaruhi perhubungan antara Rusia dan negara Komunis lain. Oleh itu kedua kuasa besar bersetuju bahawa Amerika memulakan suatu krisis antarabangsa yang memaksa Rusia untuk  meninggalkan pangkalan ketenteraannya di Cuba. Tetapi Kennedy dengan bijak mengurus krisis itu supaya berpihak kepada kepentingan Amerika kerana ia melihat Britain mengumpulkan tenteranya di Aden dan Bejan untuk campurtangan di Yemen menentang tentera Mesir untuk menghalau tentera itu. Dia melihat Britain mula menggugat tentera Mesir dan cuba menyerangnya dari Bejan. Apabila Kennedy melihat keadaan ini, dia cuba mengaitkannya dengan isu peluru berpandu di Cuba dan hasilnya suatu krisis antarabangsa terjadi. Britain dan Perancis menjadi takut kerana suatu Perang Dunia boleh meletus sekali lagi, jadi Britain mengeluarkan tenteranya dari Yemen, Khrushchev berpura pura mengundur dari Cuba dan bersedia untuk menamatkan penempatan peluru berpandu sekiranya Amerika menamatkan pangkalan ketenteraannya di Turki. Kennedy berpura pura mengimbas kembali keadaan ini. Selepas itu pangkalan ketenteraan Rusia di Cuba dan pangkalan ketenteraan Amerika di Turki ditutup. Ini adalah realiti keadaan itu. Ianya diciptakan untuk menamatkan pangkalan ketenteraan Rusia di Cuba dan untuk menakutkan Britain.

                Bukti berdiam diri Amerika mengenai pangkalan ketenteraan Rusia di Cuba adalah helah dan perangkap yang boleh diimbaskan kembali kepada apa yang berlaku pada Perang Dunia Kedua di Greece apabila revolusi Komunis berlaku. Tito mencadangkan kepada Stalin supaya Yugoslavia mesti campurtangan di Greece dan menubuhkan sebuah negara Komunis yang akan menyertai Blok Komunis. Tetapi Stalin mengetahui tentang bahaya keadaan itu, jadi ianya berkata kepada Tito: “Adakah kamu mahu menubuhkan pangkalan ketenteraan di Laut Mediterranean menghadapi negara yang paling kuat dan terkaya di dunia? Dan bolehkah kita mempertahankan pangkalan itu? Apa yang kita boleh buat adalah mengacau Amerika. Untuk merampas Greece dari Amerika adalah suatu perkara di luar jangkauan kita dan kita tidak akan melakukannya.

Keneutralan Turki dalam Perang Dunia II

Contoh yang lain adalah: Apabila Perang Dunia Kedua meletus, Hitler berasa takut sekiranya Turki masuk campur berperang bersama sama dengan Britain dan pihak bersekutu. Dia mengetahui bahawa parti memerintah iaitu Parti Ataturk adalah sangat pro British dan sangat menyanjungi Britain dan menjadikan Britain menarik Turki ke pihaknya. Hitler berasa sekiranya Turki masuk campur ke dalam Perang Dunia maka ini akan menggugat Jerman dengan banyaknya kerana:

1.    Turki mempunyai penduduk yang berani, lebih berani dari Britain, Perancis dan Rusia dan akan menjadi kuasa yang penting dalam Perang itu.

2.    Turki mempunyai penduduk majoritinya beragama Islam dan kemasukannya ke dalam Perang akan menarik perasaan kaum muslimin iaitu Arab dan bukan Arab, menentang Jerman dan ini akan mempunyai propaganda penting dalam Perang itu.

3.    Turki mempunyai kedudukan yang sangat statergik dan sekiranya ia dijadikan neutral, ia akan menjadikan perisai kepada wilayah barat lautnya, dan menahan Pihak Brsekutu dari memasuki Eropah, dan melindungi kawasan tenggara Jerman dari dicerbohi oleh Pihak Bersekutu.

                Untuk sebab sebab tersebut, maka Hitler mahukan Turki menjadi neutral dalam peperangan dan mengetahui bahawa Turki tidak sekali sekali akan memasuki peperangan menentang Pihak Bersekutu. Untuk menjadikan Turki neutral, Hitler menghantarkan Von Paben iaitu pegawai yang paling bijak sekali di antara para pegawai Hitler sebagai duta ke Turki. Tetapi untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya, Hitler membuatkan pihak lain menyangka bahawa misi Von Paben adalah untuk menarik Turki ke arah Jerman menentang Pihak Bersekutu. Jadi Pihak Bersekutu berusaha untuk menjadikan Turki neutral dan duta duta mereka telah bekerja keras untuk tujuan ini terutamanya apabila mereka melihat helah Von Paben berusaha untuk memujuk Turki ke pihak Jerman. Melalui kebijaksanaan aktiviti politik Von Paben, Hitler telah berjaya menjadikan Turki neutral dalam Perang itu. Memang adalah mudah untuk Pihak Bersekutu untuk menceroboh Jerman dari Turki jika Turki menyebelahi mereka tetapi Pihak Bersekutu takut untuk membuka kawasan itu untuk tujuan itu dan mereka lebih cenderung untuk menjadikan Turki neutral; helah Von Paben; telah menolong mereka dan aktiviti politik yang demikian menjadi penentu dalam Perang itu.

                Ini adalah aktiviti politik dilakukan oleh negara terhadap negara yang lain dalam statergi global. Mereka diciptakan sebagai perangkap antarabangsa, atau untuk melemahkan negara lain, atau sebagai aktiviti politik atau untuk tujuan lain. Aktiviti ini berlangsung dalam keadaan antarabangsa juga dalam 4 masalah yang telah diberikan sebelumnya. Dalam hal terakhir itu, aktiviti dihadkan kepada satu hal dan di antara satu atau lebih kuasa yang berlawanan. Tetapi apabila ianya berlaku dalam keadaan antarabangsa secara amnya, maka kesannya adalah besar. Untuk ini ahli politik mestilah jangan menghadkan pandangannya ke atas perkara perkara yang penting sahaja tetapi mesti menjadikan pandangannya seluas yang mungkin supaya dapat mencakupi semua aktiviti politik yang dilakukan oleh kuasa utama.

Penarikan dan Keumuman dalam Politik

Adalah penting bahawa apabila meneliti aktiviti politik, ahli politik mestilah mengelakkan pandangan abstrak dan generalisasi, dan menghubungkan segala perkara kepada persekitarannya dan keadaannya. Adalah tidak betul untuk melihat setiap aktiviti berlangsung tidak berkaitan dengan keadaannya, dan tidak betul untuk mengeneralisasikan perkara itu, atau membandingkan aktiviti itu dengan aktiviti yang lain. Juga tidak benar untuk mengaturkan aktiviti dalam bentuk yang logik untuk memberikan kesimpulan yang logik. Tidak ada yang lebih merbahaya dari logik dan analogi, kerana aktiviti dalam kehidupan adalah bermacam-macam dan berlainan juga , dan setiap aktiviti mempunyai puncanya dan kesan persekitarannya yang tersendiri. Jadi setiap aktiviti mestilah dikaitkan dengan maklumat politik yang berkenaan dan diteliti bersama dengan penyebab dan persekitaran kejadian itu berlaku, dan hanya selepas itu sahajalah pemahaman yang hampir kepada kebenaran boleh dicapai. Contoh bagi perkara di atas adalah lebih dari mencukupi. Kejadian harian yang berlaku di pentas dunia dan aktiviti kuasa besar memberikan contoh perkaitan di antara aktiviti ini dengan polisi negara atau keadaan antarabangsa, atau keadaan negara-negara; dan setiap aktiviti mempunyai kedaannya dan keadaan persekitarannya yang tersendiri. Contohnya pada April 1969, Korea Utara menembak jatuh sebuah pesawat pengintip Amerika di Timur Jauh. Amerika terkejut dengan peristiwa itu dan Majlis Keselamatan Nasional Amerika (American National Security Counci, ) bersidang untuk membincangkan perkara itu. Apabila perbincangan itu tamat, Presiden Nixon memgumumkan bahawa Amerika tidak akan menyerang balas terhadap peristiwa itu, dan semua yang Amerika berbuat adalah untuk memastikan keselamatan pesawat dan kapalnya. Tetapi pada tahun 1968 apabila Korea Utara telah menahan sebuah kapal pengintip Amerika, Amerika terperanjat dan Majlis Keselamatan Amerika berbincang tentang perkara itu. Presiden Johnson mengumumkan bahawa Amerika akan membalas Korea dengan ancaman dan angkatan laut Amerika ke 7 di Lautan Pasifik bergerak ke arah Korea. Tetapi apabila Amerika melihat ancaman itu yang tidak berhasil dan kemarahanya semakin menjadi maka ia berubah untuk mengadakan perbincangan dengan Korea Utara untuk membebaskan ahli ahli kapalnya itu. Dua aktiviti itu adalah dalam keadaan yang sama iaitu sebuah negara yang kecil (Korea Utara) mengancam sebuah kuasa besar (Amerika) dengan menembak jatuh pesawat pengintip Amerika dan mengorbankan juruterbangnya, dan juga menangkap anggota kapal laut pengintip Amerika. Tetapi mengapakah Amerika dalam dua hal yang sama itu berkelakuan berlainan? Mungkinkah kerana Presidennya yang mengatur polisi Amerika mempunyai keperibadian yang berlainan? Mungkin betul atau mungkin ancaman itu tidak berjaya? Mungkin juga. Walaupun keadaan penahanan kedua kapal itu nampaknya biasa sahaja, dan China sibuk dengan Revolusi Kebudayaannya (Cultural Revolution, ). Amerika memikirkan bahawa ancamannya tidak akan membawakan apa-apa bahaya. Keadaan kapal pengintip Amerika itu sebenarnya bukanlah biasa. Pada masa yang sama Rusia sedang mengerakkan tentera darat dan udaranya di Eropah dan tentera lautnya di Laut Mediterranean untuk menyekat Britain yang juga menggerakkan tentera lautnya di Laut Mediterranean juga. China ghiarah untuk menonjolkan dirinya ke pentas politik dunia selepas pemencilan yang ditekankan kepadanya melalui Revolusi Kebudayaan dan akan cuba campurtangan dengan Rusia untuk mencapai tujuannya. Dengan adanya keadaan keadaan itu, Nixon berpendapat tidak bijak untuk Amerika  mengancam Korea Utara kerana takut kepada campurtangan China yang mungkin akan menyebabkan pertelingkahan yang serius. Dan juga kehadiran Britain yang akan mengeksploitasikan keadaan supaya bertindak terhadap Blok Timur. Jadi Nixon tidak mengancam dan tidak menunjukkan kemarahannya untuk sebab sebab itu. Keadaan kedua-dua kejadian adalah berlainan seperti juga natijah dari kejadiannya itu.

                Contoh yana lain: Apabila Nixon menjadi Presiden Amerika pada tahun 1968, ia segera melawat Eropah dengan helah mengatakan bahawa dia hendak meminta nasihat dari sekutunya di Eropah sebelum berbincang dengan Rusia mengenai krisis di Timur Tengah. Mungkin boleh mempercayai perkataannya itu, sekiranya tidak ada peristiwa lain yang menunjukkan bahawa Britain sedang membuat perhubungan dengan negara-negara Eropah lain untuk menyebelahinya dalam krisis Timur Tengah dan meyakinkan mereka untuk menyekat pengembangan Rusia, dan ini bermakna perang menentang Blok Timur. Oleh kerana keadaan itu sangat kritikal, maka Nixon segera melawat Eropah untuk memisahkan Britain dari negara-negara Eropah yang lain.

Pencerobohan Russia ke atas Czechoslovakia

Contoh yang lain: Pada tahun 1968 Rusia menceroboh Czechoslovakia dan melibatkan Pakatan Warsaw tidak termasuk Romania dalam pencerobohan itu. Tentera mereka masuk ke Czechoslovakia dengan helah untuk melindungi Komunisma, Parti Komunis dan negara Komunis itu dari kemungkinan pencerobohan Blok Barat. Jelas bahawa terdapat bahaya dalam perkara itu. Tetapi sebenarnya keadaan adalah lebih kritikal dari hanya melindungi Komunisma kerana Parti Komunis di sana tidak melakukan apa-apa selain dari melaksanakan Komunisma. Perkara sebenarnya adalah tentera laut Rusia di perairan Mesir ditekan oleh Britain yang menggerakan tenteranya di Laut Mediterranean. Juga Israel mungkin akan menyerang Mesir yang mana Rusia juga mungkin akan bertindak balas dengan helah melindungi Sosialisma. Britain mungkin telah bersedia untuk bertindak menentang Rusia. Jadi adalah penting untuk Rusia menyediakan dirinya untuk berperang. Untuk memberikan bekalan menerusi Gibraltar adalah susah kerana perjalanan adalah sukar dan panjang. Jadi langkah sebaliknya adalah untuk menyediakan tempat di Laut Mediterranean berdekatan dengan Mesir. Untuk ini Rusia mengerahkan Kedua juta askarnya, 3000 pesawat dan senjata nuklearnya di Eropah Tengah. Ia juga bersedia untuk melibatkan Pakatan Warsaw dalam peperangan itu. Ketenteraan Pakatan Warsaw itu secara terbuka masuk ke Czechoslovakia untuk menakutkan Britain dan berkumpul di Eropah Tengah bersedia untuk masuk ke dalam Yugoslavia dan Albania untuk mencapai Mediterranean sekiranya Rusia berperang menentang Britain. Jadi tujuan di sebalik pencerobohan Rusia di Czechoslovakia adalah untuk menakutkan Britain dan untuk menyediakan dirinya dan Pakatan Warsaw menghadapi peperangan.

                Dengan itu aktiviti politik adalah dikaitkan dengan titik permulaannya dan dipelajari bersama sama dengan kejadian dan natijahnya. Ianya mestilah difahami pada hari kejadiannya dan bukan sehari sebelumnya, meneliti segala perkembangan dan perubahan yang mungkin berlaku pada satu hari dan mungkin satu jam lamanya. Adalah tidak benar untuk ahli politik berdiam diri selama satu hari atau satu jam. Ianya mestilah bergerak kehadapan bersama sama masa untuk memahami sebenarnya kejadian terkini yang berlaku dalam suatu kawasan itu.

Kuasa Utama Dunia

Aktiviti politik yang beraku di tempat berkenaan adalah dilakukan oleh kuasa utama dunia. Jadi mestilah ada maklumat mengatakan yang manakah kuasa-kuasa utama dunia dan mestilah mempunyai maklumat tentang setiap kuasa utama dunia itu. Kuasa utama adalah yang mana mempunyai pengaruh kepada politik dunia dan boleh mempengaruhi kuasa utama yang lain dengan aktiviti yang mereka lakukan. Kuasa utama tidak semestinya adalah kuasa yang mempunyai jumlah penduduk yang ramai dan kekayaan yang banyak. Tetapi kuasa utama adalah kuasa yang mempunyai pengaruh terhadap politik antarabangsa dan kuasa utama yang lain. Jadi kuasa utama pada tahun 1969 adalah Amerika dan Soviet Union. Kedua negara ini adalah kuasa utama kerana politik dunia diaturkan oleh mereka berdua; dan negara lain tidak dianggap sebagai kuasa utama dunia. Tetapi Britain dan Perancis merupakan kuasa utama sebelum Perang Dunia Kedua, dan masih bertungkus lumus untuk mengembalikan kedudukan mereka. Terutamanya Britain yang melakukan aktiviti untuk mempengaruhi politik dunia, dan mempengaruhi Amerika dan Rusia, jadi Britain dan Perancis boleh dikatakan sebagai kuasa utama dunia dan dibenarkan untuk dipanggil demikian oleh kerana Britain masih melakukan aktiviti yang membuatkan kehadirannya di politik dunia dirasai oleh negara lain, sama seperti halnya dengan Perancis yang juga mahu membuktikan kebolehannya di politik dunia. Oleh itu, kuasa utama di dunia adalah 4 iaitu: Amerika, Rusia, Britain dan Perancis. Mengenai China pula ianya sukar dimasukkan ke dalam kategori negara kuasa utama walaupun jumlah penduduknya adalah seramai 800 juta, walaupun Rusia dan Amerika sentiasa mengawasi tindak tanduk China. Ada dua sebab mengapa China tidak digolongkan sebagai negara kuasa utama:

1. China tidak pernah menjadi kuasa utama atau mempunyai pengaruh terhadap politik dunia.

2.  Lagipun China telah menjadi negara Komunis dan sampai sekarang tidak dapat mempengaruhi politik dunia. Ianya telah mencuba untuk beberapa tahun untuk mengambil bahagian dalam politik Afrika dan setengah negara di rantau Asia tetapi tidak berjaya dan tidak dapat meneruskan aktiviti tersebut dan menyebabkan ianya balik ke rantau sendiri, jadi China bukanlah kuasa utama. Walaupun India mempunyai jumlah penduduk seramai 4Kedua0 juta, Indonesia seramai 100 juta, Pakistan seramai 100 juta, tidak ada di antara mereka boleh difikirkan sebagai kuasa utama kerana tidak mungkin sekali untuk mereka mempengaruhi politik dunia.

                Mengenai Jepun, ianya pernah mempunyai pengaruh terhadap politik dunia sebelum Perang Dunia Kedua tetapi hanyalah sementara sama seperti Itali. Jadi Jepun dan Itali tidak dianggap sebagai kuasa utama sekarang. Mengenai Jerman pula, ia pernah merupakan kuasa utama tetapi selepas kekalahannya dalam Perang Dunia Kedua, ianya kehilangan kedudukannya sama yang berlaku padanya selepas kekalahannya dalam Perang Dunia Pertama. Jadi ianya kembali menjadi kuasa utama selepas Perang Dunia Pertama dan adalah mungkin ianya akan kembali menjadi kuasa utama sekali lagi walaupun mengambil masa yang panjang. Jadi negara yang merupakan kuasa utama dunia dan akan mempengaruhi politik dunia adalah: Amerika, Rusia, Britain, Perancis dan Jerman. Negara lain mempunyai kemungkinan yang jauh untuk menjadi kuasa utama walaupun Jepun dan Itali pernah mengalami kebangkitan yang tidak disangkakan sebelum Perang Dunia Kedua. Jadi sekiranya hendak diketahui negara utama atau hendak mengilhamkan mereka, ianya mestilah mengandungi 5 negara itu. Mereka merupakan lima negara yang juga mempengaruhi masyarakat dunia dalam masa yang lepas. Oleh itu mestilah mempunyai kefahaman yang ringkas tentang setiap negara itu.

                Mengenai negara umat Islam pula, ianya pernah merupakan suatu kuasa utama sehingga ke Perang Salib. Dan selepas itu sekali lagi ianya menjadi kuasa utama selepas kemenangannya ke atas tentera Salib dan berlangsung sehingga ke kurun ke 19. Selepas itu, ianya merosot menjadi negara lemah dan tidak ada usaha usaha yang dilakukan untuk mengembalikannya sebagai kuasa utama. Tetapi ianya dibiarkan terus merosot  sehingga dimusnahkan. Walaupun setengah kurun berlalu, tidak ada usaha usaha dari umat Islam sendiri untuk mendirikan negara Islam dan menggembalikannya sebagai kuasa utama dunia. Walaupun ada usaha usaha dari parti politik untuk mendirikan negara Islam sebagai kuasa utama, usaha-usaha ini tidak dilakukan oleh umat Islam keseluruhannya atau tidak dilakukan oleh mana-mana penduduknya. Oleh itu umat Islam tidak dianggap sebagai kuasa utama seperti Jerman, dan seterusnya 5 negara-negara kuasa utama dunia.

Perkembangan Amerika menjadi suatu kuasa besar dunia.

Amerika pernah dijajah oleh Eropah terutamanya Britain, dan terbahagi kepada beberapa wilayah. Amerika berusaha meringankan beban penjajahan Britain dan selepas itu berperang menentang Britain dan menghalau keluar penjajah Britain. Selepas itu wilayah merdeka ini bersetuju untuk bergabung untuk membentuk satu negara. Negara baru itu kemudiannya memasukkan beberapa wilayah lain ke dalamnya dan terbentuklah negara Amerika Syarikat seperti yang ada sekarang ini. Amerika mempunyai 51 wilayah dan merupakan negara utama dunia. Dengan kekuasaan ini, Amerika telah berjaya melindungi kedua-dua benua Amerika Utara dan Selatan dari penjajahan Eropah, dan kedua-dua benua ini telah dikenali sebagai dunia baru. Amerika telah didirikan oleh segolongan penduduk yang cekap, bijak dan sentiasa berwaspada. Ia menubuhkan satu kerajaan yang demokratik tetapi unik, dan berdasarkan kepada pamahaman yang mendalam dan praktik terhadap idea kedaulatan memerintah kepada manusia dan ditadbir oleh manusia. Ia tidak menubuhkan suatu pemerintahan idealistik yang logik tetapi menubuhkan suatu pemerintahan yang melalui ujian dan praktik. Ini dapat dilihat dengan cara bagaimana penduduk memilih Presiden mereka dan kekuasaan yang luas diberikan kepadanya iaitu perananya dalam wilayahnya dan tanggungjawab wilayah-wilayah yang lain. Corak pemerintahan Amerika ini dapat dilihat dari perpaduan yang terdapat di antara wilayah-wilayahnya walaupun Amerika adalah negara kesatuan. Juga pemahaman praktik ini adalah jelas tentang hak mutlak yang diberikan kepada penduduk untuk memilih Presiden mereka dan organisasi wilayah. Kesemua ini telah menyebabkan Amerika berkembang menjadi kuasa besar dengan cepat. Sebelum Perang Dunia Kedua, Amerika memencilkan dirinya dan berpuashati terhadap dunia barunya. Selepas Perang Dunia Kedua, Amerika keluar dari pemencilan dan mahu mengambil bahagian dalam pentadbiran dunia dan menghadkan kekuasaan kuasa besar lain di dunia.

Di Amerika terdapat dua parti utama iaitu Demokrat dan Republikan. Polisi yang tertera dan praktik yang dilakukan oleh kedua-dua parti tidak banyak berbeza. Kedua-dua parti mengikuti program yang sama dan tunggal dan tidak terdapat banyak perubahan dalam polisi luaran dan dalaman apabila terdapat pertukaran kepimpinan negara. Sekiranya terdapat perubahan dalam polisi, maka ini disebabkan oleh perubahan dalam keadaan sekeliling yang terdesak dan bukannya perubahan polisi dalam kedua-dua parti itu tersebut. Parti Demokrat adalah parti yang lama bertapak dan mempunyai sokongan majoriti penduduknya. Parti Republikan adalah parti yang baru dan terdiri dari golongan yang kaya-raya iaitu majoriti keahlian parti itu terdiri dari golongan korporat yang memiliki syarikat atau kilang perindustrian. Ia juga mempunyai ramai golongan bangsawan dan tidak mengendahkan menerima sokongan dari penduduk biasa. Sekiranya sistem pilihanraya Amerika berlainan dari yang sekarang, maka parti ini tidak berpeluang memerintah kerana ianya adalah parti minoriti.

Amerika seperti mana-mana negara Kapitalis yang lain juga adalah dikuasai oleh golongan korporat dan ahli perniagaan yang kaya-raya. Mereka mempunyai pengaruh terhadap polisi Amerika. Tetapi setiap orang mempunyai hak terhadap kerakyatan dan boleh mempengaruhi pemerintahan melalui pilihanraya atau kritikan, peraturan ini terdapat di Amerika seolah-olah ianya adalah peraturan seluruh negara melebihi mana-mana negara Kapitalis yang lain. Oleh kerana kekayaan alam yang banyak, kepakaran intelektual yang ramai, dan juga keadaan kebebasan, kekuatan Amerika adalah mendalam dan bukannya cetek. Walaupun negara Amerika tidak lama bertapak tetapi terdiri dari beberapa golongan masyarakat dari berlainan tempat di dunia ini, kerakyatan mereka menyebabkan mereka mempunyai kesatuan yang kuat, dan walaupun seorang asing yang tinggal di Amerika selama beberapa tahun dan memperoleh kerakyatannya akan lebih mengambil berat tentang negara Amerika daripada negara asalnya sendiri. Ini adalah hasil dari kekuatan yang negara itu menerima dari individu-individunya dan perhubungan di antara mereka.

Polisi luar Amerika penuh dengan monopoli iaitu ia merupakan polisi penjajah yang tulin yang tidak terdapat nilai nilai yang tinggi. Walaupun ahli-ahli politik Amerika kelihatan sederhana dan kadangkala tidak bijak, tetapi secara amnya mempunyai pemikiran yang mendalam melebihi dari ahli-ahli politik lain di dunia ini. Mereka mempunyai kebolehan yang tinggi dalam membawa perubahan kepada cara mereka dan bijak dalam menyelesaikan masalah. Mungkin disebabkan oleh desakan penjajahan dan taraf pendidikan yang tinggi dan kebijaksanaan, telah mempunyai pengaruh dalam aktiviti politik mereka. Mereka melihat dunia seluruhnya sebagai ladang milik mereka untuk meraih keuntungan dan menganggap negara lain yang pernah mempunyai pengaruh, sudah tidak mempunyai nilai lagi, dan sudah sampai masanya untuk negara-negara tadi berhenti dari politik, dan seluruh dunia mesti mematuhi negara yang paling kuat.

                Dilihat untuk mengimbas realiti Amerika mestilah dilayan sebagai negara penjajah. Tetapi mestilah diawasi tentang kekuatan negara dan pengaruhnya. Langkah pertama ialah untuk membongkarkan rancangan penjajahan Amerika terhadap dunia keseluruhannya dan memaksa ianya untuk balik semula ke dunia barunya (benua Amerika). Perkara ini boleh membuahkan hasil dengan menggunakan senjata ideologi dan juga senjata politik. Juga dengan mempengaruhi pemikiran dalamannya disamping menyekat aktiviti politik dan polisi luarannya.

Britain

Britain adalah suatu negara yang telah memegang kekuasaan sebagai negara kuasa utama untuk masa yang panjang. Salah satu sifatnya adalah kekal kepada cara yang lama dan tidak melakukan perubahan dengan segera tetapi secara beransur-ansur sekiranya perubahan tidak dapat dielakkan. Penduduk Britain mempunyai sifat yang cuba mengekalkan sesuatu untuk masa yang panjang dan tidak sedia untuk berubah dan menyanjungi tradisi mereka. Sejak dari dahulu lagi hingga sekarang Britain dikuasai oleh golongan keluarga beraja yang bertaraf tinggi dalam masyarakat, golongan yang kaya dan golongan Kapitalis yang kaya. Walaupun Britain mengaku bahawa mereka mengikuti demokrasi, tetapi melalui penelitian, ini tidak benar. Tetapi sebenarnya penduduknya tidak mempunyai apa-apa kuasa terhadap pemilihan pemerintah mereka dan sebenarnya kuasa ini dimiliki oleh golongan keluarga yang berpengaruh dan kaum Kapitalis yang kaya. Tidak ada perbezaan di antara dahulu dan sekarang. Sejak dahulu lagi Britain telah memberikan rintangan terhadap gerakan-gerakan yang  muncul di masyarakat dan memusnahkannya dengan menggunakan helah yang sama iaitu memusnahkannya dengan gerakan yang terdapat dalam gerakan tersebut. Revolusi Cromwell yang mana Britain berasa bangga adalah sebenarnya dimulakan sendiri oleh golongan keluarga kaya-raya untuk  menyekat Revolusi Terkenal (Popular Revolution, ) yang lain yang merebak bertujuan untuk menghilangkan kuasa golongan Kapitalis dan golongan keluarga yang memerintah. Golongan keluarga ini mendesak Cromwell untuk melakukan revolusi dan meminta hak-hak yang tertentu. Ramai orang telah menyertainya dan menuntut pihak berkuasa untuk memenuhi hak-hak yang dituntut. Jadi dengan ini ianya telah mengakhiri gerakan Revolusi Terkenal itu. Parti yang mempunyi pengaruh yang terkuat adalah Tori (Conservatif) yang memerintah negara itu untuk beberapa dekad. Parti Buruh (Labour) hanya merupakan alat bagi parti Conservatif. Sekiranya Britain mahukan Parti Buruh berkuasa dan Tori sibuk dengan menyelesaikan polisi luarnya maka Conservatif akan membuka pintu kepada Parti Buruh untuk berkuasa. Parti Buruh tidak ada peluang untuk berkuasa dengan usaha sendiri melainkan sekiranya Conservatif mahukan Parti Buruh berkuasa. Sekiranya dalam Parti Buruh didapati orang yang mengetahui keadaan politik sebenar Britain dan memahami kekuasaan yang dimiliki oleh golongan kaya dan golongan Kapitalis, maka orang yang tersebut dipencilkan dan tidak dibenarkan untuk mempunyai apa-apa pengaruh terhadap polisi Parti Buruh. Contohnya adalah ahli Parti Buruh seperti Bevan pada tahun 1930an dan 1960an dan George Brown menunjukkan pengaruh Tori terhadap Parti Buruh untuk mengenepikan mana-mana orang yang mempunyai cita-cita untuk mengurangkan kekuasaan golongan keluarga kaya dan golongan Kapitalis yang sebenarnya yang mempunyai kekuasaan. Parti Conservatif sendirinya tidak mengaturkan pemimpinnya melalui pilihanraya dan pemimpinnya dilantik oleh pemimpin sebelumnya sebagaimana MacMillian yang melantik Lord Hume sebagai penggantinya. Apabila Heath dilantik sebagai pemimpin Tori, ianya telah dilantik terlebih dahulu dan kemudian dipilih melalui pilihanraya secara rasminya. Oleh itu dapat dikatakan walaupun secara amnya Britain mempunyai pemerintahan demokrasi, sebenarnya golongan Kapitalis dan golongan yang memonopoli kekayaan adalah yang bertanggungjawab memerintah Britain.

                Oleh kerana Britain merupakan pulau dan tidak berapa besar untuk menampung jumlah penduduknya, maka penting baginya untuk menerokai kawasan lain untuk mendapat wilayah jajahan untuk kehidupan para penghuninya. Walaupun Britain menerokai dunia luar sebagai pedagang, tetapi sebenarnya sebagai golongan penjajah. Mereka menerokai dunia luar untuk mengeksploitasikan tenaga orang lain dan mengeksploitasikan kekayaan negara lain. Britain tidak meninggalkan pulau mereka untuk bertukar barang dengan orang lain kerana tidak ada apa-apa yang boleh ditukarkan. Inilah keadaan mereka apabila mereka meninggalkan negara mereka. Apabila mereka menganuti Kapitalism di mana bersikap pragmatik adalah di antara ciri yang penting di dalamnya, ianya adalah dalam keadaan yang sangat bersesuaian dengan sifat asal mereka, jadi sifat penjajah menjadi tebal dalam diri mereka, dan Britain menjadi negara penjajah tahap yang paling tinggi. Kerana Britain mempunyai jumlah penduduk yng kecil, maka mereka mestilah mengeksploitasikan negara-negara lain untuk menolong mereka untuk menyekat kuasa-kuasa besar yang lain. Oleh sebab itu Britain menubuhkan pakatan dan persetujuan dengan negara-negara lain dan mengumpulkan mereka menghadiri persidangan-persidangan. Polisi pakatan adalah polisi yang paling utama dalam politik Britain. Penduduk Britain mempunyai kemahiran intelektual yang biasa tetapi mereka menggunakan intelek mereka ke tahap yang maksimum. Ini menolong mereka memahami dengan baik tentang kejadian dan polisi di dunia, dan menjadikan mereka dapat menyelesaikan masalah yang timbul. Ini telah memberikan mereka kebolehan dalam penyelesaian masalah. Oleh kerana penjajahan adalah polisi yang utama Britain, maka industrinya berasaskan kepada ketenteraan. Oleh itu Britain menjadi kuasa berpengaruh dengan memperolehi kuasa ketenteraan melalui industrinya. Ini adalah selain dari pengalamannya dalam kerajaan dan berpolitik dan juga kelicikan dan kebijaksanaan mereka.

                Polisi luar Britain adalah penjajahan. Tetapi mengekalkan keseimbangan dunia dan pengaruh terhadap politik dunia walau apa pun, adalah dua hal yang penting dalam polisi luaran mereka. Jadi Britain memainkan peranan yang besar dalam tentera Salib dan Pakatan Suci (Holy Alliance) dan adalah kuasa utama. Apabila Napoleon mengembangkan kekuasaannya maka Britain memainkan peranan terbesar dalam menyekatnya dan memusnahkannya. Apabila Bismarck memerintah Jerman dan Jerman menjadi kuat dengan cepat dan Britain mengambil bahagian dalam persidangan Berlin bertujuan untuk melemahkan kekuatan Jerman. Apabila Britain mendapati bahawa Jerman berkembang menjadi kuat dengan luarbiasa, maka ianya mengumumkan dua peperangan global ke atas Jerman dan sekarang mencuba menyeret Jerman kepada Perang Dunia Ketiga untuk mengubahkan peta politik dunia dan untuk melemahkan dua kuasa besar yang memerintah dunia pada masa ini. Selepas persetujuan kedua kuasa besar, Britain ditepikan dari politik dunia. Britain menjadi gelisah dan mencuba untuk kembali ke pentas politik dunia. Ianya bergantung kepada membuat persetujuan dengan negara lain dan menarik orang orang yang berpengaruh ke pihaknya. Tidak menjadi masalah baginya untuk menawarkan musuhnya bahagian yang terbesar sekiranya dapat menarik musuhnya untuk kepentingannya. Politik dunia Britain tidak mengenali tentang kawan atau lawan tetapi hanya mengenali kepentingannya. Ianya menggunakan moral antarabangsa sebagai alat tipu muslihat walaupun tidak mempercayainya. Britain cuba mengatur tipu muslihat supaya dapat memperolehi kepercayaan orang lain dan membuat tipu muslihat adalah suatu senjata yang tajam dalam politiknya. Churchill dalam suatu masa bersama sama Roosevelt dan Stalin dalam membincangkan keadaan peperangan dan masa depan Jerman. Dia berkata kepada mereka: “Kebenarannya adalah, peperangan adalah terlalu berharga sehinggakan memerlukan tipu muslihat untuk mempertahankannya”. Ini menunjukkan peri mustahaknya tipu muslihat dalam politik Britain.

                Inilah realiti Britain dan polisinya. Negara itu mestilah dilayan sebagai kuasa penjajah yang bergantung kepada eksploitasi negara jajahannya. Peristiwa dalaman yang berlaku tidak dapat mengubahkan Britain kerana tipu muslihat yang menggagalkan revolusi dari berlaku, dan tidak ada mana-mana revolusi yang berjaya selepas itu oleh kerana tipu muslihatnya. Jadi untuk mengelakkan penjajahannya adalah penting untuk memahami cara dan gaya mereka, dan menentang mereka dengan secara terbukadengan pengunaan taktik yang biasa dan tersembunyi. Kekuatan Britain dalam wilayahnya adalah seperti apa yang dikatakan oleh seorang pujangga Arab “sembuhkan saya dari penyakit ini dengan menggunakan penyakit itu sendiri” Kekuatannya adalah berdasarkan dengan mengeksploitasikan yang lain dan walaupun yang menentangnya. Cara untuk mengalahkan Britain adalah dengan melucutkan cara tradisi politiknya dan menentangnya tanpa sebarang penolong atau rakannya.

Perancis

Perancis adalah negara yang telah lama bertapak dengan kuat di Eropah dan memikirkan bahawa merekalah negara yang paling utama di kalangan negara-negara di Eropah kerana merekalah yang memulakan perjuangan mendukungi nilai-nilai kebebasan, keadilan dan persamaan. Perancis terkenal sebagai negara yang mengeluarkan ahli politik dan falsafah. Tetapi walaupun begitu ianya merupakan negara penjajah. Perhubungan di antara ahli-ahli politiknya adalah lemah dan bersifat kurang berdisiplin. Idea tentang kebebasan telah memberikan kesan yang besar terhadapnya dan telah menyebabkan perpecahan di kalangan penduduknya. Kebebasaan sebagai suatu sifat manusia dan bukan sebagai fitrah manusia, adalah suatu sifat yang paling tinggi dan cemerlang. Manusia mempunyai dua sifat iaitu; iaitu kedaulatan (kebebasan) dan kemahuan, dan dengan keduanya itu, keperibadian dan kewujudan manusia telah disempurnakan. Juga dengan kedua sifat ini, manusia menjadi bebas dan bukannya hamba. Sekiranya ia kehilangan kemahuannya ianya menjadi tidak sempurna dan cacat, dan kedaulatannya atau kebebasannya adalah tidak bermakna, iaitu sekiranya kemahuan dihilangkan maka kedaulatannya atau kebebasannya juga telah hilang. Tetapi jika manusia kehilangan kedaulatannya atau kebebasannya maka ianya menjadi hamba kepada yang lain walaupun ia mempunyai kemahuannya. Ini kerana kedaulatan atau kebebasan menentukan dan kemahuan melaksanakan. Persetujuan tanpa perlaksanaan tidak akan membawakan hasil sedangkan perlaksanaan tanpa persetujuan adalah perhambaan. Oleh itu kedaulatan atau kebebasan adalah yang melindungi manusia dari perhambaan. Salah satu ciri kedaulatan adalah kebebasan dalam tindakan. Oleh itu kebebasan adalah sifat manusia dan sebahagian dari fitrahnya.

                Tetapi masyarakat sama ada dalam bentuk umat, negara atau parti menganggap bahawa kebebasan mutlak tanpa batasan adalah memusnahkan kewujudan masyarakat itu sendiri. Individu dalam masyarakat adalah seperti sebuah blok batu di dalam sebuah bangunan. Sekiranya tidak ada apa-apa yang dipecahkan dari blok batu itu maka ianya tidak akan dapat dimuatkan ke dalam bangunan itu, oleh itu individu terpaksa mengorbanan sebahagian dari kedaulatannya dan kebebasannya supaya dapat menyesuaikan dirinya ke dalam masyarakat itu. Sekiranya ia tidak bersetuju maka tidak ada masyarakat yang dapat dibina dari individu-individu yang demikian. Jadi untuk mengorbankan sebahagian dari kedaulatan dan kebebasan adalah suatu perkara yang tidak dapat dielakkan dalam masyarakat dan merupakan suatu yang penting dalam struktur masyarakat itu. Rakyat Perancis apabila mereka melaksanakan idea kebebasan mula berpecah sehinggakan ianya kelihatan seperti suatu perkumpulan individu dari merupakan sebuah masyarakat atau negara. Oleh itu jarang terdapat suatu kerajaan Perancis yang kuat. Oleh itu Britain telah beberapa kali menggunakan Perancis untuk mencapai objektifnya. Oleh itu Perancis sejak Napoleon sehingga sekarang iaitu sejak ianya menjadi taksub dengan idea berkenaan kebebasan, keadilan dan persamaan sentiasa dibayangi Britain. Britain yang telah membawakan Perancis ke Asia, Amerika dan Afrika untuk misi penjajahan. Britain melakukan demikian kerana mahu menguatkan dirinya walaupun pertelagahan di antara kedua mereka jelas diceritakan dalam sejarah. Oleh itu hanyalah kebebasan yang merupakan suatu perkara yang dapat dikesan di negara Perancis. Kebebasan intelek telah melahirkan ramai ahli-ahli falsafah, pujangga, fikir dan lain-lain. Kebebasan politik menolong membentuk darjat, kepercayaan sendiri dan telah mengeluarkan ramai manusia yang unik. Kebebasan individu telah menjadikan Paris sebuah pusat pelacuran dan maksiat lain, dan sendirinya telah melemahkan Perancis kerana terdapat ramainya pengintip terutamanya dari Britain yang dapat menetap dan mengintip. Jadi kebebasan yang mutlak telah sebenarnya melemahkan Perancis.

                Jadi tidak boleh dikatakan bahawa di Perancis terdapat berbagai parti kerana adalah susah untuk negara begini untuk mempunyi berbagai parti. Apa yang dipunyai oleh negara ini adalah berbagai kumpulan orang yang menggelarkan mereka sebagai parti-parti. Oleh itu adalah susah bagi Perancis untuk mempunyai suatu kerajaan yang kuat dan mantap. Setiap penduduknya adalah pemerintah untuk dirinya sendirinya dan setiap penduduknya mempunyai cita-cita untuk menjadi pemerintah Perancis. Oleh itu susah untuk menerangkan dengan terperinci tentang polisi dalaman atau luaran Perancis kerana polisi dalaman bergantung kepada sifat pemerintah dan pemahaman mereka terhadap kebebasan dan polisi luaran bergantung kepada kebolehannya dalam menyelesaikan masalah. Perancis dianggap sebagai kuasa penjajah kerana ianya menganuti Kapitalism, jadi bersikap pragmatik adalah sikap semulajadi dalam kehidupan penduduknya. Oleh itu Perancis mahu melaksanakan penjajahan dan mengekalkan wilayah-wilayah jajahannya.

                Kalau hendak dikatakan tentang polisi luaran Perancis, maka polisinya adalah berdasarkan kepada kepada meluaskan pengaruhnya ke seluruh dunia sama ada ini dilakukan melalui penjajahan, pengaruh kebudayaan  atau pengaruh ekonomi. Aktiviti politik Perancis terhadap kuasa besar adalah untuk mempromosikan keperibadiannya dan untuk mendapatkan kemegahan dan kekuasaan. Perancis tidak bijak dalam menggunakan tipu muslihat politik dan biasanya menggunakan kekerasan ketenteraan. Jadi caranya untuk menghadapi Perancis adalah dengan tidak menggugatkan kebanggannya dan mengelakkan darinya mengambil peluang, dan tidak menganggapnya sebagai kuasa besar melainkan hanya apabila kuasa besar lain menganggapnya sebagai kuasa besar disamping mereka sendiri.

Soviet Union

Soviet Union atau Rusia telah menjadi kuasa besar sejak zaman Czar atau Komunis. Penduduk Rusia adalah penduduk yang aktif dan dinamik tetapi sederhana dan tidak matang. Walaupun Rusia menganuti Kapitalism sebelum Komunisma, mereka ketinggalan di belakang Eropah, dan tidak mengalami kejayaan dalam bidang industri sehinggalah Parti Komunis berkuasa. Penduduk Rusia merupakan pejuang yang berani di negara mereka sendiri tetapi mereka kehilangan sifat itu apabila jauh dari tanahair mereka. Oleh itu pelik melihat penguasaan Rusia terhadap Eropah Timur berlangsung lebih dari Kedua5 tahun selepas Perang Dunia Kedua sehingga sekarang. Tidak ada dalam sejarah tercatit Rusia memperolehi kejayaan di luar dari negaranya tetapi mereka selalu berjaya mengatasi musuh-musuh yang menyerang negara mereka. Serangan Napoleon dan Hitler adalah dua contoh yang baik.

                Pemerintahan zaman Czar adalah berlainan dari pemerintahan Komunisma. Tetapi kedua-dua pemerintahan adalah bercorak kuku besi dan kejam. Czar bergantung kepada tuan-tuan tanah. Tuan-tuan tanah bersama sama dengan golongan kaya menguasai negaranya. Merekalah yang memberikan sokongan kepada polisi luaran dan dalaman Czar itu dengan sempurnanya. Mereka mengeksploitasikan negara dalam keadaan yang sangat buruk sehinggakan negara itu menjadi miskin dan lemah.

                Sebelum Perang Dunia Pertama, Rusia ketinggalan di Eropah dan dieksploitasikan oleh jiran-jirannya. Industri utama di Rusia dikuasai oleh Britain, Perancis dan Belgium. Industri perlombongan logam dikuasai oleh Perancis dan perlombongan arang batu di Lembah Donetz dikuasai oleh syarikat asing. Separuh dari telaga minyak Rusia dikuasai oleh Britain dan Perancis. Jadi sehingga tahun 1914 negara itu ketinggalan dalam dalam sistem pemerintahan, ekonomi, kebudayaan dan pendidikan. Walaupun begitu, Rusia dianggap sebagai kuasa utama dan mempunyai pengaruh dalam politik dunia. Apabila Parti Komunis menguasai pemerintahan, kedudukan pemerintahan tidak berubah melainkan coraknya. Parti Komunis memerintah negara dengan menggunakan kekerasan iaitu dengan pertumpahan darah, kezaliman dan tekanan. Jadi mereka menguatkan pemerintahan mereka dengan cara begitu. Tetapi sejak mereka melaksanakan pemerintahan berdasarkan kepada suatu akidah intelektual dan ideologi yang sempurna, mereka telah berjaya menaikkan taraf negara Rusia. Jadi kurang dari sepertiga abad, Rusia bukan sahaja menjadi kuasa besar tetapi ketua kepada blok negara yang menyekat negara-negara Barat; dan mereka memperolehi kekuasaan politik dunia di mana Czar setakat hanya boleh bermimpi. Jadi Rusia berkembang menjadi suatu kuasa besar ke takat ianya boleh mengaibkan semua negara Kapitalis. Ianya berupaya memaksa Amerika untuk berputus asa berlawan menentangnya dan menandatangani perjanjian dengannya sehingga Amerika hampir-hampir menjadi sekutunya. Rusia sehingga hari ini dianggapkan sebagai rakan kepada kuasa utama Amerika dalam pengaturan hal ehwal dunia. Dalam realiti dunia telah dikuasai oleh Rusia dan Amerika.

                Polisi luaran Rusia berdasarkan kepada Komunisma, dan ideanya adalah mengembangkan Komunisma dan metod mereka adalah kemusnahan, kekacauan dan membentuk pertelagahan. Ianya telah mengambil segala peluang untuk mengembangkan Komunisma ke negara-negara lain dan mencuba untuk mengawal negara-negara Komunis itu. Untuk mengelakkan perkara ini dari terjadi, adalah melalui pemutusan hubungan kebudayaan dengannya, tetapi usaha mestilah dilakukan dengan membuat perhubungan perdagangan dengannya supaya menjadikan kaum muslimin memasuki Rusia supaya Rusia dapat menyaksikan Islam dalam kehidupan mereka. Adalah mustahak untuk menyekat Komunisma sebagaimana menyekat Kapitalism dan membuatkan sekatan ini sebagai suatu yang tidak dapat diketepikan dalam polisi luaran, jadi ianya mestilah menyekat polisi Rusia iaitu polisi Komunisma.

Germany

Jerman adalah negara yang mempunyai penduduk yang bertaraf tinggi dari segi kewujudannya. Ianya melalui banyak pertelagahan dan dibahagikan kepada banyak negara. Ianya bertungkus lumus untuk memperolehi kesatuan dan terpaksa berperang banyak kali, terutamanya dengan Perancis. Kadangkala mereka menempuh kemenangan dan kadangkala kekalahan. Penduduknya mempunyai sikap berani, bertenaga dan tidak berputus asa. Mereka mempunyai sifat kepercayaan yang tinggi terhadap diri sendiri  tetapi terlalu tinggi sehinggakan mengumumkan bahawa mereka mempunyai hak untuk menguasai yang lain. Ketenteraan adalah sifat utama penduduk Jerman dan boleh dikatakan bahawa ianya adalah semulajadi sejak lahir. Jerman yang menakutkan jirannya, terutamanya kuasa besar seperti Britain, Perancis dan Rusia disebabkan oleh ketenteraannya. Jerman pernah berperang menentang 4 kuasa besar sekaligus iaitu Britain, Perancis, Amerika dan Rusia dalam Perang Dunia Kedua. Jerman menganuti Kapitalism dan sifat pragmatik menjadi sebahagian dari kehidupan mereka. Jerman dianggap sebagai kuasa penjajah kerana sebelum dan selepas Perang Dunia Pertama ianya mempunyai banyak wilayah jajahan. Apabila ianya berperang dalam Perang Dunia Kedua, maka ia berharap bahawa ia akan dapat menakluki semula wilayah jajahannya yang lama dan merampas wilayah jajahan dari Pihak Bersekutu (Allied Powers, ). Pengambangan kekusaaan adalah bukan sahaja polisi Hitler tetapi juga polisi am Jerman. Hitler mahukan pengembangan kekuasaan Jerman dilakukan dengan mengorbankan Rusia. Pemerintahan Jerman adalah bercorak kediktatoran sebelum dan selepas Perang Dunia Pertama sebelum Hitler berkuasa. Walaupun selepas Perang Dunia Kedua, pemerintahan Jerman menjadi demokratik, tetapi selepas itu menjadi diktator semula dari kelakuan setengah pemimpin mereka.

(jajahan Britain.  Jadi boleh dikatakan bahawa 5 negara ini adalah kuasa penjajah yang mencuba untuk mengembangkan pengaruhnya ke serata dunia.) ??? (catatan: sepertinya tak nyambung; dari yang aslinya dalam PM65 seperti ini)

Jerman berupaya mengatasi keadaan kepayahan yang ditekankan kepadanya selepas Perang Dunia Pertama dan kembali menjadi kuasa besar dan sebagai kuasa utama. Dua faktor utama menjadikan Jerman mencapai keadaan yang demikian adalah:

1.  Kemahiran intelektual yang terdapat pada rakyatnya dan menjadikan rakyatnya berusaha untuk mengembalikan Jerman menjadi kuasa besar.

2.  Britain mahu menggangu keseimbangan di antara Jerman dengan Perancis, maka menyokong Jerman untuk bersaing dengan secara rahsia menentang Perancis; perkara yang membuatkan Jerman menjadi kuasa besar. Tetapi selepas Perang Dunia Kedua, Jerman tidak mempunyai apa-apa perkara seperti tadi untuk mengembalikannya menjadi kuasa besar. Kesemua Pihak Bersekutu telah menghadkan kemajuan Jerman supaya ianya tidak kembali menjadi kuasa besar sekali lagi.

                Faktor yang penting yang menghalang Jerman dari sekali lagi menjadi kuasa besar adalah:

Pertamanya, pandangan Jerman telah dialihkan dari politik kepada hal mengenai ekonomi. Jadi pandangan dialihkan hal hal ekonomi, dan menyebabkan kurang tumpuan kepada hal hal politik menjadikan politiknya mengalami kemunduran.

                Kedua, Rusia sentiasa berwaspada dan curiga terhadap Jerman, dan bahaya Jerman kepada Rusia tidak dapat dilupakan. Ini menjadikan Rusia melaksanakan polisi yang sangat ketat terhadap Jerman. Polisi Rusia secara asasnya adalah memusnahkan Jerman, dan menghalang Jerman dari menjadi kuat dan berkuasa. Oleh sebab ini, Amerika tidak berjaya untuk memulihkan semula industri ketenteraan Jerman pada tahun 1956 dan juga usaha Britain untuk menyatukan Jerman. Juga usaha Perancis apabila De Gaul cuba menyatukan Eropah dan menolong Jerman memulihkan ketenteraannaya melalui penyatuan itu. Keadaan menjadi buruk lagi apabila Amerika bersetuju terhadap rancangan Rusia untuk mengekalkan Jerman di bawah telunjuk Pihak Bersekutu. Oleh itu Jerman berubah menjadi bertambah buruk dari segi politiknya dalam usahanya untuk kembali menjadi kuasa besar. Perkara yang menyebabkan keadaan ini adalah penduduk Jerman adalah ahli ketenteraan dan bukannya ahli politik. Oleh itu Jerman tidak dijangkakan untuk kembali sebagai kuasa besar melainkan suatu perkara yang tidak terfikirkan berlaku di dalam Jerman atau di peringkat antarabangsa. Tetapi walaupun dalam masa yang panjang,  Jerman dijangka untuk kembali sebagai kuasa utama kerana kuasa yang menekan, sebanyak mana pun tekanan mereka itu untuk menghalang perkembangan negara-negara yang bertenaga dan berdinamik, tetapi kejayaan mereka dalam mengenakan tekanan ini adalah tidak untuk selama lamanya, dan negara yang berdinamik dan bertenaga akan akhirnya menyekat tekanan yang dikenakan terhadap perkembangan dan kemajuannya.

                Langkah Jerman adalah melupakan tentang penyatuannya dan melupakan tentang hal hal ekonomi sebab negara-negara Barat dan Timur sebenarnya mahukan Jerman menyibukkan dirinya dalam hal yang demikian. Jerman mesti mengembangkan industrinya berasaskan kepada ketenteraan dan melakukan sepertimana Hitler iaitu mengembangkan industrinya secara sulit dan menumpukan perhatiannya kepada senjata nuklear. Ianya juga mesti melaksanakan polisi antarabangsa yang bijak serta memerhatikan dan memahami keadaan antarabangsa. Apabila ianya melakukan perkara itu, maka Jerman akan sekali lagi menjadi kuasa besar.

                Ini adalah secara ringkas mengenai kedua kuasa besar iaitu Rusia dan Amerika, dan negara yang bertiga yang dianggap sebagai kuasa besar tradisi. Ianya memberikan idea tentang setiap kuasa besar secara amnya, supaya aktiviti politik yang dilakukan oleh setiap negara itu atau bersama sama dengan negara lain boleh difahami. Kelima lima negara ini adalah kuasa penjajah. Soviet Union sebelum persetujuannya dengan Amerika mempunyai polisi yang merupakan ciri ciri ideologinya iaitu menyekat Kapitalism dan penjajahan. Tetapi sejak membuat persetujuan dengan Amerika pada tahun 1961, polisi Soviet bertukar kepada kepentingan Rusia dan dikuasai oleh nasionalism walaupun Komunism masih merupakan sistem yang dilaksanakan. Rusia mula mahu mengembangkan pengaruhnya dan kekuasaannya dari Komunism, dan mula menolong negara-negara pro Barat supaya lama kelamaan dapat menguasai mereka. Jadi Rusia menolong India walaupun ia adalah pro British, dan menolong Tanganyika atau Tanzania walaupun ianya adalah wilayah jajahan British.  Jadi boleh dikatakan bahawa 5 negara ini adalah kuasa penjajah yang mencuba untuk mengembangkan pengaruhnya ke serata dunia.

Masyarakat Antarabangsa

Dunia telah menjadi suatu tempat yang kacau kerana penguasaan kuasa-kuasa besar. Dunia menjadi kacau kerana idea tentang masyarakat antarabangsa yang diciptakan oleh kuasa besar dan juga kerana penjajahan disebabkan oleh Kapitalism. Dunia akan berkekalan begitu selagi idea tentang masyarakat antarabangsa ini masih wujud, dan selagi kuasa besar berebut untuk menguasai dunia, dan selagi penjajahan berlangsung tak kira bagaimana corak dan caranya. Jadi untuk membebaskan dunia ini dari kekacauan itu dan memberikan dunia ini keamanan, maka hanya boleh dilakukan dengan memusnahkan idea-idea berkenaan masyarakat antarabangsa, penguasaan dan pemerintahan oleh kuasa besar, penjajahan dan eksploitasi.

                Dasar di mana masyarakat antarabangsa ini dibentuk adalah palsu. Ianya dibentuk pertama kalinya oleh negara-negara Kristian Eropah Barat untuk menyekat Khilafah Islam. Selepas itu ianya disertai oleh masyarakat Kristian Eropah Timur dan berkekalan sebagai masyarakat Kristian Eropah. Sejak kurun ke-16 apabila Khilafah Islam mula bergerak membuka Eropah sehingga ke pertengahan kurun ke-19 pada tahun 1856 apabila Khilafah Islam menjadi lemah sehingga digelar “orang sakit Eropah” dan telah dipakat untuk dimusnahkan oleh musuh-musuhnya. Pada zaman itu, selama lebih kurang 3 abad, masyarakat antarabangsa adalah sebenarnya masyarakat Kristian Eropah dan ianya adalah musuh Khilafah Islam.

Ia bermula sebagai masyarakat Kristian Eropah dan negara-negara bukan Kristian tidak boleh memasukinya walaupun dinamakan masyarakat antarabangsa, jadi ia sendirinya mewakili masyarakat antarabangsa dan sendirinya dipelajari sekiranya hendak mengetahui hal ehwal antarabangsa. Perkara sememangnya akan menjadi mudah sekiranya masyarakat itu menghadkan diri mereka kepada perjumpaan Kristian yang menentang Islam. Tetapi ianya telah memberikan suatu penampilan antarabangsa dan berusaha untuk mengenengahkan penampilan itu. Idea tentang masyarakat antarabangsa telah ditafsirkan dan ditulis secara rasminya untuk negara Kristian Eropah itu. Masalah dan hal ehwal antarabangsa telah diambil berat oleh masyarakat ini. Untuk mengatur dan mengembangkan ini, prinsip-prinsip tertentu telah dirangka yang kemudiannya dipanggil sebagai undang-undang antarabangsa. Jadi mereka menumpukan pandangan mereka kepada persetujuan yang dibuat di antara negara-negara Kristian Eropah dan tradisi yang terdapat pada masyarakat Kristian Eropah, dan dari peraturan tersebut mereka menciptakan undang-undang antarabangsa. Jadi masyarakat antarabangsa didasarkan oleh negara-negara Kristian Eropah, dan undang-undang antarabangsa adalah didasarkan kepada peraturan-peraturan yang sudah dipersetujui oleh negara-negara Kristian Eropah dan tradisi yang terdapat dalam masyarakat Kristian Eropah. Jadi untuk menamakan negara Kristian Eropah kepada masyarakat antarabangsa adalah suatu muslihat kerana dunia ini tidak dibentuk oleh hanya negara-negara Kristian Eropah itu sahaja. Menamakan undang-undang antarabangsa kepada tradisi dan persetujuan di antara negara-negara Kristian Eropah juga adalah suatu muslihat. Idea-idea yang sesuai untuk membentuk undang-undang antarabangsa adalah bukan sahaja tradisi dan persetujuan di antara negara Kristian Eropah tetapi termasuk juga kesemua tradisi, dan kesemua persetujuan yang dipersetujui oleh kesemua masyarakat berlainan yang wujud di dunia ini. Jadi konsep yang mana masyarakat antarabangsa dan undang-undang antarabangsa diasaskan adalah salah. Masalah tersebut boleh diselesaikan sekiranya negara Kristian Eropah itu mengiktiraf kewujudan negara-negara lain. Tetapi sebenarnya negara-negara pengasas itu tidak mengiktiraf kewujudan negara-negara lain dan tidak membenarkan negara-negara yang bukan Kristian untuk menganggotai pertubuhan mereka. Pada pertengahan kurun ke 19, keadaan berubah dan ada negara yang bukan Kristian dibenarkan untuk menganggotai masyarakat ini. Tetapi negara Kristian Eropah hanya membenarkan undang-undang tradisi mereka sahaja sebagai undang-undang yang sah dalam masyarkat ini. Jadi mereka mahukan Khilafah Islam untuk meninggalkan undang-undang Islam dalam polisi luaran Khilafah Islam dan hanya dengan ini barulah Khilafah Islam boleh menganggotai pertubuhan masyarakat antarabangsa dan meletakkan undang-undang tradisi negara Kristian Eropah mereka untuk dipatuhi oleh Khilafah Islam. Jadi negara Kristian Eropah membenarkan negara-negara bukan Kristian untuk wujud dalam perhubungan antarabangsa sekiranya negara bukan Kristian itu bersetuju untuk melaksanakan prinsip dan tradisi masyarakat Kristian Eropah ini dan meninggalkan idea dan tradisi yang lain. Keadaan ini berlangsung sehingga tamatnya Perang Dunia Kedua dan kemusnahan Khilafah. Keadaan ini boleh diperbaiki selepas Perang Dunia Pertama kerana musuh bagi masyarakat antarabangsa telah tiada. Tetapi ini tidak berlaku. Negara-negara ini berpegang kepada dasar di mana masyarakat antarabangsa dan undang-undang antarabangsa terbentuk, oleh itu mereka bersetuju untuk membentuk suatu pertubuhan terhad kepada beberapa negara sahaja. Mereka bersetuju memasukkan beberapa negara bukan Kristian dan bukan Eropah ke dalam pertubuhan itu, tetapi tidak bersetuju untuk melaksanakan mana-mana undang-undang yang bukan merupakan tradisi negara Kristian Eropah. Jadi masyarakat ini terdiri dari negara Kristian Eropah dan negara lain yang diterima oleh pertubuhan Kristian ini. Apabila PBB ditubuhkan ada pendapat untuk menghadkan keahliannya kepada negara-negara yang telah berperang menentang Jerman iaitu negara Kristian di Eropah dan negara-negara lain yang berhampiran dengannya. Tetapi Amerika yang mahu menguasai dunia dan meletakkan negara lain di bawah telunjuknya telah mengembangkan keahlian PBB dan membenarkan negara-negara lain di dunia untuk menganggotainya. Tetapi Amerika dan negara-negara Kristian Eropah tidak membenarkan mana-mana undang-undang atau tradisi lain yang dilaksanakan oleh PBB. Undang-undang negara Kristian berkekalan dijadikan sebagai asas undang-undang antarabangsa dan PBB. Juga Blok Timur yang diketuai oleh Rusia juga tidak dapat mengubahkan mana-mana perkara yang dibawah sistem antarabangsa ini, atau mengenegahkan mana-mana idea Komunism kepada sistemnya, walaupun Blok Timur ini adalah Blok Komunis yang bertentangan dengan Kapitalism dan undang-undang negara Kristian. Oleh itu tradisi umum negara Kristian Eropah atau negara Kapitalis menguasai Komunis di dunia dan menafikan idea dan tradisi negara-negara lain. Masyarakat antarabangsa  sebahagian besarnya adalah negara-negara Kristian atau kemudiannya menjadi negara-negara Kapitalis, walaupun negara-negara lain dibenarkan untuk menganggotai pertubuhan ini. Oleh itu konsep masyarakat antarabangsa dan undang-undang antarabangsa mestilah dikaji semula.

                Apa yang memburukkan keadaan adalah negara Kristian Eropah atau negara Kapitalis tidak meninggalkan perlaksanaan undang-undang tradisi ini yang kemudiannya dikenali sebagai undang-undang antarabangsa untuk melaksanakan kewajiban moral sepertimana yang terdapat dalam tradisi dan persetujuan antarabangsa. Juga mereka tidak meninggalkan tradisi itu untuk melaksanakan apa yang mereka persetujui. Tetapi mereka melaksanakannya ke atas semua negara dengan kekuasaan. Jadi dalam masa lampau, kuasa besar menjadikan diri mereka sebagai penjaga keamanan dan aturan dalam masyarakat antarabangsa. Mereka akan  campurtangan dalam hal ehwal negara-negara lain apabila kekacauan berlaku terhadap keamanan dan aturan itu. Tidak ada apa-apa yang boleh menghalang campurtangan kuasa-kuasa besar ini iaitu melaksanakan undang-undang tradisi yang mereka persetujui melainkan kekuasaan negara yang diserang dan kegagalan negara yang diserang untuk menyekat perlaksanaan mereka. Sebelum Perang Dunia Kedua, negara-negara Kristian Eropah (Kapitalis) menjadikan diri mereka sendiri atau bersama sama mereka sebagai polis yang menjaga keamanan dan aturan di dunia. Walaupun selepas menubuhkan Liga Bangsa-Bangsa dan kemudiannya PBB, negara-negara Kapitalis terus menjadikan diri mereka sebagai polis yang menjaga keamanan dan aturan dunia ini. Campurtangan tentera Amerika di Lebanon, dan tentera British di Jordan pada tahun 1958 adalah contoh bagaimana negara-negara Kapitalis ini melantik diri mereka sendiri sebagai polis antarabangsa untuk melaksanakan undang-undang antarabangsa atau apa yang mereka panggil sebagai aturan moral antarabangsa. Perbuatan ini adalah punca kepada kekacauan dunia yang disebabkan oleh idea Kristian dan Kapitalis Eropah ini yang dipanggil sebagai undang-undang antarabangsa. Oleh itu masalah ini mestilah diselesaikan untuk membebaskan dunia ini daripada kekacauan ini.

Konsep Undang-undang Antarabangsa

Sebagai penyelesaian kepada masalah ini, sekiranya penting untuk membentuk masyarakat biasa dalam masyarakat antarabangsa, maka janganlah dibandingkan masyarakat dunia dengan masyarakat biasa. Masyarakat biasa mempunyai kekuasaan yang mengenepikan ketidak-adilan dan mengelakkan pertelagahan dalam masyarakatnya. Jadi setiap masyarakat mesti mempunyai negara, kekuasaan dan undang-undang, dan perlaksanaan undang-undang ke atas masyarakat adalah wajib. Masyarakat antarabangsa adalah perkumpulan dari berbagai masyarakat manusia yang mempunyai hubungan. Ianya bukan sebuah masyarakat yang terdiri dari individu dengan hubungan di antara mereka sahaja. Setiap masyarakat mempunyai hak mutlak terhadap kedaulatan dan hak mutlak terhadap kemahuan mereka sendiri tanpa apa-apa pembatasan. Setiap paksaan dari luar pada setiap masyarakat manusia atau negara bermakna perlucutan kedaulatan dari masyarakat atau negara itu, iaitu perhambaan dari segi penjajahan dan penguasaan luar. Setiap usaha yang dilakukan untuk mengelakkan masyarakat atau negara dari melaksanakan tujuan mereka sebenarnya adalah menghadkan dan melumpuhkan masyarakat atau negara itu. Oleh itu adalah salah untuk mempunyai suatu kuasa yang memerintah masyarakat dunia ini. Adalah salah untuk menjadikan masyarakat dunia ini diletakkan di bawah suatu kekuasaan iaitu mestilah tidak terdapat suatu negara antarabangsa yang memerintah semua negara dan masyarakat berlainan di dunia ini. Masyarakat manusia mestilah bebas dan mempunyai kedaulatan dan kewujudannya sendiri. Sekiranya mustahak untuk menubuhkan suatu mayarakat antarabangsa dari kumplan berlainan ini, maka masyarakat ini bukanlah suatu negara antarabangsa. Masyarakat antarabangsa ini mestilah dibentuk oleh mereka yang sanggup menjadi anggotanya, dan tidaklah dibentuk dari negara-negara yang mempunyai konsep-konsep yang tertentu, atau dari negara yang mempunyai kekuasan yang melebihi kekuasaan negara lain, dan tidak dijadikan suatu negara antarabangsa. Jadi masyarakat antarabangsa ini mestilah dibentuk dari mana-mana yang sanggup dan mahu menganggotai pertubuhannya tidak mengira konsep, kekuasaan dan pengaruh mereka masing masing. Setiap negara mestilah mempunyai kebebasan untuk menjadi anggota pertubuhannya pada bila-bila masa sahaja dan mempunyai hak dan tugas yang sama dengan negara yang mengasaskannya. Juga setiap negara mesti mempunyai kebebasan untuk meninggalkan masyarakat ini bila-bila masa, dan tidak ada mana-mana negara yang boleh dipaksakan untuk melaksanakan persetujuan masyarakat ini. Hanya dengan demikian maka masyarakat antarabangsa akan menjadi masyarakat dunia sebenarnya; dan bukan keluarga negara tertentu sahaja yang secara palsu dinamakan masyarakat antarbangsa; atau negara antarabangsa yang secara palsu dipanggil sebagai PBB.

MAsyarakat Antarabangsa

Tidak ada bagi masyarakat dan negara berlainan di dunia sebuah undang-undang antarabangsa. Masyarakat antarabangsa mungkin hanya mempunyai aturan undang-undang (procedure, Eng.) yang mengaturkan hal ehwal pentadbiran masyarakat dan memberikan jalan bagaimana untuk melaksanakan aktivitinya. Undang-undang ini dipersetujui oleh majoriti dan ditukarkan oleh majoriti bersesuaian dengan peristiwa dunia dan apa yang diperlukan oleh peristiwa ini.

Undang-undang Antarabangsa

Undang-undang antarabangsa tidak dibenarkan untuk wujud kerana undang-undang adalah peraturan tentang kekuasaan dan tidak ada sebenarnya negara atau kekuasaan antarabangsa. Dan tidak betul untuk mempunyai suatu negara antarabangsa yang mempunyai kekuasaan terhadap kesemua negara lain. Adalah mustahil untuk negara demikian untuk wujud. Pengakuan demikian boleh melibatkan peperangan dan pertelagahan. Oleh itu tidak benar untuk mempunyai suatu negara atau kekuasaan antarabangsa, dan adalah salah untuk memerlukan atau melaksanakan undang-undang antarabangsa kerana 3 sebab:

1.  Undang-undang   adalah   peraturan kekuasaan, dan tidak ada kekuasaan yang meliputi negara atau masyarakat di dunia. Jadi sebenarnya tidak ada  undang-undang antarabangsa dan tidak diperlukan kewujudannya.

2.   Memang ada kewajiban untuk melaksanakan undang-undang dan oleh itu mesti ada kekuasaan yang mendukungi undang-undang ini. Tetapi tidak benar untuk mempunyai suatu negara antarbangsa yang melaksanakan undang-undang ini dengan kekuasaan yang boleh menyebabkan peperangan.

3. Undang-undang mengatur perhubungan, dan perhubungan antarabangsa wujud di antara masyarakat manusia dengan persetujuan, jadi dua atau lebih negara mengaturkan perhubungan mereka melalui kepentingan dan persetujuan mereka, dan ini adalah berlainan dengan perhubungan dua atau lebih negara-negara yang lain. Jadi apa yang mengatur perhubungan adalah persetujuan dan bukan undang-undang. Dan perhubungan hanya diaturkan oleh persetujuan. Jadi tidak ada undang-undang antarabangsa yang mengatur perhubungan di antara kesemua negara, dan oleh itu adalah tidak munasabah untuk undang-undang sedemikian wujud. Sarjana di Barat membantah tentang kewujudan undang-undang antarabangsa dan membantah negara yang dipaksa oleh undang-undang ini. Sejak kehadiran idea tentang undang-undang antarabangsa ini, sarjana undang-undang Barat telah berbelah bahagi tentang hakikat undang-undang itu dan ramai yang curiga tentang ruang lingkup kekuasaannya. Kant dan Hegel di Jerman, Hopz, Austin dan pengikut mereka di Britain semuanya telah membantah tentang undang-undang antarabangsa dan ramai sarjana undang-undang mengambil pandangan ini. Juga sarjana undang-undang yang mengiktiraf kewujudan undang-undang itu tidak melihatnya sebagai undang-undang yang boleh dipatuhi tetapi hanya sebagai peraturan moral, ketidaksetujuan terhadapnya tidak akan mengakibatkan apa-apa tindakan. Juga mereka yang merancang untuk menafsirkan kesahihan undang-undang antarabangsa, tafsiran mereka menunjukkan tidak wujudnya undang-undang antarabangsa. Apa yang wujud adalah tradisi antarabangsa dan bukannya undang-undang antarabangsa Oleh itu tidak ada mana-mana pemikir sekalipun di Barat yang boleh mengaku kewujudan undang-undang antarabangsa, tetapi yang boleh dibuktikan adalah wujudnya tradisi antarabangsa sahaja.

 

Tradisi Antarabangsa

Tradisi yang dipersetujui oleh berbagai masyarakat manusia diketahui wujud. Setengah tradisi ini diketahui oleh semua sejak zaman dahulu sehingga sekarang. Seperti tidak dibenarkan membunuh duta kerana kekebalan diplomatik  (diplomatik immunity, Eng.), dan setengahnya adalah khas untuk masyarakat tertentu seperti Arab Quraisy yang tidak membenarkan sesiapa pun untuk menziarahi Kaabah. Tradisi begini wujud tetapi bukannya undang-undang tetapi adalah persetujuan, oleh kerana perkara itu berlaku berulang kali sehingga kesemua masyarakat itu melakukannya dan bersetuju terhadapnya. Oleh itu tradisi antarabangsa wujud tetapi undang-undang antarabangsa tidak wujud.

                Apa yang tinggal dalam perbincangan ini adalah persoalan tentang perlaksanaan undang-undang ini terhadap yang lain dengan kekuasaan, iaitu suatu perbuatan yang salah.

                Pertamanya, kalau ianya dipaksa oleh sekumpulan kuasa-kuasa besar maka ianya adalah kekerasan dan bukannya perlaksanaan undang-undang. Ini adalah kerana sekiranya satu atau lebih kuasa besar melanggar undang-undang, negara lain tidak boleh memaksa mereka untuk mematuhi undang-undang itu, sekiranya ia berlaku maka peperangan akan terjadi. Juga sekiranya dua atau sekumpulan negara yang melaksanakan undang-undang ini kemudiannya melanggar undang-undang ini, siapakah yang akan memaksa mereka untuk mematuhi undang-undang ini? Sudah tentu tidak ada sesiapa pun. Oleh itu perlaksanaan undang-undang ini oleh negara-negara kuat terhadap negara-negara lemah sebenarnya adalah  kekerasan dan kekuasaan, dan bukannya perlaksanaan undang-undang itu. Adalah jelas bahawa tidak ada perlaksanaan undang-undang antarabangsa am terhadap semua negara. Jadi tidak benar sama sekali untuk berfikir untuk melaksanakan undang-undang antarabangsa secara kekuasaan terhadap yang lain kerana ini adalah sebenarnya kekerasan.

            Jelas iaitu bukan hanya undang-undang antarabangsa tidak boleh diwujudkan, tetapi ianya adalah mustahil untuk diwujudkan. Apa yang sebenarnya boleh diwujudkan adalah persetujuan di antara negara-negara dan tradisi yang disepakati tentang persetujuan ini, dan tentang perkara-perkara yang berkaitan dengan masa peperangan dan keamanan di antara masyarakat manusia. Jadi sekiranya mustahak untuk mewujudkan masyarakat antarabangsa, maka mesti diadakan suatu peraturan pentadbiran yang bertujuan untuk memelihara tradisi antarabangsa dan bagaimana tradisi ini boleh dimansuhkan. Ini termasuk juga tradisi yang berkaitan dengan persetujuan antarabangsa yang meliputi penggubalan, perlaksanaan dan pemansuhan dan yang seumpama dengannya. Walaupun itu, bukan semua tradisi antarabangsa mestilah dilaksanakan, melainkan hanya yang berkembang dalam masyarakat dunia majmuk di mana masyarakat antarabangsa terbentuk. Kewujudan tradisi ini tidak boleh diambil dari persetujuan oleh negara-negara yang terlibat, tetapi mestilah dari tradisi yang dilaksanakan dalam masa yang panjang sehingga ianya dipersetujui oleh semuanya. Dalam hal ini, negara-negara yang mempunyai kemahuan terhadapnya akan sendirinya mematuhi persetujuan ini. Mengenai persetujuan negara tentang tradisi ini, ia berlaku apabila idea, perkara atau konsep yang diketahui sebagai tradisi itu selalu digunakan. Persetujuan manusia tentang suatu perkara tidak membolehkan perkara itu menjadi tradisi melainkan ianya selalu digunakan. Dalam hal ini tradisi menjadi perkara kebiasaan. Jadi sekiranya terdapat pertelagahan atau ketidak sepakatan antarabangsa di antara negara-negara yang membentuk masyarakat antarabangsa, maka masyarakat itu merujuk kepada tradisi kebiasaan. Jadi tradisi antarabangsa adalah suatu yang berlaku apabila terdapat pertelagahan antarabangsa. Tiada sesiapa pun yang sepatutnya berfikir untuk melaksanakan tradisi antarabangsa ke atas masyarakat antarabangsa secara kekuasaan tetapi ianya dilaksanakan secara pendapat umum dan faktor moral. Negara yang terlibat dalam pembentukan masyarakat antarabangsa tidak mengiktiraf peraturan tertentu atau lain sebagai tradisi antarabangsa melainkan mereka benar-benar bersetuju bahawa peraturan itu telah menjadi tradisi. Jadi negara-negara ini percaya bahawa tradisi ini mestilah diikuti. Oleh itu tidak perlu untuk melaksanakannya dengan kekuasaan atau kekerasan. Juga kekuatan pendapat umum terhadap  negara yang melanggar tradisi ini memaksakan negara itu secara spontan untuk mematuhi tradisi ini. Ketakutan terhadap pemencilan dan keaiban dalam masyarakat disebabkan melanggar tradisi ini sebenarnya adalah lebih berkesan dari ketakutan dari penggunaan kekerasan. Jadi perlaksanaan persetujuan masyarakat terpulang kepada kekuatan pendapat umum dan faktor moral. Ini adalah berkenaan dengan masyarakat antarabangsa.

Persekutuan Antarabangsa

Kekacauan dalam dunia ini yang dilakukan oleh kuasa-kuasa besar bukanlah kerana negara itu adalah kuasa besar , tetapi disebabkan oleh persekutuan di antara kuasa-kuasa ini dan persetujuan di antara mereka dalam membahagikan kepentingan di kalangan mereka. Persekutuan ini adalah akar umbi kepada kekacauan dunia. Jadi penyelesaiannya mestilah ditumpukan kepada persekutuan di antara negara kuasa besar ini dan bukannya kepada negara yang merupakan kuasa besar. “Persekutuan Kesucian” (Holy Alliance, Eng.) adalah persekutuan pertama yang ditubuhkan oleh negara kuasa besar untuk membahagikan kepentingan dan manfaat di antara mereka sendiri. Ia diperlukan untuk melindungi persekutuan di antara Raja-raja dan untuk memusnahkan segala revolusi menentang Raja atau segala apa yang telah Raja  persetujui. Ianya ditubuhkan supaya mereka dapat campurtangan dalam mana-mana negara dalam dunia ini, dengan helah keamanan dan aturan yang tergugat. Jadi persekutuan ini adalah buruk bagi dunia dan Eropah secara terperincinya. Benar bahawa negara Eropah berjaya dalam menghentikan pengaruhnya dan menepikannya melalui revolusi. Tetapi idea tentang persekutuan di antara negara kuasa besar masih berakar umbi di dunia ini. Perancis memberontak menentang sistem beraja dan menjadi sebuah republik. Belgium memberontak dan memisahkan dirinya dari Belanda untuk menjadi merdeka. Jerman berjaya  memusnahkan semua negara-negara kecil yang mana mereka dibahagikan dan menubuhkan kesatuan Jerman. Ini semuanya dilakukan dengan menentang persekutuan yang dibentuk oleh lima Raja Raja. Tetapi , selepas sistem itu gagal lima negara itu masih mahu mengekalkan idea persekutuan antarabangsa itu. Persektuan itu sendiri bertanggungjawab kepada terletusnya Perang Dunia Pertama dan Kedua dan ia bukan sahaja ancaman kepada keamanan dunia tetapi juga ancaman kepada negara lain sama ada kecil mahupun besar. Jadi idea tentang persekutuan antarabangsa mestilah dimusnahkan dari dunia ini.

                Adalah benar apabila Rusia dan Amerika bersetuju antara satu sama lain, mereka mengenepikan dua blok dunia itu iaitu Komunis dan Kapitalis, dan mengelakkan kemungkinan Perang Dunia Ketiga. Tetapi mereka melakukannya dengan menubuhkan suatu persekutuan di antara mereka sendiri. Oleh itu sebenarnya mereka tidak menyelesaikan masalah idea persekutuan antarabangsa. Apa yang mereka melakukan hanyalah mengubahkan persekutuan lama itu kepada persekutuan baru untuk kepentingan mereka sendiri dan mengenengahkan ancaman baru kepada dunia dengan membahagikan dunia di antara mereka. Ini memburukkan keadaan antarabangsa dan ia menjadikan sukar untuk mengenepikan ancaman yang diketengahkan oleh kedua-dua atau salah satu daripada mereka. Jadi dua kuasa besar ini telah menyebabkan idea persekutuan antarabangsa bertambah kompleks dan melalui persekutuan mereka itu menjadikan negara lain sukar untuk memusnahkan kekuatan mereka. Jadi penyelesaian yang cepat mestilah didapati untuk menyelesaikan masalah tentang persekutuan di antara kedua kuasa besar ini.

                Apakah penyelesaian yang benar? Penyelesaian tidak boleh didapati melainkan jika idea ini diubah dari akar umbinya, kerana kelakuan atau tindakan manusia dalam kehidupan adalah bergantung kepada konsepnya mengenai kehidupan. Jadi pertamanya konsep ini mestilah ditukar di dalam negara yang membentuk negara kuasa besar yang mendukung idea tentang persekutuan antarabangsa, dan langkah seterusnya adalah memansuhkan persekutuan antarabangsa. Sekiranya konsep ini tidak diubah, maka dunia akan sentiasa dalam kekacauan kuasa besar dan keadaan akan menjadi lebih buruk lagi. Cara untuk mengubah konsep ini adalah dengan menciptakan pendapat umum dunia menentang persekutuan ini dan ini adalah penyelesaian terhadap masalahnya. Bukti untuk konsep ini boleh dilihat dalam penjajahan negara lemah yang merupakan suatu tindakan yang mulia dan bangga yang terdapat di kalangan negara Eropah sama ada kecil atau besar pada kurun ke 19. Negara ini bersaing dengan hebat untuk menjajah negara lain dengan tidak terdapat perbezaan di antara Britain dan Belanda, atau di antara Jerman, Perancis, Belgium atau Sepanyol. Negara-negara Eropah menerokai keluar dari benua mereka untuk menjajahi negara lain. Apabila Komunism dilaksanakan di Rusia, ini telah menyebabkan penjajahan ditentang dengan hebatnya dan mendorongi negara lain untuk menyekat negara penjajah. Selepas Perang Dunia Kedua meletus, pandapat umum menentang penjajahan berlaku di dunia. Oleh itu artikel mengenai penamatan penjajahan dimasukkan ke dalam piagam PBB. Idea tentang kebebasan merebak keseluruh dunia dan ini memaksa negara penjajah untuk berundur dan memberikan kemerdekaan dan kepada tanah jajahan mereka disebabkan pendapat umum antarabangsa, walaupun setengah negara penjajah menukarkan corak penjajahan itu. Walaupun begitu pendapat umum berjaya untuk mengubahkan pandangan tentang idea penjajahan. Perkara yang sama mesti dilakukan terhadap idea persekutuan di antara kuasa-kuasa besar. Negara-negara yang terancam disebabkan oleh persekutuan negara-negara kuasa besar mestilah mencuba dan menyekat idea ini supaya dapat memansuhkannya dari dunia ini.

Isu Penjajahan

Isu penjajahan atau perompakan terhadap kekayaan, kebebasan, kemahuan negara lain masih berterusan. Walaupun dunia telah bergerak ke arah untuk menyekatnya, ianya masih merupakan perkara yang paling merbahaya sekali di mana negara lemah akan menderita dan ianya merupakan perkara merbahaya kepada keamanan serantau atau dunia. Krisis Kongo berlangsung sehingga beberapa tahun dan krisis semasa Timur Tengah adalah contoh bahaya penjajahan kepada keamanan dan kestabilan dunia. Oleh itu adalah mustahak untuk mengetahui persoalan penjajahan.

Penjajahan Kapitalisme

Penjajahan adalah perkara semulajadi dalam ideologi Kapitalism dan ianya adalah method dalam melaksanakan ideologi Kapitalism. Untuk menyelesaikan secara radikal, maka ideologi Kapitalism hendaklah disekat dan dimusnahkan dari dunia ini. Oleh itu usaha ikhlas dan bersungguh mestilah dilakukan untuk memusnahkan ideologi Kapitalism; dan Komunism telah tampil ke hadapan untuk menyelesaikan idea penjajahan dan menyekat sistem Kapitalis. Tetapi ia telah melakukannya dengan idea yang salah dan sekatan yang lemah. Komunism membantah idea tentang memisahkan agama dengan masyarakat dengan idea evolusi material. Idea Komunism adalah palsu dan bertentangan dengan fitrah manusia. Jadi idea ini tidak dapat berkembang dalam masyarakat Kapitalis dan tidak mempunyai pengaruh terhadap mereka yang menganutinya. Ini adalah kerana mereka yang mempercayai akidahnya tidak mengendahkan sekiranya idea tentang pemisahan agama dari masyarakat dilaksanakan terhadapnya. Oleh kerana idea itu tidak bermakna kepercayaan kepada Tuhan atau tiada kepercayaan kepada Tuhan (atheism, Eng), maka idea itu boleh dianuti oleh mereka yang mempercayai atau tidak mempercayai tentang kewujudan Tuhan. Ia hanya bermakna bahwa peraturan hidup tidak dilaksanakan mengikut agama dan ini tidak mempengaruhi mereka yang menganuti idea evolusi material. Oleh itu akidah Komunism tidak mempengaruhi masyarakat Kapitalis atau membawa perubahan kepada mereka. Sekatan Komunism terhadap Kapitalism bermula dengan idea Marx dan ahli falsafah Komunis selepasnya. Individu dan kumpulan menganuti idea ini. Tetapi idea ini tidak berjaya menjadikan negara keseluruhannya menganutinya berdasarkan kepada penyelidikan dan pelajaran sahaja. Juga method yang dilaksanakan untuk mewakili idea Komunism adalah salah dan khayalan sahaja. Ianya salah kerana menggunakan penubuhan negaranya sebagai cara untuk memusnahkannya. Dan ianya adalah khayalan kerana mahu menjadikan revolusi dunia bermula dalam negara-negara maju dalam industri dan merebak ke seluruh dunia. Oleh itu Lenin dipaksa supaya tidak bersetuju dengannya, dengan helah menafsirkannya. Jadi Lenin menubuhkan sebuah negara Komunis di Rusia, yang mana pada masa itu merupakan sebuah negara perindustrian yang ketinggalan di Eropah. Lenin mendirikan negara Komunis hanya di Rusia. 30 tahun selepas Lenin, pemimpin Komunis melakukan persekutuan dengan negara penjajah yang paling besar iaitu Amerika. Jadi mereka membuat persekutuan dengan penjajahan. Oleh itu tidak ada sesiapa pun yang bergantung kepada Komunism untuk menyelesaikan persoalan penjajahan dan menyekatnya. Oleh itu penyelesaian yang lain diperlukan untuk menyekat Kapitalism dan memusnahkan penjajahan.

                Penyelesaian yang sebenar kepada persoalan penjajahan adalah mengenegahkan pemikiran tentang manusia, alam dan kehidupan, untuk berdebat mengenainya di pentas antarabangsa dan memperkenalkannya kepada piagam masyarakat dunia, yang mahu melaksanakan tradisi antarabangsa dengan kerelaannya. Debat antarabangsa tentang idea dasar mengenai manusia, alam dan kehidupan inilah yang  dapat mengubahkan konsep, mengenepikan konsep yang salah dan membetulkan tradisi antarabangsa. Penjajahan adalah satu pandangan hidup yang tersendiri, dan jika pandangan ini tidak diubah maka ianya akan berkekalan. Adalah benar bahawa pendapat umum dunia yang menentang penjajahan telah mempengaruhinya tetapi ini tidak menjadikan penjajahan itu tamat atau dimusnahkan. Apa yang berlaku hanyalah perubahaan corak penjajahan. Negara-negara bekas jajahan di Asia, Amerika Latin dan Afrika masih dalam penjajahan walaupun secara rasminya merdeka. Negara-negara ini akan kekal dalam penjajahan melainkan terdapat revolusi, peperangan serantau atau antarabangsa. Tetapi selagi kuasa besar melaksanakan idea penjajahan dan menggunakan kekerasan untuk tujuan ini, maka penjajahan tetap tidak akan dimusnahkan dari dunia ini kecuali dengan memusnahkan idea itu dari pemikiran mereka yang mempunyainya sebagai suatu pandangan hidup. Penjajahan mesti ditentang secara kekuasaan dan pendapat umum dunia mestilah sentiasa menentangnya dan usaha-usaha ini mestilah digandakan. Tetapi langkah-langkah ini masih lagi bukan merupakan penyelesaian yang berkesan terhadap masalah ini. Penyelesaian sebenar terhadap masalah ini adalah berdebat di pentas dunia tentang idea menyeluruh tentang manusia, alam dan kehidupan, dibincangkan oleh semua negara dan secara terperincinya oleh masyarakat dunia.

                Terdapat 3 perkara yang mana dunia mengalami kepayahan dan disekat dari bergerak ke arah kebahagian, dan ini adalah jalan di mana masalah diselesaikan. Tetapi penyelesaian ini tidak bermakna bahawa peperangan akan tamat dan ketakutan akan hilang atau perangkap antarabangsa, aktiviti dan helah politik akan tamat. Ini bermakna beban bersama yang berat akan ditepikan. Tetapi pertelagahan di antara negara yang membawa kepada perangan, dan  melakukan aktiviti politik adalah perkara semulajadi, tetapi ini adalah secara individu dan terhad, tetapi seluruh dunia tidak akan terseret sebagaimana yang berlaku dalam Perang Dunia Pertama dan Kedua. Dan pemikiran negara-negara ini tidak akan terhad kepada rompakan terhadap kekayaan, kebebasan dan kemahuan negara lain sepertimana yang berlaku sekarang. Dunia akan memperolehi apa yang ada dalam fitrah manusia, seperti kesesatan dan petunjuk, kebaikan dan kejahatan, keindahan dan keburukan; iaitu setengah yang ini dan setengah yang itu. Tidak ada kejahatan dan keburukan sepertimana yang terjadi dengan adanya idea-idea tentang persekutuan antarabangsa, masyarakat antarabangsa dan penjajahan. Jadi adalah mustahak untuk menamatkan kejahatan ini yang menguasai dunia ini sejak beberapa abad yang lalu.

Peranan Ahli Politik dan Politik Antarabangsa

Bagaimanakah individu mempengaruhi politik antarabangsa? Atau bagaimankah parti politik mempengaruhi aturan dan urusan negara? Secara terperinci, haluan ini telah bertapak dan berkekalan untuk beberapa kurun. Jawaban kepada ini adalah apabila ahli dan parti politik mengikuti aktiviti politik dan berfikir tentang politik antarabangsa, maka janganlah dilakukan hanya semata-mata kerana kepuasan intelektual, menimba ilmu pengetahuan dan menambahkan maklumat. Mereka mesti melakukannya hanya kerana mahu mengatur atau mengurus hal ehwal dunia, dan mencari jalan bagaimana untuk mempengaruhi dunia ini iaitu untuk mengembangkan diri mereka menjadi ahli politik. Dan ahli politik yang bertujuan untuk mencari kepuasan intelektual, atau mahu dikenali sebagai orang yang bijak, atau mencari kekayaan intelektual, atau mahu menjadi pemikir yang dalam, maka kesemua ini mestilah dijauhi. Ahli politik mengikuti perkembangan politik, memahami keadaan antarabangsa, memerhatikan politik dunia  adalah kerana dia adalah seorang ahli politik dan bukannya hanya sebagai seorang ahli falsafah atau intelektual. Seorang ahli politik bermaksud dia melaksanakan hal-ehwal keduniaan iaitu mempunyai pengaruh terhadap politik antarabangsa. Seorang ahli politik juga tidak berurusan sebagai individu atau bersendirian tetapi berurusan melalui suatu keanggotaan dalam suatu parti politik atau struktur sebuah negara. Walaupun ia bukan dari kalangan yang mengaturkan atau menguruskan hal ehwal negara, ianya adalah merupakan bahagian yang mempunyai niat untuk menguruskan dan mengaturkan polisi luaran dan dalaman, atau menegur dan membetulkan sesiapa yang bertanggungjawab terhadap polisi negara. Oleh itu ia boleh mempengaruhi pentas antarabangsa walaupun ianya seorang individu yang tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan dan melaksanakan polisi. Jadi apabila berpolitik dia akan mempunyai pengaruh, dan dia atau orang lain yang serupa dengannya akan berusaha untuk menjadikan negara kuat dan berupaya dalam politik dan kedudukan antarabangsa, kerana negara yang merupakan keanggotaanya mempunyai pengaruh melalui individu yang demikian. Dalam hal ini keputusan akan diperolehi, hasil dari perlaksanaan konsep politik. Ini akan memberikan hasil dari konsep politik yang menjadikan negara dapat mempengaruhi politik dunia dan keadaan antarabangsa, dengan mendapatkan ahli politik yang mengawasi politik dan orang yang mempunyai pengetahuan tentang aktiviti politik yang berlaku di dalam dunia terutamanya dari kuasa-kuasa besar. Jadi langkah pertama supaya mempunyai pengaruh dalam politik dan keadaan antarabangsa adalah mengetahui tentang konsep politik, dan pembinaan blok pertama adalah mendorong orang supaya dapat memahami aktiviti politik dan keadaan antarabangsa, iaitu mencari ahli politik yang mengetahui politik antarabangsa. Oleh itu pengaruh negara terhadap politik dan kedudukan antarabangsa akan datang dengan sendirinya. Dari ini, keperluan kepada konsep politik dan nilainya adalah jelas. Tetapi mesti diketahui bahawa negara tidak akan mempengaruhi keadaan antarabangsa melainkan ianya mempunyai hubungan dengan negara lain. Sama seperti seorang individu dalam masyarakat tidak mempunyai pengaruh dalam masyarakat melainkan ianya mempunyai hubungan dengan ahli masyarakat yang lain. Kedudukannya dalam masyarakat itu bergantung kepada setakat mana perhubungannya dengan ahli lain dan sejauh mana ia boleh mempengaruhi hubungan ini. Seperti dalam negara, di mana kehadirannya di dunia bergantung kepada hubungannya dengan negara-negara lain. Kedudukannya dikuatkan atau dilemahkan dengan hubungan ini dan dengan pengaruhnya terhadap perhubungan antarabangsa.

Tugas Khilafah Islam

Khilafah Islam adalah negara ber-ideologi, dan tugas utamanya adalah mengembangkan risalah Islam ke seluruh dunia. Jadi adalah wajib ke atasnya, dan adalah termasuk dalam kewujudannya untuk mempunyai kedudukan yang tinggi dalam pentas antarabangsa dan berupaya untuk mempengaruhi perhubungan antarabangsa. Tidak boleh dinafikan bahawa konsep politik dalam ahli politik mestilah dari konsep antarabangsa dan bukannya serantau atau setempat. Jadi ahli politik muslim mestilah mempunyai konsep politik dari peringkat antarabangsa selain dari konsep serantau atau setempat. Jadi mereka mempunyai tanggungjawab yang besar dalam mempunyai kesedaran politik yang sempurna dan menyeluruh. Sebagai individu muslim dan negara Islam, peranan yang asas dan yang tulin adalah mengembangkan Islam ke seluruh dunia, dan ini memerlukan kesedaran politik yang menyeluruh.

Kesedaran Politik

Kesedaran politik bukan hanya bermakna memahami keadaan politik, keadaan antarabangsa, peristiwa politik atau mengikuti perkembangan politik antarabangsa dan aktiviti politik, walaupun ianya adalah keperluan bagi kefahaman politik yang menyeluruh. Tetapi kesedaran politik ialah melihat dunia ini dari satu sudut, dan bagi kaum muslimin adalah akidah Islam iaitu pandangan: Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah. Rasulullah saw. bersabda “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengatakan : Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah, dan sekiranya mereka mengatakannya, maka akan terlindung nyawa dan harta mereka kecuali apa-apa yang menjadi hak.” Ini adalah kesedaran politik. Jadi pandangan am terhadap dunia tanpa dari sebarang sudut khas adalah bukannya kesedaran politik tetapi adalah kecetekan dalam pemahaman.

                Pandangan terhadap perkara serantau dan setempat adalah tidak begitu penting dan bukanlah kesedaran politik. Kesedaran politik tidak wujud melainkan dengan adanya dua perkara:

1.  Pandangan  terhadap   dunia  keseluruhannya.

2.  Pandangan ini mesti bermula dari suatu sudut khas tanpa mengira sama ada ianya adalah ideologi, suatu idea ataupun suatu kepentingan.

                Inilah realitinya kesedaran politik. Oleh itu untuk muslimin, kesedaran politik mestilah datangnya dari sudut akidah Islam. Jadi sekiranya akidah ini adalah realiti bagi kesedaran politiknya, maka ia adalah keperluan semulajadi bagi ahli politik supaya berjuang untuk membentuk pandangan tertentu tentang konsep mengenai manusia dan tempat tinggalnya. Pembentukan konsep ini adalah beban pertama yang didukungi oleh orang yang mempunyai kesedaran politik, dan ia tidak akan berhenti dari membentuknya sekiranya belum mempunyai kesedaran itu.

                Orang yang mempunyai kesedaran politik mestilah berjuang menentang apa-apa aliran dan konsep yang bertentangan dengannya. Dalam masa yang sama ia berusaha untuk mengembangkan konsepnya dan haluannya. Jadi ia mengetuai dua haluan dalam masa yang sama, dan dua haluan ini tidak sama sekali berpisah dari satu sama lain kerana ia adalah satu kesatuan. Jadi ia membentuk dan memansuhkan, memusnahkan dan membina, menyalakan cahaya dan menghilangkan kegelapan. Jadi ia adalah seperti api yang membakar kepalsuan dan menerangi jalan petunjuk. Dengan berusaha untuk menguatkan konsep dan membentukkan arah tuju, ia memberatkan dirinya dengan mengaitkan idea dengan peristiwa, dan mengelakkan dirinya dari logik dan kemustahilan. Ia juga memberatkan dirinya dalam perjuangan menentang arah tuju, fitnah dan kekacuan yang menyerang konsepnya tentang kehidupan, menentang konsep yang bertapak lama semasa zaman kemunduran, menentang pengaruh musuh yang memburukkan idea-idea Islam, dan menentang memperkecilkan terhadap tujuan tinggi dan objektif jangka panjang kepada tujuan sederhana dan objektif jangka pendek. Jadi ia berjuang dari dua sudut iaitu dalaman dan luaran, dan dari dua haluan iaitu memusnahkan dan membina. Dan ia berusaha dalam dua tahap iaitu politik dan ideanya. Secara amnya ia memberatkan dirinya dalam perjuangan kehidupan yang tinggi dan penting. Oleh itu pertembungan di antara yang berkesedaran politik dengan peristiwanya, melalui penentangan kepada keadaan, manusia dan masalahnya; adalah tidak boleh dielakkan sama ada ianya merupakan perkara serantau, setempat atau sedunia. Melalui pertembungan ini kebolehannya menyampaikan risalah akan muncul. Dan sudut yang mana ia mempunyai pandangan terhadap alam, manusia dan kehidupan adalah berkaitan dengan konsep yang ia dukungi; dan ini merupakan asas, pertimbangan dan objektif, yang mana ia berusaha untuk membentuk dan adalah tujuan yang ia berusaha untuk mencapai. Ia mempunyai kecenderungan dan citarasa tersendiri tidak kira sama ada kecenderungan dan citarasa itu berupa semulajadi dan ideologi disebabkan oleh pandangan yang khas. Ia akan memberikan tafsirannya sendiri mengenai fakta mengikut kesukaannya, memberikan idea yang mengikut kesukaannya atau memahami peristiwa mengikut kesukaannya melainkan ia adalah sentiasa berpegang dengan pandangan khas yang ia miliki. Oleh itu ia mesti berhati-hati supaya nalurinya tidak mengatasi pandangan hidup yang ia dukungi dalam memberikan pemerhatian dan tafsiran mengenai semua peristiwa. Kecenderungan terhadap objektif yang bercorak persendirian, kesukuan atau ideologi yang lain akan membuatkan ia memberikan tafsiran yang benar menjadi salah atau sebaliknya. Oleh itu orang yang berkesedaran politik mestilah memahami perkataan dan perbuatan yang dilakukan. Ia mestilah memahami semua peristiwa sama ada insiden atau perkara lain dengan secara zahir dengan mengikut keadaannya, dan bukan mengikut kemahuan sendiri tentang pemahaman peristiwa itu. Ia mestilah mempunyai idea mengenai realiti, jadi ia bergerak dengan akalnya, sentiasa berwaspada untuk menganalisakan realiti, untuk mengesan natijah idea tersebut kepada dirinya sendiri iaitu perasannya sendiri, dan memahami realiti mengikut idea yang ia miliki dan bukan memahami realiti dengan cara yang ia mahukan. Pemahaman tersebut kadangkala mempunyai makna yang tersembunyi (majaazi/metaphorical) atau berbelit-belit, ataupun ayat yang hanya boleh difahami dari keseluruhan ayat dan bukan dari perkataan yang membina ayat itu. Tetapi kesemua ini tidak menghalangnya dari berfikir secara keseluruhan dan melihat realiti yang timbul dari pemikiran itu. Jadi orang yang sedar kepada perkara yang praktik, mestilah memahaminya dengan kebenaran yang berdasarkan kepada pandangan yang didukungi olehnya dari kepercayaan yang tidak berbelah bahagi. Ia mesti melihat fakta tersebut dengan kebenaran fakta itu sendiri tetapi bersesuaian dengan inteleknya. Dengan itu, ia akan dapat memperbaiki pemahaman, di mana alat-alat untuk pemerhatiannya itu dimilikinya sendiri. Tetapi baginya pemerhatian terhadap dunia melalui suatu sudut yang tertentu ini mesti menjadi dasar bagi semua iaitu penginderaan, kesedaran, kefahaman dan perasaan.

                Persoalan akan timbul bagaimanakah seorang ahli politik itu boleh bebas dalam memberatkan dirinya dengan kebenaran dan melihat fakta dengan realiti fakta tersebut apabila dirinya terikat kepada pandangan yang tertentu atau khas mengenai dunia ini? Sekiranya persoalan seperti itu timbul, maka ini disebabkan oleh pengambilan pandangan yang cetek terhadap semua perkara. Sekiranya seorang itu mendalam dalam pengajiannya maka ia tidak akan menimbulkan persoalan itu kerana ada perbezaan terhadap realiti perkara dan memberikan penilaian terhadapnya. Manusia tidak berbeza dari realiti perkara iaitu penginderaan manusia adalah sama bagi semua manusia. Semua manusia akan melihat realiti yang sama melainkan ditipu atau disesatkan pandangannya. Begitu juga sama bagi penginderaan yang lain seperti deria sentuhan, bau, pendengaran dan rasa. Jadi manusia menderia dengan tidak ada sebarang perbezaan di antara satu sama lain. Perbezaan yang terdapat pada manusia adalah penilaian tentang perkara-perkara yang diindera tadi. Jadi melihat dunia ini dari suatu sudut yang tertentu atau khas adalah sebenarnya berkenaan dengan penilaian tentang perbuatan dan objek, sementara melihat fakta sebagaimana kebenaran fakta itu adalah berkenaan dengan penginderaan fakta itu. Jadi ia mestilah melihat fakta dengan kebenaran fakta itu dengan berpegang kepada kebenaran, dan ia mestilah menilai dunia ini, peristiwa dan perkaranya dari suatu sudut yang khas dan tertentu.

Contoh Berkenaan dari Sudut yang Khas dan Tertentu

Contoh akan diberikan dari bidang politik pada zaman Rasulullah saw., zaman pertengahan dan politik semasa, dan akan dilihat bagaimana pandangan khas dan tertentu tentang dunia ini berlaku. Rasulullah saw. menjadikan pengembangan Islam sebagai suatu pandangan khas mengenai dunia ini, dengan menumpukan perhatian kepada aktiviti ketenteraan dan politik terhadap kaum Quraisy yang merupakan kaum terkuat di Semenanjung Arab, mengetuai kekufuran yang menentang pengembangan da’wa Islam. Rasulullah saw. membuat pengintipan, memintas perdagangan dan berperang menentang kaum Quraisy. Rasulullah saw. juga membuat perjanjian dengan kaum lain supaya menjadi neutral dalam penentangan ini. Jadi aktiviti politik dan ketenteraan Rasulullah saw. adalah berdasarkan kepada suatu pandangan khas tentang dunia ini.

                Apabila Rasulullah saw. mengetahui bahawa kaum Yahudi di Khaibar sedang membuat pakatan sulit dengan kaum Quraisy di Mekah untuk menyerang dan memusnahkan Islam, Rasulullah saw. menandatangani perjanjian damai Hudaibiyah dengan kaum Quraisy supaya boleh menumpu untuk memusnahkan kaum Yahudi di Khaibar. Dari sudut yang khas ini, Rasulullah saw. telah melaksanakan polisi kedamaian dengan Quraisy sebagai dasar kepada tindakan pada masa yang akan datang selagi memenuhi matlamatnya. Jadi semua tindakan Rasulullah saw. dalam pemergian kepada umrah meminta supaya Quraisy tidak mencampuri urusannya, polisi berlemah-lembut terhadap Quraisy, dan tidak mengendahkan pendapat sahabatnya r.a. dilakukan bersesuaian dengan polisi kedamaian itu. Jadi polisi Rasulullah saw. iaitu terdiri dari aktiviti politik yang tertumpu kepada musuh Islam adalah berdasarkan kepada suatu pandangan khas dunia ini, dan boleh diubahkan mengikut pandangan ini.

                Ini adalah dua contoh dari tindakan Rasulullah saw., satunya am iaitu penumpuan dari sudut khas kepada negara kuat yang menjadi musuh Islam. Tindakan yang lain adalah terperinci dan terikat kepada tujuan tertentu. Tujuan tertentu ini adalah sudut yang khas, dan Rasulullah saw. menilai aktiviti politik dan ketenteraan dari sudut yang khas itu. Ini menjelaskan bagaimana menilai aktiviti politik dari sudut yang khas yang menguasai tindakan dan kelakuan, dan sekiranya tidak diambil dari sudut yang khas maka tindakan tidak akan memberikan apa-apa makna.

                Kuasa utama selepas persidangan Berlin berhasrat untuk merompak kekayaan Khilafah Islam Uthmaniah sebagai pandangan khas mereka tentang dunia ini, walaupun mereka berbincang mengenai kemusnahan dan rampasan kekayaan Khilafah Islam, tetapi rampasan kekayaan adalah perkara yang akhirnya mereka dukungi. Oleh itu mereka menyesuaikan tindakan atau perbuatan mereka supaya boleh merampas kekayaan Khilafah Islam Uthmaniah dan ini menjadikan mereka melakukan aktiviti politik untuk bersaing antara satu sama lain selama lebih dari satu kurun lamanya. Walaupun persaingan ini akhirnya memusnahkan Khilafah Islam Uthmaniah ini, pemusnahan Khilafah ini bukanlah suatu pandangan khas yang mereka punyai dalam merangka dan mengambil tindakan aktiviti politik mereka.

                Selepas Perang Dunia Kedua Amerika mengatakan bahawa dunia adalah syarikat di mana Amerika mempunyai saham yang terbesar, oleh itu syarikat itu mestilah diuruskan oleh Amerika sendiri. Amerika melihat dunia ini pada suatu sudut yang khas oleh itu memberikan suatu pandangan yang khas bagi Amerika mengenai dunia ini. Semua tindakan Amerika adalah didasarkan dari pandangan khas ini. Pandangan khas Amerika terhadap dunia ini adalah sebab mengapa Amerika sanggup berganding bahu dengan Soviet Union untuk menyekat Britain dan Perancis.

                Ini adalah caranya di mana aktiviti politik dunia dilakukan melalui sudut khas, sama ada sudut itu ialah am seperti mengembangkan Islam sebagai polisi luaran yang utama, atau khas seperti menumpukan permusuhan kepada suatu negara tertentu supaya kemusnahan negara itu akan menyebabkan polisi dan pengembangan ideologi akan berkembang lebih besar lagi. Sudut boleh jadi lebih terperinci seperti melaksanakan peperangan politik supaya negara lain akan dapat melihat model peperangan politik. Jadi melaksanakan pandangan tertentu terhadap peristiwa atau aktiviti politik adalah suatu yang senang dan tidak memerlukan latihan berpolitik. Untuk memahaminya, adalah cukup untuk menilai dan memahami peristiwa politik dengan mendalam dan menyeluruh. Oleh itu jelas bahawa mengikuti politik dan memahami konsep politik mesti akan mewujudkan kesedaran politik. Kesedaran politik ini sangat mustahak untuk kerja-kerja politik dan adalah pra-syarat yang penting untuk mempengaruhi peristiwa politik.

Mengikuti peristiwa politik telah menjadi suatu yang semulajadi bagi negara-negara utama, dan kefahaman tentang politik antarabangsa menjadi santapan harian bagi ahli politik. Oleh itu generasi pelapis umat Islam mestilah diberikan kesedaran politik sebagai konsep politik yang pertama untuk dipunyai dan sebagai dasar aktiviti politik mereka. Mereka juga mesti berusaha untuk menjadikan kesedaran politik sebagai perkara yang biasa dan semulajadi di kalangan masyarakat, dan santapan harian ahli politik. Fungsi utamanya adalah pengembangan da’wah Islam untuk memimpin manusia ke arah kebenaran. Ini tidak akan dapat dicapai melainkan mereka adalah ahli politik, menilai dunia ini dari pandangan yang khas atau tertentu dan mempunyai kesedaran politik yang penuh.

Kepentingan Kesedaran Politik kepada Kaum Muslimin

Untuk menjadikan kesedaran politik tidak menjadi suatu yang terlalu besar, dan tidak dianggapkan sebagai suatu yang dikhaskan kepada hanya para cerdik pandai dan berpelajaran, ianya adalah suatu yang senang difahami dan adalah juga untuk orang tidak berpelajaran dan masyarakat am. Ini adalah benar kerana kesedaran politik tidak memerlukan pengetahuan mendalam mengenai Islam dan aktiviti politik di dunia, atau pengetahuan tentang apa yang perlu diambil sebagai pandangan khas tentang dunia ini. Ini bermakna bahawa pandangan mestilah diambil terhadap dunia ini melalui suatu sudut yang khas atau tertentu tidak kira sebanyak mana maklumat yang dipunyai. Apa yang penting ialah pandangan itu mestilah keseluruhan melalui suatu sudut khas atau tertentu  walaupun aktivitinya adalah hanya satu aktiviti politik sahaja. Jadi pandangan dunia ini melalui satu sudut yang khas atau tertentu, ia sudah cukup sebagai suatu petanda kepada kesedaran politik.

Hakikat Kesedaran Politik

Memang benar bahawa kesedaran politik setiap manusia mempunyai perbezaan dalam kekuatan dan kelemahan mengenai  maklumat tentang dunia dan peristiwa politiknya, dan mempunyai perbezaan dalam maklumat tentang pandangan khas atau tertentu. Tetapi ianya masih kesedaran politik yang memberikan hasil yang sama iaitu meninggikan lagi taraf politik dan mengelakkan dari bersikap tak kisah terhadap peristiwa politik. Kesedaran politik tidak dihadkan kepada ahli politik dan ahli fikir sahaja dan adalah salah apabila dihadkan kepada mereka sahaja. Ianya mestilah secara am untuk keseluruhan masyarakat iaitu untuk golongan terpelajar dan cerdik pandai, dan juga untuk rakyat am dan tidak berpelajaran. Kesedaran politik mestilah dipunyai oleh umat Islam walaupun dalam hal yang am kerana umat adalah tempat di mana manusia hidup. Oleh itu tempat kehidupan ini yang dipunyai oleh umat sendiri mestilah menghidupkan  generasi yang mempunyai sikap yang betul supaya boleh mengkritik dan membetulkan pemerintah yang salah dan kurang cekap, dan boleh menghadapi dan menyekat muslihat politik musuh dengan kesedaran yang penuh.

Penkajian Politik

Cara untuk menanam kesedaran politik dalam individu dan umat secara keseluruhannya adalah dengan pengajian politik dalam ertikata politik, sama ada pengajian ini berkaitan dengan undang-undang atau peraturan Islam atau mengikuti perkembangan peristiwa politik. Idea Islam jangan diajarkan sebagai suatu yang sukar dan tidak boleh difahami tetapi mestilah dipakai kepada keadaan dan peristiwa politik. Juga mengikuti perkembangan peristiwa politik jangan disamakan dengan cara para wartawan yang mahu menambahkan beritanya atau intelektual yang mahu meningkatkan maklumatnya. Tetapi peristiwa politik mestilah diikuti dan difahami dari sudut yang khas atau tertentu, supaya peristiwa itu dapat dinilai dan dikaitkan dengan peristiwa atau idea yang lain, dan juga keadaan aktiviti politik semasa atau yang akan datang. Jadi pengajaran ideologi dan politik kepada masyarakat adalah cara untuk menanam kesedaran politik dalam individu dan umat Islam, dan pengajaran ini adalah apa yang membolehkan umat Islam untuk melaksanakan kewajiban dan memenuhi tanggungjawab mereka iaitu untuk mengembangkan da’wah Islam dan menerangi kebenaran kepada dunia ini. Oleh itu umat Islam mestilah berpelajaran secara politik ke peringkat tertinggi yang mungkin, kerana ini adalah yang menanam kesedaran politik dan menolong umat Islam untuk mengeluarkan ramai ahli politik yang cerdik dan kreatif.

Rabiul Awwal 1389, Mei 1969.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: