PROGRAM MISSIONARIS DALAM SERBUAN PEMIKIRAN

Oleh: Kodiran Salim

Peneliti Independen Lintas Kitab suci

  1. Menjadikan anak-anak Islam sebagai sasaran. Pangkal semangat Islam bermula dari masa kanak-kanak. Mereka perlu mendapat perhatian serius sebelum mereka mencapai perkembangan mental semakin semupurna. Paling mudah menghilangkan semangat Islam melalui pendidikan anak-anak. Karena itu perlu banyak didirikan sekolah Kristen diliungkungan yang mayoritas Islam.
  2. Menghilangkan semangat beragama Islam. Menyatakan bahwa agama Islam adalah agama yang terbelakang, acra hidupnya kotor, miskin dan bodoh.
  3. Menanamkan peradaban Barat kepada generasi muda Budaya dan tradisi barat diperkenalkan kepada generasi muda Islam, agar mereka tertarik dengan kehidupan gaya barat yang penuh glamor dan kesenangan.

4.       Mendirikan sekolah-sekolah ditempat mayoritas Islam. Membuat persaingan dalam pendidikan. Sekolah-sekolah Kristen didirikan di tempat mayoritas Islam dengan dijadikan sekolah tersebut sebagai sekolah unggulan. Dengan demikian banyak orang tua Islam yang tertarik sehingga menyekolahkan anaknya disekolah Kristen. Didalam sekolah Kristen pelajar Islam dicuci otaknya sehingga tertarik dengan Kristen.

5.       Mendirikan gereja ditempat mayoritas Islam. Walaupun dilingkungan masyarakat tidak ada orang yang beragama Kristen diusahakan didirikan gereja, tujuannya adalah untuk menarik perhatian generasi muda Islam. Jemaatnya didatangkan dari tempat lain. Ditimbulkan kesan diantara jemaat, hidup penuh kedamaian dan penuh kasih sayang kepada sesama manusia sekelingnya.

6.       Kristenisasi melalui orang-orang Islam untuk memotong perkembangan Islam. Untuk memotong perkembangan umat Islam dari dalam hendaklah melalui orang-orang Islam sendiri. Pihak Kristen mendidik orang-orang Islam agar mengikuti pola pikir dan budaya Kristen.

7.       Mendidik generasi Islam agar mengikuti pola pikir dan budaya Kristen. Dalam pergaulan sehari-hari masyarakat Kristen harus bisa menunjukkan budi pekerti yang baik terhadap umat Islam. sopan santun, penuh perhatian apalagi terhadap orang-orang yang baru mengalami musibah. Usahakan datang terlebih dahulu ketempat orang yang mendapat musibah atau kesulitan, dengan demikian orang Islam akan menilai pola pikir dan budaya orang Kristen begitu baik dan penuh perhatian terhadap siapapun.

8.       Menjadikan orang Islam sebagai propagandis Kristen secara tidak langsung. Dari perilaku orang Kristen yang baik maka secara tidak langsung orang Islam akan memuji     kebaikan orang Kristen kepada sesama orang Islam. Sehingga orang Islam akan tertarik dengan Kristen karena perilakunya.

9.       Menyebarkan buku-buku Kristen dengan bahasa Islam. Orang-orang Islam yang sudah jinak dan mau berekomunikasi dengan baik terhadap orang Kristen, maka diperkenalkan buku-buku Kristen yang sedikit menyinggung kesamaanya dengan Islam. Baik warna maupun tulisannya disesuaikan dengan tradisi dalam buku-buku Islam.

10.    Mempelajari bahasa Arab dan bahasa pergaulan umat Islam sehari-hari. Orang-orang Kristen yang ingin hubungan dengan orang Islam bisa lebih dekat dan akrap maka perlu membekali diri dengan belajar bahwa Arab yang dipakai sebagi pergaulan orang Islam sehari-hari, seperti Assalamu’alaikum, Insya Allah, Alhamdulillah, baca al-Qur’an dll.

11.    Mempelajari Al-Qur’an untuk menguasai seluk beluk budaya Islam. Al-Qur’an adalah pegangan hidup umat Islam. Dengan mempelajari Al-Qur’an (Islamologi) maka misionaris dapat mengetahui seluk beluk umat Islam. Dengan mengetahui bahasa Arab dan Al-Qur’an bisa membelokkan dan mempersempit pengertian istilah-istilah Islam, seperti istilah agama, ibadah, iman, taqwa dll

12.    Mengadakan pendekatan-pendekatan dengan tokoh-tokoh Islam. Dengan mengadakan pedekatan dengan tokoh-tokoh Islam akan mempermudah memasukkan ajaran Kristen kepada umat Islam.

13.    Memanfaatkan pariwisata sebagai alasan kunjungan di negara-negara muslim. Dengan alasan pariwisata maka missionaris dengan leluasa dapat masuk ke daerah yang berpenduduk mayoritas muslim.

14.    Dibuat program target dalam jangka waktu tertentu. Dengan program target jangka waktu tertentu dapat mengevaluasi hasil dari kerja para missionaris.

15.    Menggalakkan pergaulan bebas laki-laki dan perempuan. Pemuda dan pemudi sangat senang dengan pergaulan bebas. Dengan memanfaat kan situasi dalam pergaulan bebas misionaris dapat memasukkan ajaran Kristen kepada pemuda dan pemudi.

16.    Mendirikan perkumpulan yang bisa mempengaruhi pemuda Islam. Perkumpulan sebagai sarana untuk berkumpul. Dengan adanya perkumpulan akan mempermudah memasukkan ajaran Kristen.

17.    Menggalakkan event-event olahraga, konser-konser untuk menarik pemuda-pemuda Islam. Event-event olehraga dan pertunjukan seperti dangdut sangat menarik pemuda-pemuda Islam.Dalam event-event ini nbisa menjauhkan umat Islam dari ibadah, maka dengan mudah pemuda      Islam diajuhkan dari agama Islam.

18.    Mempelajari kondisi ekonomi umat Islam. Dengan mengetahui kondisi ekonomi umat Islam missionaris dapat memperkira kan berapa lama umat Islam dapat di Kristenkan dengan memberi bantuan ekonomi terbatas.

19.    Memberi pertolongan materi. Pemberian materi atau bantuan baik berupa uang maupun sebako sebagai teindak lanjut dari hasil penelitian ekonomi umat Islam.

20.    Mempengaruhi pemikiran orang yang ditolong. Orang-orang Islam yang sudah mendapat atau menikmati bantuan ekonomi dipengaruhi dengan pemikiran atau doqma-doqma Kristen.

21.    Menjauhi sikap memaksa. Segala tindakan harus diajuhkan dari sikap memaksa agar mereka masuk Kristen seolah-olah dari kemauannya sendiri tenpa paksaan.

22.    Bersikap netral terhadap semua agama. Dalam perbincangan mengenai agama missionaris berlaku sabar dengan tidak mencela agama lain tetapi netral terhadap semua agama, tetapi akhir dari pembicaraan memperlihatkan perilaku orang-orang Kristen dengan budi pekerti yang baik.

23.    Menyiapkan diri untuk berdiskusi dengan orang Islam. Missionaris mempersiapkan diri dalam berdialog. Terutama apabila timbul dialog antar agama. Serangan-serangan terhadap agama Kristen dapat dijawab dengan bijaksana.

24.    Bersedia menerima argumen yang dikemukakan dengan menaruh harapam masa depan.           Dengan menerima argumen sebagai muslihat mengalah untuk menang.

25.    Berlaku sabar dan tenang. Dengan penuh kesabaran, ketenangan dengan tidak emosi akan ada harapan untuk mengalahkan umat Islam.

26.    Berusaha meyakinkan orang Islam. Missionaris berusaha meyakinkan kebenaran ajaran Kristen dengan berbagai cara meskipun umat Islam menolaknya.

27.    Menghalalkan segala cara. Dalam ajaran Kristen tidak ada istilah haram dan halal, dosa atau tidak karena semuanya sudah ditanggung oleh Yesus Kristus. Untuk memberitakan Injil keseluruh dunia harus dilakukan dengan segala cara.

28.    Tidak berkeberatan menyesuaikan diri dan masuk Islam sementara. Meskipun untuk mengalah masuk Islam untuk sementara, tetapi yang penting tujuan jangka panjang dapat dicapai.

29.    Bersikap toleransi terhadap orang-orang yang menyembah berhala yang mempercayai banyak Tuhan. Sekalipun terhadap orang-orang penyembah berhala misisonaris selalu berusaha untuk tidak mencela tuhan orang lain tetapi yang tonjolkan adalah kesamaannya.

30.    Menjelaskan bahwa Tuhan dapat menjelma dalam berbagai bentuk. Dengan dalil-dalil dalam Perjanjian Baru missionari meyakinkan umat Islam bahwa Tuhan dapat menjelma dalam berbagai bentuk termasuk menjelma sebagai manusia biasa yaitu Yesus dalam rangka menyelamatkan manusia dari dosa.

(Dari berbagai sumber)

Ulil Albab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: