Dapatkah Perjuangan Islam Melalui Parlemen???

Untuk menjawab pertayaan ini, ada baiknya saya ajukan terlebih dahulu sebuah pertanyaan pula “Dapatkah anda membuktikan/memberikan contoh perjuagan Islam dengan jalan Parlementer dapat berhasil sampai berlakunya syari’at Islam bagi kaum muslimin ?”

Saya persilahkan kepada anda yang berparlemen untuk menjawabnya…..!!!

Mungkin yang membingungkan kita adalah karena banyak kalangan pemuka atau ulama Islam yang memilih jalan ini untuk mewujudkan cita-cita menegakkan Islam. Namun sejarah mencatat nasib yang mereka alami tidak jauh berbeda antara satu Negara dengan Negara lainnya. Mereka menghadapi orang-orang yag tidak jujur dalam berpolitik.

Di Pakistan Jama’at Islam pernah mensiasati peluang politik dengan demokrasi, namun kemudian terdesak oleh kekuatan sosialis dan diktator militer. Di Mesir Gamal Abdul Naseer pernah berkoalisi dengan Ikhwanul Muslimin untuk menggulingkan pemerintahan Raja Farouk, tetapi setelah ia berkuasa ia berkhianat dengan menindas tanpa ampun gerakan Ikhwanul Muslimin. Di Al-jazair, partai   FIS (Front Islamique the Salut) atau front panyelamat islam sebuah partai yang bertujuan mendirikan Negara Islam, tiba-tiba menghadapi nasib yang tragis.

Dalam pemilu bulan Desember 1991 FIS turut ambil bagian . tentunya partai yang berkuasa Front Pembebasan Nasional yang telah lama berkuasa ini ingin mempertahankan kekuasaannya. Hal ini terbukti ketika tanda-tanda hasil pemilu akan menyingkirkan mereka dan kemenangan itu ada pihak FIS, tangan besipun bertindak. Hasil pemilu diyatakan tidak syah, pemimpin-pemimpin FIS ditangkap, FIS dinyatakan sebagai partai terlarang dan lebih buruk lagi dengan diberlakukanya darurat perang oleh junta mliter dukungan Prancis dan Amerika itu. Mugkin pendapat mereka “Demokrasi adalah bila kami menang dan tetap berkuasa sedang untuk Islam tidak”.

Di Bangladesh, konon negeri dengan 85% warganya memeluk Islam mulai mewaspadai apa yang mereka sebut Islam Fundamentalis. Pemimpin oposisi dari partai Jama’atil-Islami yaitu Gholam Azzam (70thn), diajukan ke pengadilan, setelah ditangkap polisi pada tanggal 23 Maret. Atas berbagai tuduhan pengadilan menjatuhkan hukuman mati. Sidang juga menuntut agar pemerintahan Perdana Menteri Begun Khaloda Zia melarang Jama’ati-Islami dan partai-partai yang berdasar agama.

Sampai disini saya kira cukup dan tidak akan memperluas data di atas, sungguhpun saya yakin anda juga mendapat data lain yang lebih akurat.

Silahkan….!!!

Kejadian-kejadian di atas tentunya akan menjadi pelajaran yang sagat besar bagi kita. Kesimpulan yang dapat kita peroleh “tawaran atau kesempatan untuk berparlemen tidak berarti kesempatan memperjuangkan Islam melalui wadah itu menjadi terbuka luas”. Rosululloh s.a.w pun pernah mendapat tawaran dari Musyrikin Quraisy, lalu apa tanggapan beliau dengan tawaran itu?.

Rosulluloh diutus untuk merubah paganisme dan menyeru agar manusia beribadah hanya kepada Alloh saja. Penghormatan yang mereka berikan dengan panggilan gelar Al-Amin berubah seketika menjadi ejekan sebagai tukang sihir yang banyak dustanya, serta ditambah dengan berbagai intimidasi dan siksaan yang memilukan. Penderitaan beliau yang demikian itu mungkin tak terbayagkan oleh kita sebagai pengikutnya hari ini.

Lalu datanglah Utbah bin Rabi’ah sebagai utusan Musyrikin Quraisy membawa tawaran yang manis tetapi beracun. Dengan nada yang ramah dan tenang ia mengutarakan: “Wahai putra saudaraku, engkau adalah seorang dari lingkungan kami dan engkau telah mengetahui kedudukan silsilah kami (di pandang terhormat oleh semua orang Arab). Kini engkau telah memecah belah kerukunan dan persatuan mereka. Sekarang dengarlah baik-baik, saya hendak tawarkan kepada engkau yag mungkin dapat engkau terima salah satunya.

Kalau dengan dakwahmu itu ingin mendapat harta kekayaan, maka akan kami kumpulkan harta kekayaan yang ada pada kami untuk engkau, kalau engkau menginginkan kehormatan dan kemuliaan akan kami angkat engkau sebagai pemimpin dan tidak akan memutuskan persoalan apapun di luar persetujuan engkau, kalau engkau ingin menjadi raja, kami bersedia menobatkan engkau sebagai raja kami. Kalau engkau tidak sanggup menolak Jin yang merusak dalam diri engkau, kami bersedia mencari tabib yang sanggup menyembuhkan engkau dan untuk itu kami tidak akan menghitung  berapa biaya yang diperlukan sampai engkau sembuh….”

Lalu Rosululloh s.a.w menjawab tawaran itu dengan membaca Firman Alloh Ta’ala surat As-sajdah ayat 1-7.

1. Alif laam miim2. turunnya Al-Quran yang tidak ada keraguan di dalamnya, (adalah) dari Tuhan semesta alam.3. tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: “Dia Muhammad mengada-adakannya.” sebenarnya Al-Quran itu adalah kebenaran dari Rabbmu, agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi peringatan sebelum kamu; Mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.4. Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu6. yang demikian itu ialah Tuhan yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.7. yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.

Jawaban Rosululloh yang demikian itu dapat dimengerti oleh Utbah bahwa tawaran itu ditolak mentah-mentah. Rupanya Rosululloh tidak suka mengambil jalan kebijaksanaan “Kalau saya sebagai raja atau pemimpin tertinggi, maka saya dapat membuat kebijaksanaan Islamisasi secara besar-besaran, tanpa hambatan, tanpa pertumpahan darah, tanpa pengorbanan orang-orang ynga tidak berdaya dan tanpa penghamburan tenaga dengan Mubadhir  itu adalah syah dan sekali lagi demi tegaknya Islam”.

Tampaknya beliau dalam menanggapi tawaran ini tidak memilih langkah yang  fleksibel untuk menghindari apa yang dikatakan orang sebagai langkah yang kaku dan merugikan jalan dakwah itu sendiri.

Semoga kita pun mengikuti langkah beliau….!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: